AI Mengancam Stabilitas Pasar? The Fed Masih Berhati-hati, Apa Dampaknya Buat Kita?

AI Mengancam Stabilitas Pasar? The Fed Masih Berhati-hati, Apa Dampaknya Buat Kita?

AI Mengancam Stabilitas Pasar? The Fed Masih Berhati-hati, Apa Dampaknya Buat Kita?

Yo, para trader dan investor! Ada obrolan panas nih dari Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat, yang berpotensi bikin pasar keuangan global berguncang. Pak Barr, salah satu petinggi The Fed, baru aja ngasih pandangan soal kondisi ekonomi AS yang lagi-lagi bikin deg-degan. Intinya sih, The Fed bakal tetep adem ayem dulu soal suku bunga, sambil ngawasin data dan… eh, ada faktor baru yang muncul: ledakan Artificial Intelligence (AI)! Ini bukan cuma sekadar tren teknologi, tapi bisa jadi pengubah permainan yang dampaknya sampai ke dompet kita. Yuk, kita bedah pelan-pelan.

Apa yang Terjadi?

Jadi begini, Pak Barr ini kan salah satu pemangku kebijakan di The Fed. Nah, dia lagi nyampein pandangannya soal ekonomi AS dan arah kebijakan moneter ke depan. Ceritanya gini: laporan ketenagakerjaan AS yang terbaru nunjukkin kalau pasar tenaga kerja itu memang melambat di musim panas lalu, tapi sekarang kayaknya udah mulai stabil. Stabilnya ini bukan karena tiba-tiba ada banyak lapangan kerja baru, malah, Pak Barr nyebutin kalau penciptaan lapangan kerja itu nyaris nol dalam setahun terakhir. Begitu juga pertumbuhan angkatan kerja.

Di sisi lain, angka PHK juga rendah. Simpelnya, supply (pasokan tenaga kerja) dan demand (permintaan tenaga kerja) kayaknya lagi nemu keseimbangan yang rapuh. Nah, keseimbangan rapuh ini, kata Pak Barr, bikin pasar tenaga kerja jadi gampang goyah kalau ada guncangan negatif. Ibaratnya, kayak lagi naik jengko, kalau salah gerak dikit, ya bisa ambruk.

Belum selesai sampai di situ, Pak Barr juga ngomongin soal inflasi. Inflasi yang diukur dari pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) masih aja di angka 3 persen, ya kurang lebih sama kayak setahun lalu. Disinflasi (penurunan laju inflasi) yang sempat dimulai pertengahan 2022 itu malah melambat tahun lalu. Salah satu biang keroknya adalah kenaikan harga barang-barang, yang sebagian besar gara-gara tarif impor. Pola ini kayaknya masih berlanjut di data inflasi terbaru.

Meskipun tarif bisa jadi mulai mereda dampaknya akhir tahun ini, Pak Barr tetep was-was. Dia lihat ada risiko inflasi bakal tetep tinggi di atas target 2 persen The Fed. Makanya, dia bilang The Fed perlu tetep waspada.

Nah, yang paling menarik adalah soal kebijakan moneter. Pak Barr tegaskan, langkah paling bijak saat ini adalah ngasih waktu buat The Fed buat ngamati perkembangan data yang masuk. Dia pengen liat bukti konkret kalau inflasi barang-barang udah turun secara berkelanjutan sebelum mikirin ngurangin suku bunga lagi. Tentu saja, ini dengan catatan kondisi pasar tenaga kerja tetep stabil.

Kesimpulannya dari omongan Pak Barr, dengan kondisi data yang ada sekarang, kayaknya The Fed bakal nahan suku bunga tetap tinggi (steady) untuk beberapa waktu ke depan. Mereka bakal terus mencerna data terbaru, memantau perkembangan prospek ekonomi, dan menimbang risiko yang ada.

Terus, apa hubungannya sama AI? Di sinilah letak kejutan terbesarnya. Pak Barr secara eksplisit bilang, ledakan AI itu nggak akan jadi alasan buat nurunin suku bunga. Malah, dia ngasih sinyal kalau AI justru bisa menaikkan tingkat suku bunga netral (neutral rate) yang berarti potensi kebijakan moneter bakal lebih ketat lagi. Wah, ini bisa jadi bikin pasar kaget!

Dampak ke Market

Pandangan Pak Barr yang cenderung hawkish (cenderung menaikkan suku bunga atau menahan di level tinggi) ini pasti punya efek berantai ke berbagai aset.

  • EUR/USD: Jika The Fed menahan suku bunga lebih lama sementara bank sentral lain (misalnya ECB di Eropa) mulai melonggar atau menahan lebih moderat, ini bisa bikin Dolar AS (USD) jadi makin kuat. Akibatnya, EUR/USD bisa tertekan ke bawah. Pasar akan melihat perbedaan kebijakan moneter yang makin lebar.
  • GBP/USD: Mirip dengan EUR/USD, penguatan USD akibat kebijakan The Fed yang hawkish bisa menekan pasangan mata uang ini. Sterling (GBP) mungkin akan kesulitan menguat melawan USD.
  • USD/JPY: Di sini ceritanya agak beda. The Fed yang menahan suku bunga tinggi akan mendorong USD/JPY naik. Namun, Bank of Japan (BoJ) masih punya kebijakan moneter yang ultra-longgar. Perbedaan kebijakan yang makin lebar ini akan jadi bahan bakar penguatan USD terhadap JPY. Tapi perlu diingat, intervensi dari pemerintah Jepang juga selalu jadi faktor risiko yang bisa bikin pergerakan USD/JPY jadi liar.
  • XAU/USD (Emas): Emas ini aset yang sensitif banget sama suku bunga. Kalau suku bunga The Fed tetep tinggi, ini secara teori kurang bagus buat emas karena emas nggak ngasih imbal hasil. Biaya oportunitas buat nyimpen emas jadi lebih tinggi. Ditambah lagi, potensi penguatan USD juga bisa bikin emas jadi lebih mahal buat pemegang mata uang lain. Jadi, emas bisa aja tertekan. Tapi, kalau ketakutan soal inflasi yang persistent itu beneran terjadi, emas juga bisa jadi safe haven yang dicari investor. Jadi, ini agak dua sisi.

Yang perlu dicatat, efek AI yang disebut bisa menaikkan neutral rate itu beneran bikin para analis pusing tujuh keliling. Simpelnya, neutral rate itu suku bunga teoritis yang netral buat ekonomi, nggak bikin panas (inflasi naik) dan nggak bikin dingin (resesi). Kalau AI bisa bikin ekonomi tumbuh lebih kencang atau lebih efisien, tapi juga berpotensi naikin permintaan, maka neutral rate bisa jadi lebih tinggi. Ini artinya, The Fed mungkin harus naruh suku bunga di level yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya buat ngendaliin inflasi. Ini adalah sentimen yang bullish buat USD secara umum.

Peluang untuk Trader

Nah, dari semua obrolan ini, apa aja sih yang bisa kita manfaatkan sebagai trader?

  • Perhatikan EUR/USD dan GBP/USD: Kalau kita cenderung punya pandangan dolar akan menguat, kedua pasangan ini bisa jadi pilihan. Cari setup sell atau short kalau ada konfirmasi teknikal. Level support penting untuk EUR/USD mungkin di 1.0600-1.0550, sementara untuk GBP/USD bisa di 1.2400-1.2350. Tapi ingat, breakout dari level tersebut bisa membuka jalan ke level yang lebih dalam.
  • USD/JPY Tetap Menarik: Potensi penguatan USD/JPY ini masih ada. Kuncinya adalah ngikutin tren utamanya. Kalau memang kebijakan The Fed yang hawkish terus berlanjut dan BoJ tetep adem, target ke 155 atau bahkan 160 bisa aja tercapai. Tapi, garis bawahnya, selalu siapin stop loss yang ketat, karena intervensi Jepang bisa sangat mendadak.
  • Hati-hati dengan Emas: Emas ini lagi di persimpangan jalan. Di satu sisi ada tekanan dari suku bunga tinggi dan penguatan USD. Di sisi lain, ketakutan inflasi bisa jadi penyeimbang. Kalau kita mau main aman, nunggu konfirmasi arah yang jelas dulu. Mungkin cari setup buy kalau harga bisa menembus dan bertahan di atas 2350 USD/oz, atau cari sell kalau jebol dari 2280 USD/oz.
  • Waspadai Volatilitas: Dengan adanya faktor AI yang belum terpetakan sepenuhnya dampaknya ke neutral rate, pasar bisa jadi lebih bergejolak. Jangan sampai FOMO (Fear Of Missing Out) bikin kita masuk posisi tanpa analisis yang matang. Gunakan risk management yang baik, pakai stop loss, dan jangan pernah pertaruhkan lebih dari yang kita siap kehilangan.

Kesimpulan

Pesan dari The Fed lewat Pak Barr ini jelas: mereka bakal hati-hati dan sabar. Suku bunga kayaknya bakal tetep tinggi untuk sementara waktu. Ini bukan kabar baik buat aset-aset yang sensitif sama suku bunga rendah kayak emas atau aset growth lainnya. Penguatan Dolar AS jadi skenario yang paling mungkin terjadi, yang otomatis bikin pasangan mata uang mayor lain tertekan.

Yang bikin menarik dan sedikit bikin ngeri adalah faktor AI. Kalau beneran bisa menaikkan neutral rate, ini bisa jadi tantangan baru buat The Fed dan mengubah ekspektasi pasar soal kebijakan moneter jangka panjang. Jadi, selain ngawasin data ekonomi klasik kayak inflasi dan pengangguran, kita juga mesti mulai mencermati bagaimana AI ini berevolusi dan dampaknya ke produktivitas dan potensi inflasi. Ini adalah era baru di mana teknologi bisa jadi penggerak utama kebijakan moneter.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`