GBP/USD Meroket ke Atas 1.40? Benarkah Pound 'Perkasa' Atau Dolar 'Terluka'?

GBP/USD Meroket ke Atas 1.40? Benarkah Pound 'Perkasa' Atau Dolar 'Terluka'?

GBP/USD Meroket ke Atas 1.40? Benarkah Pound 'Perkasa' Atau Dolar 'Terluka'?

Sahabat trader sekalian, minggu ini pasar mata uang kembali dihebohkan dengan pergerakan ajaib di pasangan GBP/USD. Siapa sangka, Poundsterling yang sempat tertatih-tatih kini justru melesat tajam, bahkan sempat menyentuh level tertinggi sejak September 2021! Kabar terbaru dari Scotiabank semakin memanaskan suasana, mengindikasikan potensi GBP/USD terbang lebih tinggi lagi, bahkan menembus angka psikologis 1.40. Nah, apa sih sebenarnya yang lagi terjadi, dan bagaimana dampaknya buat portofolio kita?

Apa yang Terjadi?

Simpelnya, lonjakan GBP/USD kali ini didorong oleh dua faktor utama yang saling berkaitan: penguatan Poundsterling dan pelemahan Dolar Amerika Serikat (USD). Seolah-olah, pasar sedang melakukan tukar guling aset, membuang USD dan memburu GBP.

Dari sisi Poundsterling, ada beberapa katalis positif yang patut dicermati. Pertama, data ekonomi Inggris yang terus menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Inflasi yang mulai terkendali, meskipun masih di atas target bank sentral, memberikan sedikit ruang bernapas bagi Bank of England (BoE) untuk tidak perlu terus-terusan menaikkan suku bunga secara agresif. Selain itu, data tenaga kerja yang solid dan sektor jasa yang kembali bergeliat juga memberikan sentimen positif. Pasar melihat bahwa ekonomi Inggris punya resiliensi yang cukup baik dalam menghadapi tantangan global.

Di sisi lain, Dolar AS justru sedang mengalami tekanan jual yang cukup signifikan. Salah satu penyebab utamanya adalah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Beberapa pejabat The Fed belakangan ini memberikan sinyal bahwa siklus kenaikan suku bunga mungkin akan segera berakhir, atau bahkan mungkin akan ada pemangkasan suku bunga di akhir tahun jika data ekonomi mendukung. Pergeseran nada dari bank sentral AS ini tentu saja membuat investor kurang tertarik untuk menahan aset berdenominasi Dolar. Bayangkan saja, kalau imbal hasil investasi (suku bunga) mau turun, buat apa kita pegang Dolar kalau ada aset lain yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi?

Lebih lanjut, data inflasi AS yang belakangan ini menunjukkan sedikit perlambatan juga memperkuat narasi bahwa The Fed mungkin sudah hampir selesai dengan kampanye kenaikan suku bunganya. Pasar finansial sangat peka terhadap perubahan kebijakan moneter, dan sinyal "hawkish" dari The Fed yang dulu sangat kuat, kini mulai melunak. Ini menciptakan "jendela peluang" bagi mata uang lain untuk menguat terhadap Dolar.

Dampak ke Market

Pergerakan GBP/USD yang signifikan ini tentu saja menciptakan efek domino di pasar mata uang global.

Untuk pasangan EUR/USD, tren pelemahan Dolar juga turut memberikan dorongan positif. Meskipun Euro sendiri memiliki tantangan domestik, namun pelemahan Dolar seringkali menjadi pendorong utama kenaikan EUR/USD. Jika Dolar terus melemah, EUR/USD berpotensi melanjutkan penguatannya, meskipun mungkin tidak secepat GBP/USD.

Pasangan GBP/JPY, yang mencerminkan kekuatan Poundsterling terhadap Yen Jepang, juga menunjukkan pergerakan naik yang menarik. Penguatan Pound ini perlu diwaspadai oleh trader yang memegang posisi jual di GBP/JPY. Dari sisi teknikal, kita perlu mencermati level resistance kunci yang bisa menjadi penentu tren selanjutnya.

Yang menarik, pergerakan Dolar AS juga berimplikasi pada aset safe haven seperti Emas (XAU/USD). Ketika Dolar melemah, emas seringkali menjadi pilihan alternatif bagi investor untuk melindungi nilai aset mereka. Lonjakan Dolar yang tertahan, bahkan cenderung melemah, bisa memberikan angin segar bagi harga emas untuk kembali merangkak naik. Jadi, tidak heran jika kita melihat korelasi terbalik antara Dolar dan Emas belakangan ini.

Peluang untuk Trader

Nah, dari semua drama ini, apa saja peluang yang bisa kita manfaatkan?

Pertama, perhatikan baik-baik pasangan GBP/USD. Scotiabank sendiri melihat potensi bullish berkelanjutan. Secara teknikal, setelah berhasil menembus level resistance penting di area 1.37-1.38, target selanjutnya adalah area 1.40. Trader yang memiliki strategi trend-following bisa mencari setup buy di area konsolidasi saat ini, dengan manajemen risiko yang ketat. Pastikan untuk menempatkan stop loss di bawah level support terdekat, misalnya di area 1.3750 atau 1.3700, untuk melindungi modal jika terjadi reversal mendadak.

Kedua, GBP/JPY patut diperhatikan. Jika Pound terus menguat, pasangan ini berpotensi melanjutkan kenaikannya. Namun, perlu dicatat bahwa Yen Jepang juga memiliki faktor-faktor penguatnya sendiri, terutama jika sentimen risiko global meningkat. Jadi, pergerakan GBP/JPY bisa jadi lebih bergejolak. Trader bisa mencari setup buy pada pullback ke level support yang signifikan.

Yang ketiga, perhatikan potensi penyebaran penguatan Pound ke mata uang lain. Jika Pound terus menunjukkan kekuatannya, bukan tidak mungkin GBP akan menguat juga terhadap mata uang negara maju lainnya, seperti AUD, NZD, atau bahkan CHF. Ini bisa menjadi peluang untuk mencari setup buy di pasangan seperti GBP/AUD atau GBP/NZD.

Namun, jangan lupa! Pasar tidak pernah bergerak linear. Setiap penguatan yang tajam biasanya diikuti oleh fase konsolidasi atau bahkan koreksi. Yang perlu dicatat, sentimen pasar bisa berubah secepat kilat. Berita ekonomi yang mengejutkan dari AS, Inggris, atau bahkan dari negara-negara besar lainnya bisa membalikkan tren dalam sekejap. Oleh karena itu, selalu siapkan strategi manajemen risiko yang matang dan jangan pernah serakah.

Kesimpulan

Pergerakan GBP/USD yang agresif minggu ini adalah cerminan dari dinamika kebijakan moneter global dan sentimen risiko yang terus berubah. Pelemahan Dolar AS, yang didorong oleh ekspektasi perlambatan kenaikan suku bunga The Fed, menjadi katalis utama bagi Poundsterling untuk melesat. Scotiabank yang memprediksi potensi GBP/USD menembus 1.40 semakin menambah keyakinan bagi para bull.

Bagi kita sebagai trader retail, ini adalah momen yang menarik untuk mencermati pergerakan pasar. Ada potensi peluang di pasangan mata uang yang melibatkan Dolar AS dan Poundsterling. Namun, selalu ingat prinsip utama: ikuti tren, kelola risiko dengan bijak, dan jangan pernah berhenti belajar. Pasar finansial selalu menawarkan kejutan, dan kesiapan adalah kunci untuk menghadapinya.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`