Emas Loncat ke $5,200: Awas Sentimen 'Trade Jitters' dan Asa 'Fed Pivot'!

Emas Loncat ke $5,200: Awas Sentimen 'Trade Jitters' dan Asa 'Fed Pivot'!

Emas Loncat ke $5,200: Awas Sentimen 'Trade Jitters' dan Asa 'Fed Pivot'!

Bro and sis trader sekalian, pernahkah kalian merasa pasar seperti roller coaster yang tiba-tiba ngegas tanpa rem? Nah, kejadian semalam di pasar komoditas, khususnya emas, bisa dibilang mirip begitu. Dalam semalam saja, si kuning ini berhasil merebut kembali level psikologis penting di angka $5,200, bahkan sempat nyentuh puncaknya di $5,204 setelah terjerembab ke $5,121. Apa sih yang bikin emas mendadak perkasa? Ternyata, dua faktor utama yang jadi biang keroknya: kecemasan soal kebijakan dagang Amerika Serikat (AS) dan harapan pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter Bank Sentral AS, The Fed.

Apa yang Terjadi?

Jadi begini ceritanya, para trader. Sentimen di pasar global sedang dipenuhi oleh "trade jitters" atau kegelisahan yang bersumber dari kebijakan perdagangan AS. Di saat yang sama, muncul pula ekspektasi kuat bahwa The Fed bakal melunak, alias mulai memotong suku bunga acuannya. Kombinasi kedua hal ini ibarat bensin dan api bagi harga emas.

Kita tahu lah ya, emas itu aset safe haven sejati. Ketika dunia mulai terasa tidak pasti – entah karena perang dagang yang memanas, ketegangan geopolitik, atau potensi perlambatan ekonomi global – investor langsung teringat sama emas. Mereka akan buru-buru memarkir dananya di aset yang dianggap aman, salah satunya emas. Nah, dalam pidato State of the Union semalam, Presiden AS Donald Trump menyiratkan beberapa hal terkait ekonomi AS yang bisa saja memicu kekhawatiran baru soal kebijakan dagangnya. Meskipun dia bilang ekonomi AS baik-baik saja, namun nada dan penekanannya bisa jadi diartikan berbeda oleh pasar, terutama terkait hubungan dagangnya dengan negara-negara lain. Ketidakpastian inilah yang membuat emas jadi primadona.

Selain itu, ada lagi "bahan bakar" lain yang bikin emas makin hot, yaitu ekspektasi terhadap The Fed. Pasar mulai menebak-nebak kalau The Fed bakal mulai melonggarkan kebijakan moneternya di sisa tahun ini. Apa artinya ini? Simpelnya, kalau The Fed memotong suku bunga, ini berarti biaya meminjam uang jadi lebih murah. Nah, kalau biaya pinjam uang murah, itu bisa memicu inflasi. Dan siapa yang untung kalau inflasi naik? Emas! Emas kan secara historis dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Jadi, bayangkan saja, ketidakpastian dagang bikin orang lari ke emas, sementara harapan suku bunga rendah bikin emas makin menarik. Dua-duanya berefek positif buat sang logam mulia.

Kita bisa lihat dari pergerakan harga emas semalam. Setelah sempat tertekan ke level $5,121, entah karena ada berita baru atau sekadar sentimen yang berbalik arah, emas langsung melesat naik lebih dari 1% dan berhasil menembus kembali angka $5,200. Angka $5,200 ini penting, karena selain menjadi level psikologis, ia juga merupakan area resistance teknikal yang perlu dilawan oleh para bull. Keberhasilan emas menembus level ini menunjukkan adanya tekanan beli yang kuat.

Dampak ke Market

Nah, kalau emas lagi happy, biasanya pasar mata uang juga ikut bergoyang, bro. Pergerakan emas yang kuat ini punya korelasi terbalik dengan nilai dolar AS. Kenapa? Karena ketika emas naik, dolar cenderung turun, dan sebaliknya. Jadi, pas emas meroket ke $5,200, kita bisa perhatikan pergerakan pasangan mata uang seperti EUR/USD dan GBP/USD.

Untuk EUR/USD, kenaikan emas seringkali beriringan dengan pelemahan dolar AS. Artinya, EUR/USD berpotensi untuk menguat. Jika sebelumnya pasangan ini bergerak sideways atau cenderung turun, lonjakan emas bisa jadi memicu reversal atau setidaknya memperkuat tren naiknya. Sebaliknya, jika dolar AS menguat karena data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan (yang bisa saja menahan ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed), maka EUR/USD bisa tertahan atau bahkan turun.

Lalu, bagaimana dengan GBP/USD? Situasi Brexit yang masih dinamis tentu saja jadi faktor utama pergerakan GBP/USD. Namun, sentimen global yang positif terhadap aset berisiko (termasuk ketika emas menguat, ini bisa jadi pertanda ketidakpastian global membesar, yang ironisnya bikin aset berisiko tertekan – wait, this is a bit tricky, but in this case, trade jitters and Fed cut bets are bullish for gold, which often means dollar weakness, so GBP/USD can get a boost) bisa memberi angin segar bagi Pound Sterling. Jika dolar AS melemah akibat sentimen emas yang positif, maka GBP/USD berpotensi menguat. Perlu dicatat, sentimen pasar adalah kunci di sini; jika kekhawatiran dagang AS mereda, maka aset berisiko seperti GBP bisa saja menguat lebih kencang, sementara emas mungkin sedikit tertekan.

Bagaimana dengan USD/JPY? Pasangan ini punya korelasi yang agak unik dengan emas. USD/JPY cenderung bergerak searah dengan dolar AS. Jika dolar AS melemah karena sentimen risk-on atau harapan Fed pivot, maka USD/JPY berpotensi turun. Sebaliknya, jika dolar AS menguat, USD/JPY akan naik. Nah, dalam konteks ini, kenaikan emas karena trade jitters biasanya diasosiasikan dengan ketidakpastian global, yang kadang membuat investor lari dari aset berisiko. Tapi, jika kenaikannya lebih didorong oleh ekspektasi Fed pivot, ini bisa berarti dolar melemah, sehingga USD/JPY bisa tertekan. Ini adalah poin yang perlu dicermati lebih dalam dari sudut pandang teknikal dan fundamental yang lebih luas.

Peluang untuk Trader

Situasi seperti ini memang selalu membuka peluang, tapi juga sekaligus menyimpan jebakan. Nah, untuk para trader, ada beberapa hal yang perlu dicermati.

Pertama, perhatikan pasangan mata uang yang punya korelasi kuat dengan dolar AS, seperti EUR/USD dan GBP/USD. Jika sentimen dolar AS melemah berlanjut karena kekhawatiran dagang dan ekspektasi pelonggaran The Fed, kedua pasangan ini bisa menjadi area yang menarik untuk dicari peluang beli (long). Perhatikan level-level teknikal penting: untuk EUR/USD, area support di sekitar 1.0800-1.0850 akan menjadi benteng pertahanan pertama jika terjadi koreksi. Jika berhasil menembus resistance sebelumnya di 1.0950, ada potensi kenaikan lebih lanjut menuju 1.1000. Untuk GBP/USD, level 1.2600-1.2650 bisa menjadi area penting. Jika berhasil bertahan di atas level ini dan menembus 1.2700, ada peluang untuk menguji 1.2800.

Kedua, XAU/USD itu sendiri. Kenaikan emas yang menembus $5,200 dengan volume yang cukup kuat menandakan adanya momentum bullish. Trader yang berani bisa mempertimbangkan untuk mencari peluang beli jika terjadi pullback atau koreksi minor ke area sekitar $5,180-$5,200. Target awal bisa jadi di level tertinggi baru, atau jika pasar semakin optimis, bisa saja menyentuh level psikologis selanjutnya di $5,300. Tapi ingat, emas juga bisa sangat volatil. Jika sentimen global tiba-tiba berubah menjadi risk-on (misalnya ada kesepakatan dagang yang mengejutkan), emas bisa saja terkoreksi tajam. Jadi, manajemen risiko adalah kunci utama di sini. Gunakan stop-loss yang ketat.

Ketiga, jangan lupakan USD/JPY. Jika dolar AS melemah, USD/JPY berpotensi turun. Trader yang berani bisa mencari peluang jual di sekitar level resistance penting, misalnya 147.00, dengan target ke bawah menuju 146.00 atau bahkan 145.00. Namun, penting untuk diingat bahwa intervensi dari Bank of Japan (BoJ) selalu menjadi risiko bagi trader yang bermain melawan yen. BoJ bisa saja melakukan intervensi jika pelemahan yen terlalu cepat dan ekstrem.

Yang perlu dicatat adalah bahwa pasar saat ini bergerak cepat mengikuti berita. Jadi, update terus berita-berita ekonomi dan pernyataan dari para pejabat bank sentral.

Kesimpulan

Secara garis besar, lonjakan harga emas ke level $5,200 adalah cerminan dari ketidakpastian yang masih membayangi pasar global. "Trade jitters" yang dipicu oleh potensi kebijakan dagang AS, ditambah dengan spekulasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed, menciptakan badai sempurna yang membuat emas kembali bersinar sebagai aset safe haven.

Ke depan, pergerakan emas akan sangat bergantung pada perkembangan isu perdagangan AS dan sinyal yang diberikan oleh The Fed. Jika ketegangan dagang terus memuncak dan The Fed semakin condong untuk memotong suku bunga, bukan tidak mungkin emas akan terus merangkak naik. Sebaliknya, jika ada kesepakatan dagang yang positif atau The Fed memberikan sinyal bahwa mereka akan menahan suku bunga lebih lama, emas bisa mengalami koreksi.

Para trader perlu cermat membaca sentimen pasar, memantau level-level teknikal penting, dan yang terpenting, selalu menerapkan manajemen risiko yang baik. Pasar finansial itu dinamis, dan apa yang terlihat cerah hari ini, bisa berubah drastis esok hari. Tetap waspada dan semoga cuan selalu menyertai Anda!


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`