Kanada Goyah: Data NIP Tergelincir, Tapi Ada yang Aneh dengan Pengangguran?
Kanada Goyah: Data NIP Tergelincir, Tapi Ada yang Aneh dengan Pengangguran?
Kabar dari Kanada pagi ini bikin para trader mata uang sedikit mengerutkan dahi. Data tenaga kerja Januari menunjukkan adanya perlambatan, bahkan ada sedikit penurunan jumlah lapangan kerja. Tapi yang bikin menarik, angka pengangguran malah ikut turun drastis. Ini seperti melihat koki gagal bikin kue tapi malah dapat pujian karena presentasinya luar biasa. Nah, apa sih artinya semua ini buat portofolio kita?
Apa yang Terjadi?
Jadi begini, Kanada baru saja merilis data ketenagakerjaan untuk bulan Januari. Angka utamanya memang menunjukkan kekecewaan. Tercatat ada penurunan jumlah lapangan kerja sebanyak 24.800 posisi. Ini adalah penurunan pertama dalam lima bulan terakhir, setelah sebelumnya sempat ada lonjakan yang cukup mengejutkan di akhir tahun lalu. Ibaratnya, setelah lari kencang, tiba-tiba pelari harus melambat sedikit.
Namun, jangan buru-buru menyimpulkan ini berita buruk sepenuhnya. Laporan ini ternyata lebih kompleks dari kelihatannya, seperti paket kejutan yang isinya campur aduk. Di balik penurunan jumlah pekerja, ada beberapa catatan positif yang muncul. Salah satu yang paling mencolok adalah penurunan drastis angka pengangguran sebesar tiga tick menjadi 6,5%.
Nah, di sinilah keanehannya. Biasanya, kalau jumlah lapangan kerja menurun, angka pengangguran itu cenderung naik atau setidaknya stagnan. Ini kan logika sederhananya: lebih sedikit pekerjaan, berarti lebih banyak orang yang tidak bekerja. Tapi di Kanada, justru sebaliknya yang terjadi. Penurunan angka pengangguran secara agresif seperti ini, di saat pertumbuhan pekerjaan justru melambat, memang bukan hal yang lumrah.
Ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Pertama, mungkin banyak orang yang tadinya "frustasi" dan sudah berhenti mencari kerja, kini kembali aktif mencari. Kalau mereka kembali aktif mencari tapi belum tentu langsung dapat kerja, mereka akan masuk hitungan sebagai pengangguran, yang secara teori justru bisa menaikkan angka pengangguran. Tapi faktanya, angka pengangguran malah turun. Ini mengindikasikan ada pergeseran dalam definisi pencari kerja atau mungkin partisipasi angkatan kerja yang berubah.
Kedua, bisa jadi karena sebagian besar dari pekerjaan yang hilang itu adalah pekerjaan paruh waktu atau kontrak, sementara ada penyerapan yang lebih kuat di sektor pekerjaan yang lebih stabil, yang tidak tercatat dalam perubahan netto bulanan. Atau bisa juga, banyak pekerja yang pindah ke sektor informal atau memulai usaha sendiri. Yang jelas, data ini memberikan gambaran yang kurang jelas tentang kesehatan pasar tenaga kerja yang sebenarnya.
Yang perlu dicatat juga adalah, angka pertumbuhan upah juga tercatat melambat. Ini adalah sentimen negatif tambahan. Perlambatan pertumbuhan upah biasanya berarti daya beli masyarakat juga akan ikut tertekan, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi konsumsi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Ini seperti mesin ekonomi yang bensinnya mulai menipis.
Dampak ke Market
Lalu, apa dampaknya ke pasar finansial, terutama buat kita para trader? Tentunya ini akan berpengaruh ke beberapa currency pairs.
USD/CAD: Pasangan mata uang ini menjadi yang paling langsung terpengaruh. Data yang cenderung melambat dari Kanada (pertumbuhan pekerjaan yang minus, upah yang melambat) biasanya memberikan tekanan terhadap mata uang Kanada (CAD). Sebaliknya, jika pasar melihat data ekonomi AS tetap kuat, maka USD/CAD berpotensi menguat, artinya USD menguat terhadap CAD. Namun, anomali pada angka pengangguran ini bisa menciptakan volatilitas tambahan. Pasar mungkin akan mencari konfirmasi lebih lanjut atau menunggu komentar dari Bank of Canada (BoC) sebelum mengambil posisi besar.
EUR/USD & GBP/USD: Kanada bukanlah pusat ekonomi dunia seperti AS atau Eropa, tapi sentimen data ekonomi negara-negara maju bisa saling mempengaruhi. Jika pasar mulai khawatir tentang perlambatan ekonomi global secara umum karena data Kanada yang kurang impresif ini, ini bisa memberikan sedikit dukungan bagi mata uang safe-haven seperti USD. Akibatnya, EUR/USD dan GBP/USD bisa mengalami tekanan turun. Namun, jika kekhawatiran tersebut tidak terlalu besar dan pasar masih fokus pada kebijakan moneter bank sentral utama, dampaknya bisa jadi minimal.
USD/JPY: Sama seperti EUR/USD dan GBP/USD, dolar AS bisa mendapatkan sedikit keuntungan jika sentimen perlambatan global muncul. Namun, USD/JPY lebih banyak digerakkan oleh perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang, serta kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) yang cenderung dovish. Data Kanada yang lemah ini mungkin tidak cukup untuk menggoyahkan sentimen terhadap USD/JPY secara signifikan, kecuali jika pasar melihatnya sebagai sinyal resesi global yang lebih luas.
XAU/USD (Emas): Emas, sebagai aset safe-haven, sering kali diuntungkan ketika ada ketidakpastian ekonomi atau kekhawatiran akan resesi. Data Kanada yang seperti "kotak pandora" ini bisa memicu sedikit sentimen risk-off, yang pada gilirannya bisa memberikan dukungan bagi harga emas. Trader emas perlu memantau apakah data ini menjadi pemicu kekhawatiran global yang lebih luas atau hanya isu domestik Kanada semata.
Secara umum, data ini menciptakan ketidakpastian. Pasar akan lebih berhati-hati. Volatilitas bisa meningkat, terutama pada pasangan mata uang yang melibatkan CAD.
Peluang untuk Trader
Meskipun datanya campur aduk, selalu ada peluang bagi trader yang jeli.
Perhatikan USD/CAD: Pasangan ini jelas menjadi sorotan utama. Dengan perlambatan di sisi Kanada, ada potensi penguatan USD/CAD. Trader bisa mencari setup buy USD/CAD, terutama jika level teknikal penting memberikan konfirmasi. Target potensial bisa di level psikologis berikutnya atau level resistensi historis. Namun, hati-hati dengan potensi volatilitas akibat kebingungan pasar mengenai angka pengangguran. Jika terjadi lonjakan ke atas yang tajam, pastikan ada konfirmasi yang kuat.
Analisis Data Lain: Yang perlu dicatat adalah, pasar tidak hanya melihat satu data saja. Trader perlu membandingkan data Kanada ini dengan data ekonomi terbaru dari AS, Eropa, dan negara-negara besar lainnya. Jika data AS tetap kuat sementara Kanada melambat, maka argumen untuk buy USD/CAD akan semakin kuat. Sebaliknya, jika data global menunjukkan perlambatan yang lebih luas, maka fokus mungkin beralih ke aset safe-haven.
Fokus pada Pergerakan Upah: Perlambatan pertumbuhan upah di Kanada adalah sinyal negatif yang cukup jelas terhadap permintaan domestik. Ini bisa menjadi alasan bagi Bank of Canada untuk bersikap lebih hati-hati dalam kebijakan moneter mereka ke depan, yang bisa melemahkan CAD. Ini bisa menjadi salah satu faktor pendukung bagi posisi short terhadap CAD (misalnya short CAD/JPY atau CAD/CHF jika Anda trading pasangan tersebut).
Manfaatkan Volatilitas: Jika Anda adalah trader jangka pendek, data yang membingungkan ini bisa menciptakan peluang scalping atau day trading di sekitar level-level teknikal kunci. Pastikan Anda memiliki stop loss yang ketat karena pergerakan bisa menjadi liar.
Kesimpulan
Laporan tenaga kerja Kanada bulan Januari ini memberikan gambaran yang kompleks. Penurunan jumlah lapangan kerja dan perlambatan upah adalah sinyal perlambatan ekonomi yang cukup jelas. Namun, penurunan drastis angka pengangguran di saat yang sama menimbulkan pertanyaan dan kebingungan di pasar.
Ini adalah pengingat bahwa ekonomi tidak selalu bergerak linier. Terkadang, ada anomali yang membuat kita harus menggali lebih dalam. Bagi kita para trader, ini berarti kita perlu lebih berhati-hati, melakukan analisis yang lebih mendalam, dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Fokus pada USD/CAD sepertinya akan menjadi strategi yang paling masuk akal saat ini, sambil terus memantau perkembangan data ekonomi dari negara-negara maju lainnya.
Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.