Goolsbee Bikin Deg-degan Pasar: Kapan The Fed Mau Ngedrop Suku Bunga?

Goolsbee Bikin Deg-degan Pasar: Kapan The Fed Mau Ngedrop Suku Bunga?

Goolsbee Bikin Deg-degan Pasar: Kapan The Fed Mau Ngedrop Suku Bunga?

Siapa bilang pernyataan satu pejabat The Fed nggak bisa bikin market bergejolak? Belakangan ini, omongan dari Thomas B. Goolsbee, Presiden Federal Reserve Chicago, emang lagi jadi sorotan para trader. Kenapa? Karena doi ngasih sinyal yang bikin kita semua bertanya-tanya: apakah The Fed udah siap nurunin suku bunga, atau malah masih bakal nahan? Nah, mari kita bedah apa aja yang diomongin Goolsbee dan dampaknya buat portofolio kita.

Apa yang Terjadi?

Jadi gini, Pak Goolsbee ini baru aja ngadain sesi pidato di National Association for Business Economics (NABE) Conference. Awalnya, doi cerita sedikit soal pengalaman kocak waktu harus ngurus SIM di tengah pandemi, yang nyaris bikin doi telat ngisi acara. Tapi, yang bikin kuping kita langsung tegak adalah kelanjutan dari obrolan santai itu. Goolsbee ngaku kalau posisi suku bunga The Fed saat ini "tidak jelas" apakah masih benar-benar ketat (restrictive).

Ini poin penting, guys. Selama ini kita paham The Fed udah naikin suku bunga secara agresif buat ngehantam inflasi. Nah, pernyataan Goolsbee ini kayak ngasih kode halus kalau mungkin aja laju kenaikan suku bunga ini udah pas, atau bahkan udah kelewatan ketatnya. Tapi, jangan buru-buru euforia dulu. Goolsbee juga menegaskan, kalau inflasi yang masih di level 3% itu "belum cukup bagus". Target The Fed itu kan biasanya di 2%, jadi masih ada PR yang harus diselesaikan.

Menariknya, doi optimis kalau bisa ada pemotongan suku bunga tahun ini, TAPI ada syaratnya: inflasi harus beneran menuju target. Doi juga ngasih peringatan keras, jangan sampai kita ngarep-ngarep kenaikan produktivitas yang bakal nurunin inflasi, apalagi buat jadi alasan nurunin suku bunga. Kenapa? Karena Goolsbee bilang, pertumbuhan ekonomi belakangan ini lebih banyak didorong oleh belanja konsumen, bukan investasi AI atau hal lain yang berhubungan sama produktivitas jangka panjang. Jadi, kalau The Fed nurunin suku bunga duluan sebelum inflasi beneran terkendali, itu bisa bikin ekonomi malah jadi kepanasan (overheating).

Terus, ada lagi yang bikin doi agak was-was, yaitu inflasi inti di sektor jasa (core services inflation) di luar perumahan yang katanya masih "membandel" alias sulit turun. Ini artinya, tekanan harga di sektor-sektor ini masih perlu dicermati ketat. Jadi, simpelnya, Goolsbee ngasih lampu hijau buat kemungkinan penurunan suku bunga, tapi dengan banyak catatan dan syarat yang harus dipenuhi dulu oleh kondisi ekonomi riil.

Dampak ke Market

Nah, dari pernyataan Goolsbee yang agak "abu-abu" ini, dampaknya ke market lumayan terasa.

  • EUR/USD: Dolar AS (USD) yang tadinya sempat menguat gara-gara kekhawatiran inflasi, bisa aja mulai goyang. Kalau sinyal The Fed ini diinterpretasikan sebagai "mulai melunak", permintaan USD bisa berkurang, dan EUR/USD bisa punya potensi menguat. Level kunci yang perlu diperhatikan di sini adalah area support 1.0800 dan resistance di 1.0950. Kalau tembus resistance, EUR/USD bisa lanjut naik.
  • GBP/USD: Mirip dengan EUR/USD, Sterling (GBP) juga bisa diuntungkan kalau pasar menangkap sinyal pelonggaran kebijakan dari The Fed. Tapi, Inggris juga punya sentimen ekonominya sendiri, jadi pergerakannya mungkin nggak se-ekstrem EUR/USD. Perhatikan level support di 1.2500 dan resistance di 1.2700.
  • USD/JPY: Nah, ini pasangan yang menarik. Kalau The Fed mulai mengisyaratkan pelonggaran, ini berlawanan dengan kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang masih super akomodatif. Potensinya, USD/JPY bisa bergerak turun (Yen menguat). Tapi, level 150 di USD/JPY itu krusial. Kalau berhasil ditembus ke bawah secara signifikan, pergerakan turunnya bisa makin dalam. Sebaliknya, kalau tetap bertahan di atas 150, tekanan jual ke Yen bisa mereda.
  • XAU/USD (Emas): Emas itu aset safe haven yang sensitif sama ekspektasi suku bunga. Kalau pasar mulai yakin The Fed bakal nurunin suku bunga, imbal hasil obligasi AS bisa turun, yang mana ini bikin emas lebih menarik (karena emas nggak ngasih bunga). Jadi, potensi emas untuk naik bisa terbuka lebar, terutama kalau inflasi juga masih jadi perhatian. Level support emas di sekitar 2250 USD per ounce, dan resistance di 2400 USD per ounce. Kalau tembus resistance, bisa jadi awal rally baru.

Secara umum, sentimen market bakal sedikit berubah. Fokus akan bergeser dari "seberapa tinggi suku bunga akan naik?" menjadi "kapan suku bunga akan mulai turun, dan seberapa cepat?". Ini bisa memicu volatilitas di berbagai aset.

Peluang untuk Trader

Dari pernyataan Goolsbee, ada beberapa peluang yang bisa kita manfaatkan, tapi dengan kehati-hatian tentunya.

  1. Perhatikan EUR/USD dan GBP/USD: Kalau sinyal pelonggaran The Fed ini kuat, kedua pasangan ini punya potensi untuk menguat. Cari setup buy ketika ada konfirmasi pergerakan naik setelah pernyataan Goolsbee. Targetnya bisa di level resistance terdekat. Tapi ingat, pastikan ada konfirmasi teknikal juga, jangan cuma ngandelin berita.
  2. USD/JPY untuk Posisi Jual (Short): Dengan asumsi The Fed melunak dan BoJ masih ultraloose, Yen berpotensi menguat. Cari peluang sell di USD/JPY ketika ada konfirmasi pelemahan. Tapi, level 150 itu psikologis. Kalaupun turun, jangan berharap langsung terjun bebas. Mungkin pergerakannya akan lebih bertahap.
  3. Emas (XAU/USD) untuk Posisi Beli (Long): Potensi kenaikan emas cukup menarik. Kalau inflasi tetap mengkhawatirkan dan The Fed mengisyaratkan pelonggaran, emas bisa jadi pilihan. Cari setup buy ketika emas memantul dari level support penting atau saat breakout dari pola konsolidasi ke atas.
  4. Hati-hati dengan Volatilitas: Pernyataan pejabat The Fed selalu jadi katalisator pergerakan market. Selama pasar masih mencerna informasi ini, volatilitas bisa meningkat. Gunakan stop loss yang ketat dan jangan over-leverage.

Yang perlu dicatat, ini baru satu suara dari The Fed. Masih ada pejabat lain yang akan memberikan pandangan mereka. Jadi, jangan langsung bikin keputusan besar hanya berdasarkan satu pernyataan. Pantau terus berita dan data ekonomi selanjutnya, terutama data inflasi AS dan juga pidato dari pejabat The Fed lainnya.

Kesimpulan

Pernyataan Goolsbee ini memang kayak memutar telinga kita. Di satu sisi, ada harapan The Fed mulai "memanusiakan" kembali kebijakan moneternya dengan potensi penurunan suku bunga tahun ini. Tapi di sisi lain, doi juga ngasih pengingat bahwa inflasi belum sepenuhnya jinak, dan ekonomi masih punya dinamika yang harus dicermati.

Jadi, buat kita sebagai trader, ini adalah momen untuk tetap waspada, tapi juga mencari peluang. Perhatikan pair-pair yang potensial terpengaruh oleh perubahan ekspektasi suku bunga AS, dan jangan lupa sandingkan dengan analisis teknikal. Ingat, volatilitas bisa jadi teman sekaligus musuh kita di pasar.

Ke depan, mata kita akan tertuju pada data inflasi AS dan juga komentar dari pejabat The Fed lainnya. Pasar akan mencoba mengukur seberapa besar probabilitas penurunan suku bunga di bulan-bulan mendatang. Siap-siap, karena aksi The Fed di tahun ini akan terus jadi panggung utama pergerakan pasar finansial global.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`