Harga Emas Tetap Tinggi Dekat Rekor Tertinggi, Pembeli Emas Masih Optimis di Tengah Risiko Politik Dunia

Harga Emas Tetap Tinggi Dekat Rekor Tertinggi, Pembeli Emas Masih Optimis di Tengah Risiko Politik Dunia

Harga Emas: Masih Menguat, Tapi Hati-hati!

Harga emas telah mencapai level tertinggi sepanjang masa pada hari Senin dan kini berada dalam fase konsolidasi yang menguat. Namun, harapan penurunan suku bunga oleh The Fed yang berkurang membatasi kenaikan emas, mengingat kondisi pasar yang sangat kelebihan permintaan. Rendahnya imbal hasil obligasi AS juga mendukung dolar AS, yang menghambat kenaikan harga emas (XAU/USD).

Sentimen Geopolitik dan Tekanan Hawkish Fed

Harga emas terus menunjukkan tren positif pada hari Selasa untuk hari ketiga berturut-turut, mendekati level tertinggi sepanjang masa di sekitar $2.345-2.346 di awal sesi Eropa. Pembicaraan gencatan senjata antara Israel dan Hamas masih terhenti. Selain itu, Iran mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Israel atas dugaan serangan terhadap kedutaannya di Suriah, meningkatkan risiko ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Hal ini menjadi faktor utama yang terus mendorong kenaikan harga logam mulia yang dianggap sebagai aset aman ini. Namun, kondisi pasar yang sangat kelebihan permintaan pada grafik harian menahan para pedagang untuk memasang taruhan bullish baru terhadap harga emas, mengingat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) dapat menunda penurunan suku bunga. Sementara itu, ekspektasi hawkish Fed terus mendukung imbal hasil obligasi Treasury AS yang tinggi dan memberikan dukungan bagi Dolar AS (USD), yang pada gilirannya membatasi kenaikan harga emas yang tidak menghasilkan pendapatan ini. Para pedagang juga tampak enggan memasang taruhan agresif menjelang rilis inflasi konsumen AS dan risalah FOMC pada hari Rabu.

Pertanyaan mengenai Harga Emas Tetap Tinggi Dekat Rekor Tertinggi, Pembeli Emas Masih Optimis di Tengah Risiko Politik Dunia :

Q: Berapa level tertinggi harga emas yang tercapai?

A: Level tertinggi sepanjang masa, sekitar $2.345-2.346.

Q: Apa yang membatasi kenaikan harga emas?

A: Ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed yang berkurang dan kondisi pasar yang sangat kelebihan permintaan.

Q: Apa saja faktor yang mendorong kenaikan harga emas?

A: Ketegangan geopolitik, seperti pembicaraan gencatan senjata yang terhenti antara Israel dan Hamas dan ancaman tindakan militer Iran terhadap Israel.

Q: Apa dampak pasar yang kelebihan permintaan terhadap harga emas?

A: Menahan pedagang untuk memasang taruhan bullish baru karena ekspektasi bahwa The Fed dapat menunda penurunan suku bunga.

Q: Apa yang mendukung imbal hasil obligasi Treasury AS?

A: Ekspektasi hawkish Fed, yang pada gilirannya mendukung dolar AS dan membatasi kenaikan harga emas.

Q: Apa yang dimaksud dengan istilah 'risk-on' dan 'risk-off' dalam sentimen pasar finansial?

A: "Risk-on" menunjukkan optimisme investor terhadap masa depan dan bersedia membeli aset berisiko. Sebaliknya, "risk-off" menunjukkan kekhawatiran investor dan mereka lebih memilih aset yang lebih aman.

Q: Aset utama apa yang perlu diikuti untuk memahami dinamika sentimen risiko?

A: Pasar saham, komoditas (kecuali emas), mata uang negara pengekspor komoditas, dan mata uang kripto cenderung naik saat "risk-on". Sedangkan obligasi, emas, dan mata uang safe-haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS cenderung menguat saat "risk-off".

Q: Mata uang mana yang menguat saat sentimen 'risk-on'?

A: Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD), Rubel (RUB), dan Rand Afrika Selatan (ZAR)

Q: Mata uang mana yang menguat saat sentimen 'risk-off'?

A: Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY), dan Franc Swiss (CHF)

WhatsApp
`