Keputusan Mahkamah Agung AS Guncang Pasar: Ancaman Baru atau Peluang Trading?

Keputusan Mahkamah Agung AS Guncang Pasar: Ancaman Baru atau Peluang Trading?

Keputusan Mahkamah Agung AS Guncang Pasar: Ancaman Baru atau Peluang Trading?

Sahabat trader, akhir-akhir ini dunia finansial dihebohkan oleh sebuah keputusan penting dari Mahkamah Agung Amerika Serikat. Keputusan ini bukan sembarang keputusan, lho. Ia secara langsung menyentuh kebijakan tarif yang selama ini menjadi ciri khas pemerintahan sebelumnya, bahkan bisa dibilang menantang otoritas Presiden. Nah, ini yang bikin menarik dan wajib banget kita pantau dampaknya ke pergerakan market, terutama buat kita para trader retail Indonesia.

Apa yang Terjadi?

Jadi begini ceritanya, pada tanggal 20 Februari lalu, Mahkamah Agung Amerika Serikat mengeluarkan putusan yang cukup telak. Intinya, pengadilan tertinggi di AS ini menyatakan bahwa banyak dari kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump, khususnya yang menggunakan dasar hukum International Emergency Economic Powers Act (IEEPA), adalah tidak konstitusional.

Kenapa bisa begini? Mahkamah Agung berargumen bahwa undang-undang IEEPA itu sendiri tidak memberikan kewenangan bagi presiden untuk memberlakukan tarif. Jadi, jika dasar hukumnya saja sudah tidak kuat, ya otomatis kebijakannya juga jadi problematik. Lebih tegas lagi, putusan ini menekankan bahwa presiden tidak memiliki otoritas untuk menetapkan pajak atau tarif secara sepihak tanpa persetujuan Kongres. Simpelnya, seperti seorang koki yang mencoba menggunakan resep yang salah untuk membuat masakan, hasilnya tentu tidak sesuai harapan.

Putusan ini tentu saja menjadi sebuah pukulan telak bagi para pendukung kebijakan tarif Trump yang seringkali dianggap sebagai alat untuk melindungi industri domestik atau sebagai alat negosiasi dalam perang dagang. Latar belakang kebijakan tarif ini memang cukup kompleks. Sejak awal masa kepemimpinannya, Trump kerap menggunakan tarif sebagai senjata utama dalam upayanya menyeimbangkan neraca perdagangan AS, terutama terhadap negara-negara seperti Tiongkok. Beliau berargumen bahwa praktik perdagangan negara lain tidak adil dan merugikan AS. Namun, banyak ekonom yang mengkritik kebijakan ini karena dinilai dapat memicu retaliasi, meningkatkan biaya bagi konsumen, dan mengganggu rantai pasok global. Nah, putusan Mahkamah Agung ini seolah memberikan validasi atas kekhawatiran para kritikus tersebut.

Yang perlu dicatat, putusan ini tidak serta merta menghilangkan semua tarif yang pernah ada. Mahkamah Agung membatasi dampaknya pada tarif yang spesifik menggunakan IEEPA. Tarif-tarif lain yang mungkin memiliki dasar hukum yang berbeda atau diberlakukan melalui mekanisme lain masih bisa tetap berlaku. Namun, sentimen yang diciptakan oleh putusan ini sangatlah kuat. Ia membuka pintu bagi potensi peninjauan kembali kebijakan-kebijakan serupa di masa depan dan bisa jadi memicu gugatan hukum lanjutan.

Dampak ke Market

Keputusan Mahkamah Agung AS ini ibarat batu yang dilempar ke kolam yang tenang, gelombang dampaknya bisa menyebar ke berbagai aset dan mata uang.

Pertama, mari kita lihat Dolar AS (USD). Secara umum, putusan yang mengurangi ketidakpastian kebijakan perdagangan AS cenderung memberikan angin segar bagi Dolar. Ketika AS terlihat lebih kooperatif dalam hubungan dagangnya, Dolar biasanya akan menguat karena kepercayaan investor terhadap ekonomi AS meningkat. Namun, dalam kasus ini, situasinya sedikit lebih nuanced. Di satu sisi, pembatalan tarif yang tidak konstitusional bisa dianggap sebagai kembalinya supremasi hukum dan mengurangi potensi gejolak perdagangan yang bisa merugikan Dolar. Di sisi lain, ada persepsi bahwa ini bisa jadi melemahkan posisi negosiasi AS di kancah global, yang secara jangka panjang bisa berdampak negatif pada Dolar. Jadi, kita perlu melihat reaksi pasar secara langsung.

Untuk pasangan mata uang utama seperti EUR/USD dan GBP/USD, dampaknya bisa bervariasi. Jika Dolar melemah akibat putusan ini, maka EUR/USD dan GBP/USD cenderung akan menguat (EUR menguat terhadap USD, dan GBP menguat terhadap USD). Namun, kita juga perlu melihat kondisi ekonomi di Eropa dan Inggris. Jika data ekonomi dari sana juga positif, penguatan bisa lebih signifikan. Sebaliknya, jika ada kekhawatiran ekonomi di kawasan Euro atau Inggris, penguatan mungkin tidak sebesar yang diharapkan.

Pasangan mata uang yang melibatkan negara-negara yang paling terkena dampak perang dagang AS, seperti USD/JPY (dengan Jepang sebagai salah satu kekuatan ekonomi besar yang sering bersitegang soal perdagangan dengan AS), juga patut diperhatikan. Jika kebijakan tarif yang dibatalkan ini dirancang untuk menekan negara-negara seperti Jepang, maka pembatalannya bisa memberikan kelegaan bagi ekonomi Jepang, yang berpotensi membuat JPY menguat terhadap USD.

Bagaimana dengan emas (XAU/USD)? Emas seringkali dianggap sebagai aset safe-haven yang bergerak berlawanan dengan Dolar dan berkinerja baik di tengah ketidakpastian ekonomi global atau geopolitik. Jika putusan ini menimbulkan ketidakpastian baru mengenai arah kebijakan AS atau memicu perdebatan yang lebih luas tentang kekuasaan eksekutif, emas bisa mendapatkan keuntungan karena investor mencari tempat berlindung yang aman. Namun, jika putusan ini justru menciptakan kejelasan dan mengurangi ketegangan perdagangan, permintaan emas sebagai safe-haven mungkin akan berkurang.

Peluang untuk Trader

Keputusan seperti ini adalah momen yang selalu dinanti-nanti oleh trader. Ada potensi untuk memanfaatkan pergerakan harga yang signifikan.

Pertama, perhatikan pasangan mata uang yang melibatkan Dolar AS. Seperti yang sudah dibahas, dinamika USD akan sangat krusial. Jika Dolar menunjukkan tren pelemahan yang konsisten setelah putusan ini, kita bisa mencari peluang sell di pasangan seperti USD/JPY, USD/CAD, atau USD/CHF. Sebaliknya, jika Dolar justru menguat karena persepsi positif terhadap supremasi hukum AS, kita bisa mencari peluang buy di pasangan-pasangan tersebut.

Kedua, analisis sentimen terhadap aset safe-haven seperti emas. Jika pasar bereaksi dengan meningkatkan ketidakpastian, maka mengamati pergerakan XAU/USD bisa menjadi strategi yang menarik. Cari level-level support dan resistance yang kuat untuk menentukan titik masuk dan keluar yang strategis.

Ketiga, jangan lupakan koreksi terhadap berita utama. Terkadang, reaksi awal pasar bisa berlebihan. Penting untuk melihat bagaimana pasar mencerna informasi ini dalam beberapa jam atau hari ke depan. Level teknikal menjadi sangat penting di sini. Misalnya, jika EUR/USD menembus level resistance penting setelah berita ini, itu bisa jadi sinyal penguatan lebih lanjut. Sebaliknya, jika gagal menembus support kuat, bisa jadi ada pembalikan arah. Level seperti 1.1000 di EUR/USD atau 1.2500 di GBP/USD bisa menjadi titik referensi penting.

Yang paling penting, selalu kelola risiko dengan bijak. Putusan hukum seperti ini bisa menciptakan volatilitas yang tinggi. Pastikan Anda memiliki rencana trading yang matang, gunakan stop-loss yang tepat, dan jangan pernah mempertaruhkan modal yang tidak siap Anda hilangkan.

Kesimpulan

Putusan Mahkamah Agung AS tentang tarif ini memang sebuah peristiwa penting yang menandakan adanya pergeseran dalam lanskap kebijakan perdagangan AS. Ini bukan hanya sekadar berita finansial, tapi juga mencerminkan dinamika kekuasaan dan supremasi hukum di negara adidaya tersebut. Dampaknya ke pasar forex, komoditas, bahkan saham, bisa sangat luas dan berpotensi menciptakan peluang trading yang menarik bagi trader yang jeli.

Ke depannya, kita perlu memantau bagaimana pemerintahan AS merespons putusan ini. Apakah akan ada upaya untuk mencari dasar hukum baru untuk tarif serupa, ataukah ini akan menjadi titik balik menuju kebijakan perdagangan yang lebih kolaboratif? Pergerakan mata uang seperti Dolar AS, serta pasangannya dengan mata uang negara-negara mitra dagang utama, akan menjadi indikator penting. Selain itu, perhatian terhadap dinamika ekonomi global secara keseluruhan tetap krusial. Keadaan ekonomi di Eropa, Asia, dan Amerika Latin juga akan turut memengaruhi kemana arah pergerakan aset-aset yang kita perdagangkan.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`