# Informasi Penting untuk Trader pada Hari Jumat, 17 Januari

> Pasar tetap dalam suasana optimis yang hati-hati, mencerna data pertumbuhan dan aktivitas ekonomi China yang lebih kuat dari yang diperkirakan. Namun, pasar masih cemas menjelang pelantikan Presiden terpilih AS, Donald Trump, dan kemungkinan tarif perdagangan yang akan datang. Ekonomi China tumbuh sebesar 5,4% pada kuartal keempat 2024, melampaui ekspektasi pasar sebesar 5%. Pada bulan Desember, Penjualan Ritel naik 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya, mengalahkan perkiraan 3,5%, sedangkan Produk

**Tags:** berita forex
**URL:** https://berita.belajarforex.co.id/informasi-penting-untuk-trader-pada-hari-jumat-17-januari/

---


## Informasi Penting untuk Trader pada Hari Jumat, 17 Januari

Pasar tetap dalam suasana optimis yang hati-hati, mencerna data pertumbuhan dan aktivitas ekonomi China yang lebih kuat dari yang diperkirakan. Namun, pasar masih cemas menjelang pelantikan Presiden terpilih AS, Donald Trump, dan kemungkinan tarif perdagangan yang akan datang. Ekonomi China tumbuh sebesar 5,4% pada kuartal keempat 2024, melampaui ekspektasi pasar sebesar 5%. Pada bulan Desember, Penjualan Ritel naik 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya, mengalahkan perkiraan 3,5%, sedangkan Produksi Industri meningkat sebesar 6,2% dibandingkan tahun sebelumnya, dibandingkan dengan perkiraan 5,4%.

Sentimen pasar yang campur aduk ini tampaknya membantu menghidupkan kembali permintaan untuk US Dollar (USD). Trader melakukan short-covering setelah koreksi USD baru-baru ini, yang memicu pemulihan kecil.

## Harga US Dollar Hari Ini

Tabel di bawah ini menunjukkan persentase perubahan US Dollar (USD) terhadap mata uang utama lainnya hari ini. US Dollar menjadi yang terkuat terhadap British Pound.

| | USD | EUR | GBP | JPY | CAD | AUD | NZD | CHF |\
|

{
"@context": "https://schema.org",
"@type": "FAQPage",
"mainEntity": [
{
"@type": "Question",
"name": "Apa arti istilah \"risk-on\" dan \"risk-off\" dalam konteks sentimen pasar keuangan?\n",
"acceptedAnswer": {
"@type": "Answer",
"text": "Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang banyak digunakan, \"risk-on\" dan \"risk-off\", merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dimaksud. Dalam pasar \"risk-on\", investor optimis terhadap masa depan dan lebih bersedia membeli aset berisiko. Dalam pasar \"risk-off\", investor mulai \"bermain aman\" karena khawatir tentang masa depan, dan karenanya membeli aset berisiko rendah yang lebih pasti memberikan keuntungan, meskipun relatif kecil.\n"
}
},
{
"@type": "Question",
"name": "Aset kunci apa yang perlu dilacak untuk memahami dinamika sentimen risiko?\n",
"acceptedAnswer": {
"@type": "Answer",
"text": "Pada periode \"risk-on\", pasar saham biasanya naik, sebagian besar komoditas \u2013 kecuali emas \u2013 juga meningkat nilainya karena mendapat manfaat dari prospek pertumbuhan positif. Mata uang negara-negara pengekspor komoditas besar menguat karena peningkatan permintaan, dan mata uang kripto juga naik. Sebaliknya, pada pasar \"risk-off\", harga obligasi meningkat \u2013 terutama obligasi pemerintah utama \u2013 emas berkilau, dan mata uang safe-haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.\n"
}
},
{
"@type": "Question",
"name": "Mata uang mana yang menguat ketika sentimen \"risk-on\"?\n",
"acceptedAnswer": {
"@type": "Answer",
"text": "Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD), dan mata uang minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), cenderung naik di pasar yang \u201crisk-on\u201d. Hal ini karena perekonomian negara-negara tersebut sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhannya, dan harga komoditas cenderung naik selama periode risk-on. Kenaikan ini disebabkan oleh antisipasi investor akan peningkatan permintaan bahan mentah di masa depan akibat meningkatnya aktivitas ekonomi.\n"
}
},
{
"@type": "Question",
"name": "Mata uang mana yang menguat ketika sentimen \"risk-off\"?\n",
"acceptedAnswer": {
"@type": "Answer",
"text": "Mata uang utama yang cenderung meningkat nilainya selama periode \u201crisk-off\u201d adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY), dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut kecil kemungkinannya untuk gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, sebab sebagian besar dipegang oleh investor domestik yang kecil kemungkinannya untuk menjualnya\u2014bahkan dalam krisis. Franc Swiss, karena hukum perbankan Swiss yang ketat menawarkan investor perlindungan modal yang lebih baik.\n"
}
}
]
}
