Geger Fed: Nominee Terganjal, Jerome Powell Jadi Sasaran? Apa Dampaknya ke Dolar dan Emas?

Geger Fed: Nominee Terganjal, Jerome Powell Jadi Sasaran? Apa Dampaknya ke Dolar dan Emas?

Geger Fed: Nominee Terganjal, Jerome Powell Jadi Sasaran? Apa Dampaknya ke Dolar dan Emas?

Halo, para trader! Lagi asyik pantau chart, tiba-tiba muncul kabar yang bikin suasana market jadi sedikit tegang. Dari Washington, muncul berita bahwa proses penentuan calon-calon penting di The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) lagi-lagi menemui hambatan. Bukan sembarang hambatan, kali ini datang dari seorang Senator yang punya pengaruh besar, yaitu Senator Thom Tillis. Beliau bersikukuh menahan nominasi calon-calon The Fed, bahkan setelah ada tawaran terbaru dari Kementerian Keuangan (Treasury). Nah, alasan di baliknya inilah yang bikin penasaran: Tillis ingin menyelesaikan dulu penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell. Waduh, kok bisa begini?

Apa yang Terjadi?

Jadi begini ceritanya. Presiden Trump punya rencana besar untuk menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya. Warsh ini bukan orang sembarangan, dia punya rekam jejak di The Fed sebelumnya, dan kehadirannya diyakini bisa membawa angin segar, terutama dalam hal kebijakan moneter yang lebih konservatif. Tapi, rencana ini terbentur tembok kokoh. Senator Thom Tillis, yang merupakan anggota senior di Komite Perbankan Senat, punya posisi tawar yang kuat untuk menunda atau bahkan membatalkan nominasi ini.

Poin utamanya, Tillis tidak akan melepas jabatannya menahan para nominee The Fed sampai ada kejelasan soal penyelidikan kriminal yang menimpa Jerome Powell. Ini adalah isu yang cukup sensitif, karena menyangkut integritas dan kredibilitas pucuk pimpinan bank sentral terkuat di dunia. Meskipun excerpt beritanya belum menjelaskan secara detail apa bentuk "penyelidikan kriminal" ini atau siapa yang melaporkannya, fakta bahwa isu ini diangkat oleh seorang senator senior sudah cukup untuk menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Ada tawaran dari Treasury yang kabarnya sudah diajukan untuk meredakan situasi ini, tapi tampaknya Tillis belum terkesan. Sikap kerasnya ini bisa jadi merupakan strategi politik, atau memang ada kekhawatiran serius yang mendasarinya terkait masalah Powell. Yang perlu dicatat, penundaan nominasi ini bukan hanya soal siapa yang akan duduk di kursi pimpinan The Fed, tapi juga bisa berdampak pada kelancaran operasional dan pengambilan keputusan bank sentral itu sendiri. Bayangkan saja, ketika pucuk pimpinannya sedang dalam pusaran isu sensitif, bagaimana dewan gubernur yang lain bisa fokus bekerja optimal?

Dampak ke Market

Nah, berita seperti ini tentu saja tidak akan luput dari perhatian pasar finansial global. Dolar AS, misalnya, bisa menjadi salah satu aset yang paling terpengaruh. Ketidakpastian seputar kepemimpinan The Fed bisa memicu sentimen risk-off, yang biasanya membuat dolar menguat karena dianggap sebagai aset safe haven di saat genting. Namun, di sisi lain, keraguan terhadap stabilitas The Fed juga bisa melemahkan kepercayaan terhadap mata uang AS. Jadi, efeknya bisa bolak-balik, tergantung sentimen pelaku pasar saat itu.

Bagaimana dengan pasangan mata uang lain? Untuk EUR/USD, jika dolar AS menguat karena risk-off, pasangan ini cenderung turun. Sebaliknya, jika keraguan terhadap The Fed lebih dominan, euro bisa saja menguat terhadap dolar yang tertekan. GBP/USD juga akan merasakan imbasnya, bergerak searah dengan pergerakan dolar. Untuk USD/JPY, dinamikanya bisa lebih kompleks. Yen Jepang juga sering dianggap safe haven, jadi jika ketidakpastian di AS memicu risk-off global, USD/JPY bisa turun. Tapi, jika fokus pasar tertuju pada isu The Fed itu sendiri, pergerakan dolar terhadap yen bisa lebih volatil.

Dan tentu saja, emas! Logam mulia ini seringkali menjadi pelarian investor ketika ada ketidakpastian ekonomi atau politik. Jika isu The Fed ini dianggap serius dan menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas kebijakan moneter AS, XAU/USD (emas terhadap dolar AS) berpotensi bergerak naik. Emas memang sensitif terhadap sentimen risk-off dan ketidakpastian geopolitik. Jadi, berita ini bisa jadi katalis positif bagi si kuning.

Peluang untuk Trader

Situasi seperti ini memang bisa jadi "angin segar" sekaligus "angin kencang" bagi para trader. Kita perlu cermati lebih dalam.

Pertama, perhatikan EUR/USD. Jika sentimen risk-off mendominasi dan dolar AS cenderung menguat, kita bisa mencari peluang short di EUR/USD. Level support penting yang perlu dipantau adalah di sekitar 1.1700-1.1750. Jika level ini ditembus, ada potensi penurunan lebih lanjut. Namun, jika pasar melihat isu The Fed ini sebagai gangguan internal yang tidak akan berdampak jangka panjang pada kebijakan suku bunga, maka euro bisa saja mengambil momentum untuk menguat.

Kedua, GBP/USD. Sama seperti EUR/USD, pergerakan GBP/USD akan sangat dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS. Jika dolar menguat, ada peluang short di GBP/USD, terutama jika pasar juga mulai mencemaskan isu Brexit yang tak kunjung usai. Level support kunci yang bisa diperhatikan adalah di sekitar 1.3800.

Ketiga, USD/JPY. Di sini, kita perlu melihat mana yang lebih dominan: sentimen safe haven yen atau kekuatan dolar. Jika ketidakpastian The Fed justru membuat investor mencari aset aman global, maka USD/JPY berpotensi turun. Level support yang relevan adalah di sekitar 109.00. Namun, jika fokus hanya pada masalah internal The Fed dan tidak memicu kepanikan global, USD/JPY bisa saja bertahan atau bahkan menguat jika ada data ekonomi AS yang positif.

Keempat, XAU/USD (Emas). Ini adalah aset yang paling mungkin diuntungkan dari ketidakpastian. Jika sentimen risk-off benar-benar menguat akibat isu The Fed, emas bisa melesat naik. Level resistensi penting yang perlu dicermati adalah di sekitar $1900 per ons. Jika level ini berhasil ditembus, ada potensi kenaikan lebih lanjut menuju $1950 atau bahkan $2000. Tentu saja, manajemen risiko sangat krusial di sini.

Kesimpulan

Intinya, berita tentang Senator Tillis yang menahan nominee The Fed karena isu penyelidikan terhadap Jerome Powell ini adalah pengingat bahwa dunia finansial penuh dengan ketidakpastian, bahkan di jantungnya sistem keuangan global. Ini bukan sekadar drama politik di Washington, melainkan sebuah isu yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan aset-aset utama di pasar.

Bagi kita para trader, penting untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan lebih lanjut. Apakah penyelidikan ini akan berlanjut? Bagaimana respons The Fed dan Gedung Putih? Apakah Kevin Warsh akan tetap jadi kandidat utama? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan sangat menentukan sentimen pasar dalam beberapa waktu ke depan. Sederhananya, mari kita siapkan diri untuk volatilitas yang mungkin meningkat dan selalu ingat untuk menerapkan manajemen risiko yang ketat dalam setiap keputusan trading kita. Tetap disiplin, tetap curious, dan semoga cuan menyertai!


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`