Harga Emas Turun di Arab Saudi

Harga emas mengalami penurunan di Arab Saudi pada hari Rabu, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh FXStreet. Harga emas saat ini sebesar 363,65 Riyal Saudi (SAR) per gram, turun dibandingkan dengan harga 364,26 SAR pada hari Selasa. Untuk ukuran tola, harga emas turun menjadi 4.241,58 SAR per tola dari 4.248,71 SAR per tola sehari sebelumnya.
Harga Emas dalam Satuan SAR
- 1 Gram: 363,65 SAR
- 10 Grams: 3.636,59 SAR
- 1 Tola: 4.241,58 SAR
- 1 Troy Ounce: 11.310,91 SAR
FXStreet menghitung harga emas di Arab Saudi dengan menyesuaikan harga internasional (USD/SAR) ke dalam mata uang lokal dan satuan ukuran yang digunakan. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan kurs pasar pada saat publikasi. Harga ini hanya sebagai referensi dan bisa sedikit berbeda dengan tarif lokal.
FAQ tentang Emas
Mengapa orang berinvestasi dalam Emas?
Emas telah berperan penting dalam sejarah manusia karena telah lama digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilau dan penggunaannya dalam perhiasan, logam mulia ini dianggap sebagai safe-haven asset, yang berarti dianggap sebagai investasi yang baik di masa-masa sulit. Emas juga dilihat sebagai pelindung terhadap inflasi dan pelemahan mata uang karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Siapa yang paling banyak membeli Emas?
Bank sentral adalah pemegang emas terbesar. Dalam upaya mendukung mata uang mereka di waktu-waktu sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dipersepsikan. Cadangan emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Menurut data dari World Gold Council, bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, ini adalah pembelian tahunan tertinggi sejak catatan dimulai. Bank sentral dari negara berkembang seperti China, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan emas mereka.
Bagaimana hubungan Emas dengan aset lainnya?
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan obligasi AS, yang keduanya merupakan aset cadangan dan safe-haven utama. Ketika Dolar melemah, harga emas cenderung naik, memungkinkan investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset mereka di waktu-waktu sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset berisiko. Kenaikan di pasar saham cenderung melemahkan harga emas, sementara penjualan di pasar berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Apa yang memengaruhi harga Emas?
Harga dapat berfluktuasi karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam bisa dengan cepat membuat harga emas melonjak karena statusnya sebagai safe-haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung naik dengan turunnya suku bunga, sementara tingginya biaya uang biasanya akan membebani logam kuning ini. Namun, sebagian besar perubahan harga tergantung pada bagaimana perilaku Dolar AS (USD) karena aset ini dihargai dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga emas tetap terkontrol, sementara Dolar yang lebih lemah kemungkinan akan mendorong harga emas naik.