Dolar AS Melemah Pasca Laporan Ekonomi dan Pernyataan Powell

Dolar AS Melemah Pasca Laporan Ekonomi dan Pernyataan Powell

Dampak Pelemahan Sektor Jasa AS Terhadap Indeks Dolar AS (DXY)

Pelemahan PMI Sektor Jasa AS

Institut Manajemen Suplai (ISM) melaporkan penurunan pada aktivitas bisnis di sektor jasa AS pada bulan Maret. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Sektor Jasa ISM turun menjadi 51,4 dari 52,6 pada Februari. Penurunan ini mengindikasikan pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya. Data tersebut menunjukkan potensi perlambatan pada ekonomi AS, khususnya di sektor jasa.

Implikasi bagi The Fed dan DXY

Data ekonomi yang beragam, termasuk pelemahan sektor jasa, dapat membuat The Fed berpikir ulang mengenai penurunan suku bunga. The Fed telah bersikap hati-hati dalam menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi. Namun, jika ekonomi tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang jelas, The Fed mungkin menunda rencana penurunan suku bunga. Perubahan sikap The Fed ini berdampak pada indeks Dolar AS (DXY). Konsensus pasar memprediksi penurunan suku bunga akan dimulai pada bulan Juni. Namun, data ekonomi yang beragam meningkatkan ketidakpastian pasar, sehingga berpotensi melemahkan DXY. Meskipun DXY masih diperdagangkan di atas tingkat dukungan penting, tekanan jual yang meningkat dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut.

Outlook Teknis DXY

Secara teknis, Indeks Kekuatan Relatif (RSI) DXY masih berada di wilayah positif, menunjukkan potensi kenaikan. Namun, penurunan bar hijau pada histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) mengindikasikan pergeseran momentum dari pembelian ke tekanan jual. DXY masih diperdagangkan di atas Simple Moving Average (SMA) 20, 100, dan 200 hari, yang memberikan dukungan jangka panjang. Meski ada prospek jangka pendek yang negatif, tren bullish secara keseluruhan tetap berlanjut, dengan pelaku pasar masih memegang kendali dalam jangka waktu yang lebih lama.

Pertanyaan mengenai Dolar AS Melemah Pasca Laporan Ekonomi dan Pernyataan Powell :

**Q: Apa yang menyebabkan penurunan indeks PMI Sektor Jasa ISM pada bulan Maret?** A: Belum disebutkan dalam artikel. **Q: Bagaimana pelemahan sektor jasa AS berdampak pada The Fed?** A: The Fed mungkin menunda rencana penurunan suku bunga karena ekonomi tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang jelas. **Q: Apa implikasi pelemahan sektor jasa AS terhadap indeks Dolar AS (DXY)?** A: Data ekonomi yang beragam meningkatkan ketidakpastian pasar, yang berpotensi melemahkan DXY. **Q: Bagaimana prospek teknis DXY saat ini?** A: RSI masih di wilayah positif, menunjukkan potensi kenaikan. Namun, MACD menunjukkan pergeseran momentum dari pembelian ke tekanan jual. Tren bullish secara keseluruhan tetap berlanjut. **Q: Apa indikator teknis yang digunakan untuk menganalisis prospek teknis DXY?** A: RSI (Relative Strength Index), MACD (Moving Average Convergence Divergence), dan SMA (Simple Moving Average).```json { "@context": "https://schema.org", "@type": "FAQPage", "mainEntity": [ { "@type": "Question", "name": "Apa yang menyebabkan penurunan indeks PMI Sektor Jasa ISM pada bulan Maret?", "answer": { "@type": "Answer", "text": "Belum disebutkan dalam artikel." } }, { "@type": "Question", "name": "Bagaimana pelemahan sektor jasa AS berdampak pada The Fed?", "answer": { "@type": "Answer", "text": "The Fed mungkin menunda rencana penurunan suku bunga karena ekonomi tidak menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang jelas." } }, { "@type": "Question", "name": "Apa implikasi pelemahan sektor jasa AS terhadap indeks Dolar AS (DXY)?", "answer": { "@type": "Answer", "text": "Data ekonomi yang beragam meningkatkan ketidakpastian pasar, yang berpotensi melemahkan DXY." } }, { "@type": "Question", "name": "Bagaimana prospek teknis DXY saat ini?", "answer": { "@type": "Answer", "text": "RSI masih di wilayah positif, menunjukkan potensi kenaikan. Namun, MACD menunjukkan pergeseran momentum dari pembelian ke tekanan jual. Tren bullish secara keseluruhan tetap berlanjut." } }, { "@type": "Question", "name": "Apa indikator teknis yang digunakan untuk menganalisis prospek teknis DXY?", "answer": { "@type": "Answer", "text": "RSI (Relative Strength Index), MACD (Moving Average Convergence Divergence), dan SMA (Simple Moving Average)." } } ] } ```

Apa itu Dolar AS?

Dolar AS (USD) adalah mata uang resmi Amerika Serikat, dan 'de facto' mata uang sejumlah negara lain yang beredar bersamaan dengan uang kertas lokal mereka. Ini adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% dari semua transaksi valuta asing global, atau rata-rata $6,6 triliun transaksi per hari, menurut data dari tahun 2022. Setelah perang dunia kedua, USD mengambil alih Pound Inggris sebagai mata uang cadangan dunia.

Untuk sebagian besar sejarahnya, Dolar AS didukung oleh Emas, hingga Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1971 ketika Standar Emas dihapuskan.

Bagaimana Keputusan Federal Reserve Mempengaruhi Dolar AS?

Faktor terpenting yang mempengaruhi nilai Dolar AS adalah kebijakan moneter, yang dibentuk oleh Federal Reserve (Fed). Fed mempunyai dua mandat: untuk mencapai stabilitas harga (mengendalikan inflasi) dan mendorong lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai kedua tujuan tersebut adalah dengan menyesuaikan suku bunga.

Ketika harga naik terlalu cepat dan inflasi di atas target Fed 2%, Fed akan menaikkan suku bunga, yang membantu nilai USD. Ketika inflasi turun di bawah 2% atau Tingkat Pengangguran terlalu tinggi, Fed dapat menurunkan suku bunga, yang membebani Greenback.

Apa itu Pelonggaran Kuantitatif dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Dolar AS?

Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve juga dapat mencetak lebih banyak Dolar dan memberlakukan pelonggaran kuantitatif (QE). QE adalah proses di mana Fed meningkatkan secara substansial aliran kredit dalam sistem keuangan yang macet. Ini adalah tindakan kebijakan non-standar yang digunakan ketika kredit telah mengering karena bank tidak akan meminjamkan satu sama lain (karena takut gagal bayar rekanan). Ini adalah pilihan terakhir ketika menurunkan suku bunga tidak mungkin mencapai hasil yang diperlukan. Itu adalah senjata pilihan Fed untuk memerangi krisis kredit yang terjadi selama Krisis Keuangan Hebat pada tahun 2008. Ini melibatkan Fed mencetak lebih banyak Dolar dan menggunakannya untuk membeli obligasi pemerintah AS terutama dari lembaga keuangan. QE biasanya menyebabkan Dolar AS melemah.

Apa itu Pengetatan Kuantitatif dan Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Dolar AS?

Pengetatan kuantitatif (QT) adalah proses sebaliknya di mana Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali pokok dari obligasi yang dimilikinya yang jatuh tempo untuk pembelian baru. Biasanya hal ini positif bagi Dolar AS.

WhatsApp
`