Dolar Australia dan Selandia Baru Ngegas: Sinyal "Risk-On" atau Cuma Euforia Sementara?

Dolar Australia dan Selandia Baru Ngegas: Sinyal "Risk-On" atau Cuma Euforia Sementara?

Dolar Australia dan Selandia Baru Ngegas: Sinyal "Risk-On" atau Cuma Euforia Sementara?

Para trader di Tanah Air, siap-siap pantau pergerakan aset "geng" Aussie dan Kiwi, nih! Kamis kemarin, dua mata uang benua Kanguru ini menunjukkan taringnya, bahkan Dolar Australia (AUD) berhasil mencetak rekor baru terhadap Yen Jepang (JPY) dan Euro (EUR). Apa sih yang bikin mereka sekencang ini? Apakah ini pertanda ekonomi global mulai membaik dan saatnya kita pasang posisi "risk-on", atau ini hanya gelembung sesaat yang sebentar lagi pecah? Yuk, kita bedah tuntas!

Apa yang Terjadi?

Jadi gini, cerita bermula dari adanya sentimen "risk sentiment" yang membaik secara umum di pasar global. Nah, "risk sentiment" ini ibarat lampu lalu lintas buat aset-aset berisiko. Kalau lampu hijau, investor jadi lebih pede buat beli aset yang potensi keuntungannya lebih tinggi tapi juga punya risiko lebih besar, termasuk Dolar Australia dan Dolar Selandia Baru. Sebaliknya, kalau lampu merah, mereka bakal lari ke aset yang dianggap lebih aman seperti Dolar Amerika Serikat (USD) atau emas.

Tapi, cerita AUD nggak berhenti di situ aja. Ada "bumbu" tambahan yang bikin dia makin perkasa, yaitu ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA). Perlu dicatat, pasar itu jeli banget. Dengan adanya data ekonomi Australia yang lagi-lagi panas, khususnya dari sektor inflasi Januari yang nggak sesuai harapan (dalam artian, angkanya cukup tinggi), para pelaku pasar langsung menebak-nebak.

Saat ini, pasar mengimplikasikan sekitar 80% kemungkinan RBA bakal kembali menaikkan suku bunga acuannya yang saat ini di level 3.85%. Bayangin aja, kalau suku bunga naik, imbal hasil (yield) dari aset-aset Australia bakal makin menarik buat investor asing. Ini ibarat toko kasih diskon lebih gede, pasti banyak yang antre kan? Nah, makin banyak investor yang mau masuk ke Australia, otomatis permintaan Dolar Australia makin tinggi dong, makanya dia ngegas terus. NZD juga ikut kecipratan sentimen positif ini, meskipun nggak sekencang AUD.

Dampak ke Market

Pergerakan "geng" Aussie dan Kiwi ini tentu nggak bisa dipandang sebelah mata, terutama buat kita yang main di pasar forex dan komoditas. Simpelnya, ketika AUD dan NZD menguat, ini bisa jadi sinyal awal bahwa sentimen "risk-on" mulai dominan.

Pertama, yang paling jelas adalah korelasinya dengan EUR/USD dan GBP/USD. Ketika aset berisiko seperti AUD dan NZD menguat, biasanya Dolar AS (USD) akan cenderung melemah. Kenapa? Karena investor punya pilihan lain yang lebih menarik. Jadi, bukan nggak mungkin kita akan melihat EUR/USD dan GBP/USD bergerak naik, meskipun faktor-faktor lain seperti kebijakan bank sentral masing-masing (ECB dan BoE) juga tetap krusial.

Lalu bagaimana dengan USD/JPY? Nah, ini menarik. JPY seringkali dianggap sebagai "safe haven" bersama USD dan emas. Ketika sentimen "risk-on" muncul, investor cenderung menjual aset "safe haven" dan membeli aset berisiko. Jadi, kalau AUD/JPY terus mencetak rekor, ini artinya investor makin menjauhi JPY dan lebih memilih AUD. Kita bisa saja melihat pelemahan pada USD/JPY, alias USD/JPY turun.

Dan yang paling ditunggu-tunggu para trader komoditas, terutama emas. XAU/USD (emas) punya hubungan terbalik dengan sentimen "risk-on". Ketika investor beralih dari aset aman ke aset berisiko, permintaan emas biasanya akan menurun. Jadi, penguatan AUD dan NZD bisa jadi pertanda awal bahwa emas berpotensi mengalami tekanan turun. Pelaku pasar perlu mencermati apakah tren pelemahan emas ini akan berlanjut atau hanya jeda sesaat.

Peluang untuk Trader

Nah, dengan pergerakan yang cukup dinamis ini, tentu ada peluang yang bisa kita manfaatkan, tapi jangan lupa risk management ya!

Untuk para trader yang fokus pada pasangan mata uang, AUD/JPY dan NZD/JPY patut jadi perhatian utama. Mengingat AUD/JPY sudah menyentuh level baru, perhatikan apakah ada konfirmasi lanjutan atau justru potensi pullback. Jika sentimen "risk-on" terus berlanjut, pasangan-pasangan ini bisa menawarkan setup untuk posisi long (beli), namun perlu hati-hati terhadap potensi overextended atau kejenuhan. Jangan lupa perhatikan juga level-level teknikal kunci seperti support dan resistance terdekat.

Bagi yang lebih suka bermain aman dengan menghindari volatilitas tinggi, memantau EUR/USD dan GBP/USD bisa jadi opsi. Jika AUD dan NZD terus menguat, ini bisa memberikan dorongan positif bagi kedua pasangan ini. Cari konfirmasi breakout dari level resistance penting atau pantau setup reversal jika USD menunjukkan tanda-tanda pembalikan.

Sementara itu, untuk para pemburu swing trade atau position trade yang memprediksi potensi pelemahan emas, XAU/USD bisa jadi area yang menarik untuk dicermati. Jika harga emas menembus level support penting, ini bisa menjadi sinyal untuk mencari peluang short (jual). Namun, perlu diingat, emas seringkali punya pergerakan yang cukup tricky dan bisa dengan cepat berbalik arah jika ada berita fundamental yang mendadak.

Yang perlu dicatat, semua peluang ini datang dengan risiko. Jangan pernah lupa pasang stop loss dan tentukan ukuran posisi yang sesuai dengan toleransi risiko Anda. Pasar selalu punya kejutan!

Kesimpulan

Secara keseluruhan, penguatan Dolar Australia dan Dolar Selandia Baru ini adalah cerminan dari pergeseran sentimen pasar ke arah yang lebih optimis, didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga di Australia dan membaiknya risk sentiment global. Ini bisa menjadi sinyal awal bahwa pasar mulai beralih dari zona "takut" ke zona "agak berani".

Namun, sebagai trader yang bijak, kita perlu tetap waspada. Kenaikan suku bunga di Australia, meskipun positif, juga bisa memicu kekhawatiran akan perlambatan ekonomi jika terlalu agresif. Sentimen "risk-on" pun bisa berubah secepat kilat jika ada berita geopolitik atau data ekonomi global yang mengejutkan. Jadi, jangan terbuai euforia sesaat. Pantau terus berita-berita fundamental dan pergerakan teknikal dari aset-aset yang Anda minati. Dengan strategi yang matang dan manajemen risiko yang disiplin, Anda bisa memanfaatkan volatilitas pasar ini untuk meraih keuntungan. Tetap semangat trading, semoga cuan selalu menyertai!


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`