# Akankah Era Stablecoin Berakhir? Bank of England Ungkap Potensi Pengganti: Tokenised Deposits

> Popularitas stablecoin di dunia kripto memang meroket beberapa tahun terakhir. Aset digital yang dirancang untuk menjaga nilainya tetap stabil ini sering dianggap sebagai jembatan antara dunia finansial tradisional dan cryptocurrency. Namun, bayangkan saja, seorang tokoh penting dari Bank of England (BoE), Megan Greene, baru-baru ini melontarkan pernyataan yang bisa mengguncang fondasi keyakinan para trader dan investor di ranah aset digital. Greene berpendapat bahwa kejayaan stablecoin mungkin 

**Tags:** berita forex
**URL:** https://berita.belajarforex.co.id/akankah-era-stablecoin-berakhir-bank-of-england-ungkap-potensi-pengganti-tokenised-deposits

---


Popularitas *stablecoin* di dunia kripto memang meroket beberapa tahun terakhir. Aset digital yang dirancang untuk menjaga nilainya tetap stabil ini sering dianggap sebagai jembatan antara dunia finansial tradisional dan *cryptocurrency*. Namun, bayangkan saja, seorang tokoh penting dari Bank of England (BoE), Megan Greene, baru-baru ini melontarkan pernyataan yang bisa mengguncang fondasi keyakinan para trader dan investor di ranah aset digital. Greene berpendapat bahwa kejayaan *stablecoin* mungkin tidak akan bertahan lama. Ia bahkan memprediksi akan ada pemain baru yang mengambil alih singgasana: *tokenised deposits*, atau versi digital dari simpanan bank tradisional. Tentu saja, pernyataan ini memicu perdebatan, mengingat ada rekan-rekan Greene di BoE yang punya pandangan berbeda. Tapi, apa sebenarnya implikasi dari potensi pergeseran lanskap ini bagi pasar finansial global, terutama bagi kita para trader ritel di Indonesia?

### Apa yang Terjadi?
Megan Greene, seorang anggota komite kebijakan di Bank of England, menyampaikan pandangannya yang cukup mengejutkan di akhir pekan lalu. Inti dari pernyataannya adalah bahwa masa depan aset digital yang "stabil" kemungkinan besar bukan lagi didominasi oleh *stablecoin* seperti yang kita kenal saat ini. Ia melihat adanya pergeseran fundamental, di mana *tokenised deposits* berpotensi besar untuk menggantikan peran *stablecoin*.

Apa sih *tokenised deposits* itu? Simpelnya, bayangkan tabungan bank Anda, misalnya di BCA atau Mandiri, tapi dalam bentuk digital yang bisa ditransaksikan di *blockchain* atau teknologi serupa. Ini bukan mata uang kripto baru yang nilainya fluktuatif, melainkan representasi digital dari aset yang sudah ada dan terjamin nilainya, yaitu simpanan di bank yang terjamin oleh regulator. Model ini menawarkan stabilitas yang sama dengan *stablecoin*, namun dengan jaminan dan kerangka regulasi yang sudah mapan dari sistem perbankan tradisional.

Mengapa Greene berani bicara seperti itu? Salah satu alasannya adalah terkait dengan risiko dan regulasi. *Stablecoin* memang didesain stabil, tapi seringkali jaminan aset yang mendasarinya masih menjadi area abu-abu. Ada pertanyaan seputar transparansi cadangan yang dimiliki penerbit *stablecoin*, serta potensi risiko likuiditas jika terjadi *bank run* versi kripto. Sebaliknya, *tokenised deposits* akan secara inheren didukung oleh sistem perbankan yang sudah teregulasi ketat, memberikan rasa aman yang mungkin lebih kuat bagi pengguna dan regulator.

Namun, perlu dicatat, tidak semua orang di BoE sepakat. Pernyataan Greene ini muncul di tengah diskusi yang lebih luas di kalangan bank sentral dunia mengenai masa depan mata uang digital, termasuk potensi *Central Bank Digital Currency* (CBDC) dan peran aset digital lainnya. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa para regulator masih dalam tahap penjajakan dan belum ada konsensus final mengenai bagaimana aset digital akan terintegrasi dengan sistem keuangan di masa depan.

### Dampak ke Market
Jika prediksi Megan Greene terwujud, implikasinya bisa cukup signifikan bagi berbagai kelas aset, terutama yang berkaitan dengan mata uang dan aset digital.

Pertama, **EUR/USD dan GBP/USD**. Keduanya adalah pasangan mata uang utama yang sangat sensitif terhadap kebijakan moneter dan sentimen ekonomi di zona Euro dan Inggris. Jika *tokenised deposits* benar-benar diadopsi secara luas, ini bisa mengindikasikan bahwa bank sentral semakin proaktif dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sistem keuangan tradisional. Hal ini bisa memberikan stabilitas tambahan pada mata uang fiat karena adanya inovasi yang relevan. Trader mungkin akan melihat pergerakan yang lebih tenang atau bahkan penguatan minor pada EUR dan GBP jika inovasi ini dipandang sebagai tanda kemajuan dan keamanan finansial. Sebaliknya, jika pasar menangkap ini sebagai tanda bahwa bank sentral ingin mengontrol lebih ketat aset digital, bisa ada sentimen jual yang mendorong pelemahan.

Kemudian, **USD/JPY**. Dolar AS dan Yen Jepang seringkali bertindak sebagai aset *safe haven*. Jika pasar melihat *tokenised deposits* sebagai solusi yang lebih aman dan teregulasi dibandingkan *stablecoin*, ini bisa mengurangi daya tarik aset kripto yang selama ini dianggap sebagai "alternatif" atau aset spekulatif. Dampaknya pada USD/JPY bisa kompleks. Di satu sisi, jika inovasi ini meningkatkan kepercayaan pada sistem keuangan secara keseluruhan, ini bisa menguntungkan USD sebagai mata uang cadangan dunia. Di sisi lain, jika dolar AS dianggap terlalu "tradisional" dan investor mencari inovasi baru, Yen yang cenderung lebih stabil bisa mendapat keuntungan.

Lalu, yang paling menarik adalah **XAU/USD (Emas)**. Emas seringkali menjadi aset *safe haven* pilihan ketika ada ketidakpastian ekonomi atau moneter. Jika *tokenised deposits* mulai menggantikan peran *stablecoin* sebagai "penyimpan nilai" yang aman di dunia digital, ini berpotensi mengurangi sebagian permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Mengapa? Karena investor mungkin akan melihat aset digital yang teregulasi ini sebagai alternatif yang lebih likuid dan praktis dibandingkan emas fisik untuk melindungi nilai aset mereka dari inflasi atau gejolak pasar. Namun, perlu diingat, emas memiliki daya tariknya sendiri yang tidak bisa sepenuhnya digantikan, terutama dalam skenario krisis sistemik yang ekstrem. Jadi, kita mungkin melihat koreksi minor pada emas, tapi tidak serta merta menghapus perannya sebagai aset lindung nilai utama.

Selain itu, pasar **kripto secara keseluruhan** akan merasakan dampaknya. Jika *stablecoin* kehilangan daya tarik, ini bisa memicu volatilitas yang lebih tinggi di pasar kripto. Trader yang terbiasa menggunakan *stablecoin* sebagai "pelabuhan" saat pasar bergejolak mungkin perlu mencari strategi baru. Ini juga bisa menjadi dorongan bagi proyek-proyek aset digital yang berfokus pada solusi *real-world asset* (RWA) *tokenisation*, karena mereka sejalan dengan arah yang diprediksi Greene.

### Peluang untuk Trader
Prediksi Megan Greene ini membuka beberapa jendela peluang menarik bagi kita, para trader. Pergeseran dari *stablecoin* ke *tokenised deposits* bukan sekadar jargon teknis, melainkan potensi perubahan fundamental yang bisa kita manfaatkan.

Pertama, **pantau perkembangan regulasi**. Perhatikan baik-baik bagaimana bank sentral lain di dunia menanggapi ide *tokenised deposits*. Jika bank sentral utama seperti Federal Reserve AS atau European Central Bank mulai menjajaki atau bahkan mengimplementasikan solusi serupa, ini akan menjadi sinyal kuat. Pasangan mata uang seperti **EUR/USD** dan **GBP/USD** bisa menjadi fokus utama karena negara-negara tersebut berada di garis depan inovasi finansial. Trader bisa mencari setup *buy* pada EUR atau GBP jika berita tentang kemajuan *tokenised deposits* bersifat positif dan mengindikasikan stabilitas ekonomi yang lebih baik.

Kedua, **strategi *short* pada aset kripto spekulatif?** Jika daya tarik *stablecoin* memudar dan likuiditas mengering di pasar kripto, ini bisa menciptakan peluang untuk strategi *short* pada aset-aset kripto yang kurang fundamental atau sangat spekulatif. Namun, ini adalah strategi berisiko tinggi. Pasar kripto terkenal sangat fluktuatif, dan "prediksi" ini bisa memakan waktu lama untuk terwujud, atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Jika Anda berniat melakukan ini, pastikan manajemen risiko Anda sangat ketat.

Ketiga, **aset safe haven alternatif**. Jika emas mengalami tekanan karena munculnya alternatif yang lebih praktis, mungkin ada peluang untuk mencari aset *safe haven* lain yang kurang tradisional. Misalnya, beberapa mata uang negara maju yang cenderung stabil di tengah ketidakpastian global. Perhatikan pergerakan **USD/JPY** dan potensi penguatan Yen jika sentimen risiko meningkat secara global dan pasar mulai "bosan" dengan emas sebagai satu-satunya pilihan.

Yang perlu dicatat adalah volatilitas jangka pendek. Perubahan narasi seperti ini bisa memicu *panic selling* atau *FOMO buying*. Jadi, selalu utamakan membaca *chart* dan indikator teknikal. Level support dan resistance yang kuat pada pasangan mata uang utama seperti **EUR/USD** di kisaran 1.07-1.08 dan **GBP/USD** di 1.25-1.26 bisa menjadi titik masuk atau keluar yang krusial. Untuk **XAU/USD**, level support psikologis di $2000 per ons akan menjadi penentu penting apakah emas akan terus tertekan atau memantul.

### Kesimpulan
Pernyataan Megan Greene dari Bank of England ini ibarat percikan api di tumpukan jerami kering dunia finansial. Potensi *tokenised deposits* menggantikan *stablecoin* bukan hanya isu teknis, tapi cerminan dari evolusi bagaimana kita membayangkan transaksi dan penyimpanan nilai di masa depan. Jika ini terwujud, kita akan melihat pergeseran yang signifikan dalam ekosistem aset digital dan dampaknya akan terasa hingga ke pasar mata uang fiat tradisional.

Bagi kita sebagai trader ritel, ini adalah peringatan sekaligus peluang. Pasar finansial terus bergerak, teknologi terus berkembang. Alih-alih panik, kita harus cerdas dalam membaca tren ini. Fokus pada pemahaman fundamental, pantau perkembangan regulasi, dan jangan lupa manfaatkan alat teknikal untuk menemukan titik masuk dan keluar yang optimal. Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi akan menjadi kunci kesuksesan di tengah lanskap finansial yang terus berubah ini.

---
*Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.*
