Harga Emas Naik Setelah Kabar Serangan Israel ke Iran
Naiknya Harga Emas karena Risiko Meningkat
Harga emas naik ke hampir $2.410 per troy ounce pada Jumat pagi. Logam yang dianggap aman ini menguat karena sentimen menghindari risiko melanda pasar keuangan. Hal ini terjadi setelah ABC News melaporkan bahwa rudal-rudal Israel menghantam sebuah lokasi di Iran, yang memperburuk ketegangan di Timur Tengah.
Penyebab Kenaikan Harga Emas
Menurut Reuters, yang mengutip Kantor Berita Fars Iran, warga setempat melaporkan mendengar ledakan di bandara Isfahan. Namun, penyebab ledakan ini belum diketahui. Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan detail yang lebih pasti tentang insiden tersebut. Di sisi lain, nilai tukar Dolar AS juga menguat. Hal ini terjadi karena para pejabat Federal Reserve (Fed) menyampaikan pesan yang cenderung menaikkan suku bunga pada hari Kamis. Akibatnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS dan nilai tukar Dolar AS naik, yang membatasi kenaikan harga emas.
Pengaruh Dolar AS pada Harga Emas
Dolar AS yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic, menekankan bahwa inflasi AS sangat tinggi dan menekankan bahwa Fed masih perlu mengambil tindakan untuk mengatasinya. Sementara itu, Presiden Fed New York, John Williams, menekankan komitmen Fed untuk bergantung pada data dan menyatakan bahwa ia saat ini tidak melihat kebutuhan langsung untuk menurunkan suku bunga.
Pertanyaan mengenai Harga Emas Naik Setelah Kabar Serangan Israel ke Iran :
Q: Apa yang menyebabkan kenaikan harga emas?
A: Kenaikan disebabkan oleh sentimen menghindari risiko di pasar keuangan setelah laporan rudal Israel menghantam Iran.
Q: Siapa yang melaporkan tentang ledakan di Iran?
A: Kantor Berita Fars Iran, dikutip oleh Reuters.
Q: Apa pengaruh nilai tukar Dolar AS terhadap harga emas?
A: Dolar AS yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Q: Pejabat Fed mana yang menekankan bahwa inflasi AS sangat tinggi?
A: Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic.
Q: Apakah Presiden Fed New York melihat kebutuhan langsung untuk menurunkan suku bunga?
A: Tidak, ia menekankan komitmen Fed untuk bergantung pada data.