Harga Emas Turun Ketika Pedagang Kurangi Harapan Pemotongan Suku Bunga
Harga Emas Tertekan Akibat Antisipasi Kenaikan Suku Bunga
Harga emas mengalami penurunan menjelang penahanan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) pada kuartal ketiga tahun ini. Tingkat inflasi inti Amerika Serikat (AS) telah melampaui ekspektasi selama tiga bulan berturut-turut.
Data inflasi yang tinggi menguatkan kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi dalam kisaran 5,25%-5,50% dalam jangka waktu yang lebih lama. Keadaan ini menguntungkan aset pembawa bunga seperti obligasi AS dan Dolar AS. Imbal hasil Treasury AS 10-tahun sedikit turun menjadi 4,56% pada sesi London Kamis, namun masih mendekati level tertinggi dalam lebih dari empat bulan. Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan mendekati level tertinggi hampir lima bulan, yakni sekitar 105,30.
Faktor-faktor yang Mendukung Harga Emas
Meskipun tertekan, permintaan emas tetap tinggi karena tingginya risiko geopolitik. Kekhawatiran keterlibatan langsung Iran dalam konflik Israel-Hamas di Gaza meningkat seiring rencana invasi tentara Israel ke Rafah, tempat sebagian besar warga Palestina mengungsi. Selain itu, permintaan emas dari bank sentral global diperkirakan akan terus memberi dukungan. World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa Tiongkok telah memperpanjang pembelian emasnya pada Februari untuk bulan ke-17 berturut-turut.
Pertanyaan mengenai Harga Emas Turun Ketika Pedagang Kurangi Harapan Pemotongan Suku Bunga :
Q: Mengapa harga emas mengalami penurunan?
A: Harga emas mengalami penurunan karena antisipasi kenaikan suku bunga AS.
Q: Apa dampak antisipasi kenaikan suku bunga AS terhadap harga emas?
A: Antisipasi kenaikan suku bunga AS membuat aset pembawa bunga seperti obligasi AS dan Dolar AS lebih menarik, sehingga mengurangi permintaan akan emas.
Q: Seberapa tinggi inflasi di AS?
A: Tingkat inflasi inti AS telah melampaui ekspektasi selama tiga bulan berturut-turut.
Q: Apa kisaran suku bunga AS yang diprediksi?
A: Suku bunga AS diprediksi akan tetap tinggi dalam kisaran 5,25%-5,50% dalam jangka waktu yang lebih lama.
Q: Apa yang menguatkan permintaan emas?
A: Tingginya risiko geopolitik, terutama kekhawatiran konflik Israel-Hamas di Gaza, menguatkan permintaan emas.
Q: Dari mana permintaan emas yang tinggi berasal?
A: Selain permintaan karena risiko geopolitik, permintaan emas juga tinggi dari bank sentral global, terutama Tiongkok yang telah membeli emas selama 17 bulan berturut-turut.