# Biden Cabut Ancaman Tarif Logam: Angin Segar Buat Euro dan Pound?

> Perang dagang, sebuah istilah yang seringkali bikin kita deg-degan saat lagi pegang posisi buy atau sell, kayaknya bakal sedikit mereda nih buat pasar keuangan global. Amerika Serikat, melalui pemerintahan Biden, baru aja ngasih kabar baik buat Uni Eropa, Inggris, Korea Selatan, dan beberapa negara lainnya. Mereka dikasih pengecualian dari ancaman tarif logam yang tadinya mau diberlakukan. Keputusan ini punya implikasi yang lumayan lho, terutama buat pergerakan mata uang utama dan aset safe-have

**Tags:** berita forex
**URL:** https://berita.belajarforex.co.id/biden-cabut-ancaman-tarif-logam-angin-segar-buat-euro-dan-pound/

---


Perang dagang, sebuah istilah yang seringkali bikin kita deg-degan saat lagi pegang posisi buy atau sell, kayaknya bakal sedikit mereda nih buat pasar keuangan global. Amerika Serikat, melalui pemerintahan Biden, baru aja ngasih kabar baik buat Uni Eropa, Inggris, Korea Selatan, dan beberapa negara lainnya. Mereka dikasih pengecualian dari ancaman tarif logam yang tadinya mau diberlakukan. Keputusan ini punya implikasi yang lumayan lho, terutama buat pergerakan mata uang utama dan aset safe-haven. Buat kita para trader, ini kayak dapat petunjuk baru buat ngeliat arah market ke depan.

### Apa yang Terjadi?

Jadi ceritanya begini, pemerintahan Biden sebelumnya kan berencana mengenakan tarif baru yang cukup signifikan untuk produk tembaga, baja, dan aluminium mulai 8 Juni 2024. Nah, tarif ini rencananya bakal berlaku sampai akhir tahun 2027. Kalau beneran dieksekusi, ini bakal jadi pukulan telak buat negara-negara yang jadi mitra dagang utama AS di sektor logam, termasuk EU, UK, dan Korea Selatan. Kenaikan biaya impor bakal bikin produk-produk dari negara tersebut jadi lebih mahal di pasar AS, yang pada akhirnya bisa menekan daya saing mereka.

Tetapi, narasi berubah cepat. Baru saja ada pengumuman resmi yang mengonfirmasi bahwa AS memberikan pengecualian (exemption) buat negara-negara tersebut. Ini artinya, produk logam dari EU, UK, Korea Selatan, dan sekutunya tidak akan dikenakan tarif baru yang tadinya direncanakan. Keputusan ini bisa dibilang sebagai langkah diplomasi ekonomi yang cerdas dari AS. Tujuannya jelas, untuk memperkuat aliansi dan menghindari ketegangan perdagangan yang bisa membebani ekonomi global yang saat ini lagi berjuang menghadapi inflasi dan perlambatan pertumbuhan.

Pengecualian ini bukan tanpa syarat, tentu saja. Ada kemungkinan AS punya kesepakatan lain di balik layar, misalnya soal kuota impor atau standar produksi yang harus dipenuhi oleh negara-negara yang mendapatkan keringanan. Yang jelas, untuk saat ini, pasar bisa bernapas lega karena ancaman "perang tarif logam" yang lebih luas berhasil dihindari. Ini juga bisa dilihat sebagai sinyal bahwa pemerintahan Biden lebih memilih pendekatan kooperatif dalam kebijakan perdagangan luar negerinya, setidaknya untuk sementara.

### Dampak ke Market

Nah, kabar ini punya konsekuensi yang lumayan terasa ke berbagai aset trading kita. Simpelnya, ketika ancaman tarif besar dicabut, sentimen risiko di pasar cenderung meningkat. Artinya, investor jadi lebih berani untuk memegang aset-aset yang dianggap lebih berisiko namun punya potensi imbal hasil lebih tinggi.

**EUR/USD**: Ini yang paling menarik buat banyak trader. Dengan dicabutnya ancaman tarif dari AS ke Uni Eropa, maka potensi gangguan perdagangan antara dua blok ekonomi terbesar ini berkurang. Ini bisa menjadi angin segar buat Euro. Kenapa? Karena ketidakpastian ekonomi akibat tarif bisa menekan pertumbuhan ekonomi di Zona Euro. Sekarang, dengan ancaman itu hilang, pelaku pasar bisa lebih optimis terhadap prospek ekonomi Uni Eropa, yang pada gilirannya bisa mendorong permintaan Euro. Pasangan EUR/USD kemungkinan akan menemukan pijakan yang lebih kuat dan bisa menguji level-level resistance penting di atasnya.

**GBP/USD**: Hal serupa juga berlaku untuk Pound Sterling. Inggris juga mendapatkan pengecualian dari tarif logam AS. Ini penting mengingat Inggris juga punya hubungan dagang yang erat dengan AS. Dengan membaiknya prospek perdagangan, ekspektasi pertumbuhan ekonomi Inggris bisa ikut terangkat. GBP/USD bisa jadi salah satu pasangan mata uang yang menunjukkan penguatan signifikan, terutama jika data-data ekonomi Inggris berikutnya juga menunjukkan performa yang baik. Level teknikal di area 1.2600-1.2700 bisa menjadi target pengujian selanjutnya.

**USD/JPY**: Berbeda dengan EUR dan GBP, Dolar AS justru bisa mengalami tekanan ringan. Dicabutnya tarif ini mengurangi kebutuhan trader untuk mencari aset *safe-haven* seperti Dolar AS dalam skala besar. Investor yang tadinya khawatir dengan perang dagang mungkin kini akan mulai memindahkan dananya ke aset yang lebih berisiko. USD/JPY bisa saja mengalami koreksi teknikal atau setidaknya mengalami pelemahan sementara karena Dolar AS kehilangan sedikit pesonanya sebagai pelindung nilai.

**XAU/USD (Emas)**: Emas sebagai aset *safe-haven* klasik juga akan terpengaruh. Ketika sentimen risiko global membaik dan ancaman perang dagang mereda, daya tarik emas sebagai aset pelindung cenderung berkurang. Emas bisa menghadapi tekanan jual, terutama jika pasar mulai melihat adanya peluang kenaikan suku bunga di masa depan atau jika aset-aset lain seperti saham mulai menarik lebih banyak perhatian investor. Level support di area $2300 per ons troy perlu dicermati.

Secara umum, kebijakan ini bisa memicu pergeseran aliran modal global. Dana yang tadinya parkir di aset aman bisa mulai mengalir ke pasar saham atau mata uang negara-negara yang ekonominya diperkirakan akan diuntungkan oleh pelonggaran ketegangan perdagangan.

### Peluang untuk Trader

Situasi ini membuka beberapa peluang menarik buat kita para trader. Yang pertama, fokus pada pasangan mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko seperti EUR/USD dan GBP/USD. Perhatikan level-level support dan resistance teknikal. Jika EUR/USD berhasil menembus dan bertahan di atas level 1.0850, ini bisa jadi sinyal untuk mencari peluang buy dengan target lebih tinggi. Begitu juga dengan GBP/USD yang perlu dicermati jika mampu mengukuhkan posisinya di atas 1.2650.

Kedua, perhatikan sektor komoditas yang berkaitan dengan logam. Meskipun tarif logam AS tidak jadi dikenakan ke sekutu terdekatnya, permintaan global untuk tembaga, baja, dan aluminium tetap menjadi faktor penting. Jika sentimen ekonomi global membaik secara umum, ini bisa menopang harga komoditas tersebut, yang tentunya bisa berpengaruh pada mata uang negara produsen komoditas.

Yang perlu dicatat, volatilitas pasar tidak akan serta merta hilang. Masih banyak faktor lain yang bisa mempengaruhi pergerakan harga, seperti kebijakan moneter bank sentral, data inflasi, atau ketegangan geopolitik di belahan dunia lain. Jadi, penting untuk tetap berhati-hati dan manajemen risiko tetap jadi prioritas utama. Jangan lupa juga untuk selalu melihat kalender ekonomi untuk mengikuti data-data penting yang akan dirilis.

Buat trader yang lebih agresif, potensi pelemahan Dolar AS bisa dimanfaatkan untuk mencari peluang short pada pasangan mata uang yang berlawanan dengan USD, seperti USD/JPY atau USD/CAD, dengan catatan harus tetap waspada terhadap pembalikan arah yang tiba-tiba.

### Kesimpulan

Pengecualian tarif logam dari AS untuk sekutunya adalah berita positif yang disambut baik oleh pasar. Ini mengurangi ketidakpastian perdagangan global dan memberikan dorongan bagi sentimen risiko. Mata uang seperti Euro dan Pound Sterling diperkirakan akan mendapat manfaat dari situasi ini, sementara Dolar AS dan Emas mungkin mengalami tekanan ringan.

Ke depan, pasar akan terus mencerna implikasi dari keputusan ini sambil tetap memperhatikan faktor-faktor ekonomi global lainnya. Bagi kita para trader, ini adalah momentum untuk kembali mengevaluasi strategi, mencermati pergerakan teknikal, dan memanfaatkan peluang yang ada dengan bijak, tentu saja selalu dengan memegang erat prinsip manajemen risiko.

---
*Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.*
