Harga Emas Naik di Arab Saudi

Harga Emas Naik di Arab Saudi

Harga emas mengalami kenaikan di Arab Saudi pada hari Kamis, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh FXStreet. Harga emas berada di angka 365,89 Riyal Saudi (SAR) per gram, meningkat dibandingkan dengan harga SAR 364,20 pada hari Rabu. Harga emas juga naik menjadi SAR 4.267,61 per tola dari SAR 4.248,00 per tola sehari sebelumnya.

Satuan Ukur Harga Emas dalam SAR

  • 1 Gram: 365,89 SAR
  • 10 Grams: 3.658,85 SAR
  • Tola: 4.267,61 SAR
  • Troy Ounce: 11.380,42 SAR

FXStreet menghitung harga emas di Arab Saudi dengan menyesuaikan harga internasional (USD/SAR) ke mata uang lokal dan satuan pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan tingkat pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga ini hanya untuk referensi dan tarif lokal dapat sedikit berbeda.

FAQ Emas

Mengapa orang berinvestasi di Emas?

Emas memiliki peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan medium pertukaran. Saat ini, selain kilauan dan penggunaannya dalam perhiasan, logam mulia ini juga dianggap sebagai aset safe-haven, artinya merupakan investasi yang baik di masa-masa sulit. Emas juga dilihat sebagai pelindung terhadap inflasi dan mata uang yang menyusut nilainya karena tidak tergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Siapa yang membeli Emas terbanyak?

Bank sentral adalah pemegang emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang di masa yang penuh gejolak, bank sentral cenderung melakukan diversifikasi cadangan dan membeli emas untuk meningkatkan persepsi kekuatan ekonomi dan mata uang. Cadangan emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini adalah pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara berkembang seperti China, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan emas mereka.

Bagaimana Emas terkait dengan aset lainnya?

Emas memiliki korelasi terbalik dengan US Dollar dan US Treasuries, yang keduanya merupakan aset cadangan dan safe-haven utama. Ketika Dollar melemah, harga emas cenderung naik, memungkinkan investor dan bank sentral untuk melakukan diversifikasi aset di masa-masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset berisiko. Kenaikan di pasar saham cenderung melemahkan harga emas, sementara penjualan di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Apa yang mempengaruhi harga Emas?

Harga emas dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau kekhawatiran akan resesi yang mendalam dapat dengan cepat membuat harga emas melambung karena statusnya sebagai safe-haven. Sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil, emas cenderung naik saat suku bunga rendah, sedangkan biaya uang yang lebih tinggi biasanya menekan logam kuning ini. Namun, sebagian besar pergerakan harga berkaitan dengan bagaimana perilaku US Dollar (USD) karena aset ini dihargai dalam dolar (XAU/USD). Dollar yang kuat cenderung mempertahankan harga emas tetap terkontrol, sedangkan Dollar yang lebih lemah kemungkinan besar akan mendorong harga emas naik.