Dolar Australia Melemah di Tengah Pasar Saham yang Turun dan Dolar AS yang Stabil
Nilai Dolar Australia Terkerek Akibat Penurunan Indeks ASX 200
Nilai Dolar Australia (AUD) menghadapi tantangan pada hari Rabu karena penurunan Indeks ASX 200. Indeks Industri Australia Industry Group (AiG) membaik ke angka -5,3 dari -14,9 sebelumnya. Indeks Jasa PMI Tiongkok meningkat menjadi 52,7 pada Maret, dibandingkan dengan angka sebelumnya 52,5.
Dolar Amerika Serikat (USD) mengalami depresiasi karena tekanan penurunan pada imbal hasil obligasi Treasury AS, yang pada akhirnya memberikan dukungan pada pasangan mata uang AUD/USD. Selain itu, penurunan Indeks ASX 200 turut menekan AUD.
Indikator Ekonomi dan Perkembangan RBA
Indeks Industri AiG menunjukkan perbaikan pada Februari, naik menjadi -5,3 dari -14,9 sebelumnya. Demikian pula, PMI Manufaktur berada di angka -7, dibandingkan dengan angka sebelumnya -12,6. Menurut ringkasan Westpac dari notula rapat Dewan Bank Sentral Australia (RBA) pada Maret, tingkat suku bunga tunai saat ini dianggap sesuai dengan keadaan saat ini, meskipun kondisi dapat berubah di masa mendatang.
Indeks Dolar AS (DXY) menghadapi hambatan setelah pernyataan dovish dari pejabat Federal Reserve (Fed). Presiden Fed Cleveland Loretta Mester mengindikasikan pada hari Selasa bahwa ia mengantisipasi pemotongan suku bunga di akhir tahun ini. Sementara itu, Presiden Fed San Francisco Mary Daly menyatakan pandangannya bahwa tiga pemotongan suku bunga pada tahun 2024 tampak "masuk akal," bergantung pada bukti lebih meyakinkan untuk memperkuat keputusan tersebut.
Bank Cadangan Australia dan Pengaruhnya terhadap Dolar Australia
Bank Cadangan Australia (RBA) menetapkan suku bunga dan mengelola kebijakan moneter untuk Australia. Keputusan dibuat oleh dewan gubernur pada 11 pertemuan setahun dan pertemuan darurat ad hoc sesuai kebutuhan.
Mandat utama RBA adalah untuk menjaga stabilitas harga, yang berarti tingkat inflasi 2-3%, tetapi juga "... untuk berkontribusi pada stabilitas mata uang, lapangan kerja penuh, dan kemakmuran ekonomi serta kesejahteraan rakyat Australia." Alat utamanya untuk mencapai hal ini adalah dengan menaikkan atau menurunkan suku bunga.
Suku bunga yang relatif tinggi akan memperkuat Dolar Australia (AUD) dan sebaliknya. Alat RBA lainnya termasuk pelonggaran dan pengetatan kuantitatif.
Bagaimana data inflasi berdampak pada nilai Dolar Australia?
Meskipun inflasi secara tradisional selalu dianggap sebagai faktor negatif bagi mata uang karena menurunkan nilai uang secara umum, kebalikannya terjadi di zaman modern dengan pelonggaran kontrol modal lintas batas. Inflasi yang agak lebih tinggi kini cenderung membuat bank sentral menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya menarik lebih banyak aliran modal dari investor global yang mencari tempat yang menguntungkan untuk menyimpan uang mereka. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap mata uang lokal, dalam kasus Australia adalah Dolar Australia.
Bagaimana data ekonomi memengaruhi nilai Dolar Australia?
Data makroekonomi mengukur kesehatan suatu perekonomian dan dapat berdampak pada nilai mata uangnya. Investor lebih memilih untuk menginvestasikan modal mereka dalam perekonomian yang aman dan sedang tumbuh daripada yang goyah dan menyusut. Aliran modal yang lebih besar meningkatkan permintaan agregat dan nilai mata uang domestik. Indikator klasik, seperti PDB, Manufaktur dan Layanan PMI, ketenagakerjaan, dan survei sentimen konsumen dapat memengaruhi AUD. Perekonomian yang kuat dapat mendorong Bank Cadangan Australia untuk menaikkan suku bunga, yang juga mendukung AUD.
Apa itu Pelonggaran Kuantitatif (QE) dan bagaimana pengaruhnya terhadap Dolar Australia?
Pelonggaran Kuantitatif (QE) adalah alat yang digunakan dalam situasi ekstrem ketika menurunkan suku bunga tidak cukup untuk memulihkan aliran kredit dalam perekonomian. QE adalah proses di mana Bank Cadangan Australia (RBA) mencetak Dolar Australia (AUD) untuk tujuan membeli aset - biasanya obligasi pemerintah atau perusahaan - dari lembaga keuangan, sehingga memberi mereka likuiditas yang sangat dibutuhkan. QE biasanya menghasilkan AUD yang lebih lemah.
Apa itu pengetatan kuantitatif (QT) dan bagaimana pengaruhnya terhadap Dolar Australia?
Pengetatan kuantitatif (QT) adalah kebalikan dari QE. Ini dilakukan setelah QE ketika pemulihan ekonomi sedang berlangsung dan inflasi mulai meningkat. Sementara dalam QE Bank Cadangan Australia (RBA) membeli obligasi pemerintah dan perusahaan dari lembaga keuangan untuk memberi mereka likuiditas, dalam QT RBA berhenti membeli lebih banyak aset dan berhenti menginvestasikan kembali pokok yang jatuh tempo pada obligasi yang sudah dimilikinya. Ini akan positif (atau menguat) untuk Dolar Australia.