JANGAN KEBANGETAN! JPY DIBAYANGI INTERVENSI FOREX BARENG, SIAP-SIAP PASAR GEMPA?

JANGAN KEBANGETAN! JPY DIBAYANGI INTERVENSI FOREX BARENG, SIAP-SIAP PASAR GEMPA?

JANGAN KEBANGETAN! JPY DIBAYANGI INTERVENSI FOREX BARENG, SIAP-SIAP PASAR GEMPA?

Pasar finansial global selalu punya cara untuk bikin kita deg-degan, kan? Nah, baru-baru ini ada kabar yang cukup menghebohkan, terutama buat para trader yang memantau pergerakan Yen Jepang (JPY). Kabarnya, Amerika Serikat dan Jepang sempat mempertimbangkan langkah yang cukup drastis: intervensi forex bersama di bulan Januari lalu. Wah, ini bukan sekadar rumor angin lalu, lho. Nikkei yang melansir berita ini mengutip sumber-sumber tak terkonfirmasi dari pihak AS. Apa sih artinya ini buat portofolio kita? Yuk, kita bedah bareng!

Apa yang Terjadi?

Inti beritanya simpel: AS dan Jepang ngobrolin soal kemungkinan "turun tangan" bareng di pasar valuta asing. Tujuannya? Kemungkinan besar adalah untuk menstabilkan nilai tukar Yen yang saat itu terkesan "terlalu lemah" di mata kedua negara. Ingat kan, kalau mata uang suatu negara melemah drastis, itu bisa bikin harga barang impor jadi mahal dan inflasi meningkat. Nah, buat Jepang yang ekonominya sangat bergantung pada impor energi dan bahan baku, pelemahan Yen yang signifikan itu bisa jadi pukulan telak.

Kita perlu sedikit mundur sebentar untuk melihat konteksnya. Sepanjang tahun 2023 lalu, dan bahkan sampai awal 2024, Yen memang menunjukkan tren pelemahan yang cukup konsisten terhadap Dolar AS (USD). Ada banyak faktor yang berkontribusi, mulai dari perbedaan kebijakan moneter antara Bank Sentral AS (The Fed) yang agresif menaikkan suku bunga, sementara Bank Sentral Jepang (BoJ) masih mempertahankan kebijakan moneter super longgar. Ini menciptakan yield differential yang lebar, di mana investor lebih memilih menanamkan modal di aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, seperti obligasi AS, yang secara tidak langsung menarik Dolar dan menekan Yen.

Nah, intervensi forex ini ibarat kalau kita punya teman yang lagi kesulitan angkat barang berat, terus kita dateng bantuin bareng. Dalam konteks forex, intervensi berarti negara yang bersangkutan (atau dalam hal ini, dua negara) akan secara aktif membeli mata uangnya sendiri di pasar agar nilainya menguat, atau menjual mata uang lain untuk melemahkan lawannya. Kalau ada intervensi bersama, itu artinya ada sinyal kuat bahwa kedua negara sepakat bahwa pelemahan Yen sudah "kebablasan".

Proses inisiasi review rate valuta asing yang disebutkan di excerpt itu merujuk pada diskusi yang dipimpin oleh Menteri Keuangan AS, Janet Yellen (atau dalam berita ini tertulis "Treasury Sec Bessent" yang sepertinya typo dan seharusnya Yellen, karena beliau yang menjabat sebagai Menkeu AS). Diskusi ini, menurut laporan Nikkei, melibatkan pejabat tinggi AS dan Jepang, membahas langkah-langkah apa saja yang bisa diambil untuk mencegah pelemahan Yen lebih lanjut. Mengingat ini adalah langkah besar, diskusi semacam ini pasti dilakukan di level tertinggi.

Dampak ke Market

Kabar potensi intervensi bersama ini, meski terjadi di bulan Januari, punya implikasi yang bisa terasa hingga kini. Kenapa? Karena ini memberikan sinyal tentang keseriusan pemerintah AS dan Jepang dalam mengamati pergerakan mata uang.

  • USD/JPY: Pasangan mata uang ini adalah yang paling langsung terpengaruh. Kalau memang ada intervensi untuk memperkuat Yen, maka kita akan melihat USD/JPY bergerak turun. Artinya, Dolar akan melemah terhadap Yen. Bayangkan saja, kalau ada yang "nyemprot" Dolar dengan banyak Yen di pasar, otomatis pasokan Dolar berkurang relatif terhadap Yen, membuat Dolar jadi lebih "mahal" (membutuhkan lebih banyak Yen untuk membeli 1 Dolar) atau Yen jadi lebih "murah" (dibutuhkan lebih sedikit Dolar untuk membeli 1 Yen). Dari sisi teknikal, level support penting di area 145-147 bisa jadi perhatian, sementara resistance di area 150-152 akan diuji jika sentimen berbalik.

  • EUR/USD & GBP/USD: Intervensi di USD/JPY bisa menciptakan efek domino. Jika Dolar AS melemah secara umum karena pasar mengantisipasi atau bahkan melihat tanda-tanda intervensi di pasar Asia, maka mata uang lain seperti Euro (EUR) dan Pound Sterling (GBP) cenderung akan menguat terhadap Dolar AS. Jadi, EUR/USD dan GBP/USD berpotensi bergerak naik. Sentimen risk-on yang mungkin muncul akibat stabilitas di pasar valas juga bisa mendukung penguatan EUR dan GBP.

  • XAU/USD (Emas): Logam mulia seringkali dianggap sebagai aset safe haven. Ketika ada ketidakpastian atau potensi volatilitas di pasar mata uang, investor bisa beralih ke emas. Namun, dalam kasus ini, potensi penguatan Dolar AS biasanya cenderung menekan harga emas karena emas dinilai dalam Dolar. Sebaliknya, jika intervensi berhasil menstabilkan atau bahkan memperkuat Yen dan mengurangi ketegangan di pasar global, ini bisa sedikit mengurangi daya tarik emas sebagai safe haven. Namun, faktor lain seperti kekhawatiran inflasi global dan suku bunga masih akan sangat menentukan pergerakan emas. Simpelnya, pengaruhnya ke emas tidak sesederhana ke pasangan mata uang yang melibatkan Dolar.

Hubungan dengan kondisi ekonomi global saat ini juga penting. Kita masih dalam fase ekonomi yang penuh ketidakpastian. Inflasi yang belum sepenuhnya terkendali di beberapa negara, potensi resesi yang masih membayangi, dan ketegangan geopolitik global menjadi latar belakang yang membuat setiap pergerakan mata uang menjadi krusial. Kebijakan moneter yang berbeda antar bank sentral masih menjadi "mesin" penggerak utama pasar valas. Intervensi seperti ini bisa menjadi upaya untuk "mengatur ulang" narasi pasar agar tidak terlalu liar.

Peluang untuk Trader

Nah, sebagai trader retail, kita harus pintar-pintar membaca situasi. Kabar seperti ini sebenarnya bisa membuka beberapa peluang trading, tapi juga menuntut kehati-hatian ekstra.

Pertama, pantau sentimen terhadap JPY. Jika ada sinyal kuat bahwa intervensi memang benar-benar terjadi atau akan terjadi lagi, maka pasangan mata uang yang melibatkan JPY, seperti USD/JPY, AUD/JPY, EUR/JPY, dan GBP/JPY, akan menjadi fokus utama. Arahnya kemungkinan besar akan menguatkan JPY. Cari setup untuk posisi short di USD/JPY, atau long di pasangan lain seperti EUR/JPY jika Anda yakin EUR akan menguat dan JPY juga menguat terhadap Dolar.

Kedua, perhatikan reaksi Dolar AS secara umum. Kalau Dolar AS melemah akibat potensi intervensi di Yen, ini bisa menjadi momentum untuk mencari posisi long pada pasangan mata uang G10 lainnya yang cenderung risk-on atau punya fundamental kuat, terhadap USD. Misalnya, mencari peluang long di EUR/USD atau GBP/USD jika data ekonomi dari Eropa atau Inggris menunjukkan performa yang baik.

Ketiga, perhatikan volatilitas. Intervensi, apalagi yang dilakukan bersamaan oleh dua negara besar, bisa memicu lonjakan volatilitas. Ini berarti potensi keuntungan bisa besar, tapi potensi kerugian juga sama besarnya. Penting untuk menggunakan stop-loss yang ketat dan tidak memaksakan posisi jika pasar terlalu liar. Gunakan ukuran posisi yang sesuai dengan toleransi risiko Anda.

Yang perlu dicatat, intervensi forex seringkali efektif dalam jangka pendek untuk menahan laju mata uang, tapi sulit untuk membalikkan tren jangka panjang jika faktor fundamentalnya tidak berubah. Jadi, jangan terburu-buru membuat keputusan besar hanya berdasarkan satu berita. Selalu kombinasikan dengan analisis teknikal Anda. Level support dan resistance menjadi sangat krusial di saat-saat seperti ini.

Kesimpulan

Kabar tentang potensi intervensi forex bersama antara AS dan Jepang di bulan Januari memberikan kita pandangan menarik tentang bagaimana dua negara ekonomi terbesar dunia mengelola mata uang mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka sangat peduli dengan stabilitas nilai tukar, terutama ketika pelemahan JPY mencapai tingkat yang dianggap mengkhawatirkan.

Sebagai trader, kita perlu melihat ini sebagai peringatan untuk lebih waspada terhadap pergerakan mata uang, khususnya yang melibatkan JPY dan USD. Peluang trading bisa muncul dari volatilitas ini, namun risikonya juga meningkat. Jangan lupa, ini bukan sekadar "main-main" di pasar, tapi ada kebijakan ekonomi negara yang mendasarinya. Selalu lakukan riset Anda sendiri, kelola risiko dengan bijak, dan jangan pernah berhenti belajar!


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`