Harga Emas: Di Bawah Rp 2 Juta, Pengaruh Pernyataan The Fed Jadi Sorotan
Pergerakan Harga Emas
Harga emas melemah mendekati $2.295 pada hari Senin. Laporan Ketenagakerjaan Non-pertanian (Nonfarm Payrolls) menunjukkan penambahan 175 ribu pada bulan April, lebih rendah dari perkiraan 315 ribu dan lebih lemah dari bulan sebelumnya.
Anggota Dewan Federal Reserve (Fed), Michelle Bowman, menyatakan bahwa ia bersedia menaikkan suku bunga lebih lanjut jika data menunjukkan kemajuan inflasi terhenti atau berbalik arah.
Kondisi Pasar
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai dolar terhadap mata uang asing utama, menguat ke 105,12. Data ketenagakerjaan AS menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Tingkat Pengangguran naik ke 3,9% dan Penghasilan Per Jam Rata-rata turun 3,9% secara tahunan (YoY) pada bulan April. Indeks Pembelian Manajer (PMI) Jasa ISM juga turun ke wilayah kontraksi, yaitu 49,4 pada bulan April.
Data tersebut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga oleh Fed, di mana pelaku pasar memperkirakan 38 basis poin penurunan suku bunga pada akhir tahun. Harga emas sempat naik ke $2.320 karena data ekonomi AS yang lemah, tetapi koreksi terjadi setelah komentar hawkish (keras) dari Fed.
Pertanyaan mengenai Harga Emas: Di Bawah Rp 2 Juta, Pengaruh Pernyataan The Fed Jadi Sorotan :
Q: Mengapa harga emas melemah pada hari Senin?
A: Laporan Ketenagakerjaan Non-pertanian menunjukkan penambahan pekerjaan yang lebih rendah dari perkiraan, yang meningkatkan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga oleh Fed.
Q: Siapa yang menyatakan kesediaan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut?
A: Anggota Dewan Federal Reserve (Fed), Michelle Bowman.
Q: Apa yang ditunjukkan oleh data ekonomi AS?
A: Tanda-tanda perlambatan ekonomi, seperti kenaikan tingkat pengangguran, penurunan penghasilan per jam, dan penurunan Indeks Pembelian Manajer (PMI) Jasa ISM.
Q: Ke mana harga emas naik setelah data ekonomi AS yang lemah?
A: $2.320.
Q: Apa yang menyebabkan koreksi harga emas?
A: Komentar hawkish dari anggota Fed yang menunjukkan kesediaan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut.