Harga Emas Merosot karena Dolar AS Menguat

Harga Emas Merosot karena Dolar AS Menguat

Harga Emas Turun, Dipengaruhi oleh Meningkatnya Permintaan Dolar AS

Pada Rabu kemarin, harga emas mengalami penurunan karena permintaan terhadap Dolar AS yang meningkat. Investor memperkirakan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada tahun 2024 akan lebih rendah. Meski demikian, permintaan akan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik dan ketidakpastian, serta pembelian emas berkelanjutan oleh bank sentral, dapat berkontribusi pada kenaikan harga emas.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Komentar bernada hawkish dari para pejabat Fed mengurangi harapan akan potensi pemotongan suku bunga pada tahun 2024, meskipun laporan pekerjaan AS pada bulan April lebih lemah dari perkiraan. Para pedagang emas akan mengamati sentimen konsumen dari University of Michigan pada hari Jumat. Pernyataan hawkish dari para pembuat kebijakan Fed dapat mengangkat nilai Dolar AS dan membebani emas yang didenominasi dolar AS. Selain itu, peluncuran serangan oleh pasukan Israel di kota paling selatan Gaza dan penambahan 60.000 ons emas oleh Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) ke cadangan emasnya juga menjadi faktor yang memengaruhi harga emas.

Analisis Teknis Emas

Harga emas terlihat melemah pada hari itu. Namun, prospek positif logam kuning dalam jangka panjang tetap tidak berubah karena XAU/USD berada di atas 100-hari Exponential Moving Average (EMA) dengan kemiringan ke atas. Dalam jangka pendek, harga emas telah terjebak dalam saluran tren menurun sejak pertengahan April. Sikap bearish ini dikonfirmasi oleh 14-hari Relative Strength Index (RSI), yang berada di bawah garis tengah 50.

Pertanyaan mengenai Harga Emas Merosot karena Dolar AS Menguat :

Q: Apa yang menyebabkan penurunan harga emas pada hari Rabu?

A: Peningkatan permintaan terhadap Dolar AS.

Q: Mengapa permintaan terhadap Dolar AS meningkat?

A: Investor memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga Fed pada tahun 2024 akan lebih rendah.

Q: Faktor-faktor lain apa yang dapat memengaruhi harga emas?

A: Permintaan akan aset safe haven, pembelian emas oleh bank sentral, dan pernyataan hawkish dari pembuat kebijakan Fed.

Q: Bagaimana pernyataan hawkish dari Fed memengaruhi emas?

A: Dapat mengangkat nilai Dolar AS dan membebani emas yang didenominasi dolar AS.

Q: Bagaimana prospek harga emas dalam jangka panjang?

A: Tetap positif karena berada di atas 100-hari Exponential Moving Average (EMA) dengan kemiringan ke atas.

Q: Apa indikasi sikap bearish dalam jangka pendek?

A: Harga emas telah terjebak dalam saluran tren menurun sejak pertengahan April dan 14-hari Relative Strength Index (RSI) berada di bawah garis tengah 50.

Q: Mengapa orang berinvestasi pada Emas?

A: Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain untuk perhiasan, logam mulia juga banyak dipandang sebagai aset perlindungan, artinya emas dianggap sebagai investasi yang baik pada saat terjadi gejolak.

Q: Siapa pembeli Emas terbesar?

A: Bank sentral adalah pemegang Emas terbesar. Dalam upaya untuk mendukung mata uang mereka di masa-masa sulit, bank sentral cenderung melakukan diversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan atas solvabilitas suatu negara.

Q: Bagaimana korelasi Emas dengan aset lainnya?

A: Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan dan perlindungan utama. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, memungkinkan investor dan bank sentral untuk melakukan diversifikasi aset mereka pada saat terjadi gejolak.

Q: Apa yang memengaruhi harga Emas?

A: Harga Emas dapat berubah karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau kekhawatiran akan resesi yang mendalam dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset perlindungan. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik ketika suku bunga lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning ini. Namun, sebagian besar pergerakan harga Emas bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dibanderol dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

WhatsApp
`