Keputusan SCOTUS Soal Tarif Jadi Bom Waktu, Siap Goyang Dolar dan Aset Global?

Keputusan SCOTUS Soal Tarif Jadi Bom Waktu, Siap Goyang Dolar dan Aset Global?

Keputusan SCOTUS Soal Tarif Jadi Bom Waktu, Siap Goyang Dolar dan Aset Global?

Minggu ini, peta jalan pasar finansial global berpotensi diguncang oleh dua isu krusial: keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (SCOTUS) terkait tarif, dan rentetan pidato dari pejabat Federal Reserve (The Fed) yang akan memberikan sinyal arah kebijakan moneter. Di sisi lain, pasar justru tengah membanderol kemungkinan penurunan suku bunga The Fed sebesar hampir 65 basis poin tahun ini. Simpelnya, ada ketidaksesuaian antara ekspektasi pasar dan potensi kebijakan riil. Nah, bagaimana semua ini akan berimbas pada kantong para trader retail Indonesia? Mari kita bedah bersama.

Apa yang Terjadi? Sebuah Latar Belakang yang Penuh Kejutan

Awal pekan lalu, dunia finansial dikejutkan oleh kemenangan telak Partai LDP di Jepang. Yang menarik, alih-alih terjadi aksi jual massal seperti yang diprediksi banyak analis, Yen Jepang (JPY) dan Obligasi Pemerintah Jepang (JGB) justru menunjukkan penguatan. Ini mengindikasikan bahwa dampak sebagai levered funding leg untuk carry trade dari Yen kemungkinan besar sudah terantisipasi dan disesuaikan oleh pasar jauh-jauh hari. Yen yang murah seringkali digunakan untuk mendanai aset-aset berimbal hasil lebih tinggi di negara lain, sehingga ketika Yen menguat, para pelaku carry trade terpaksa menjual aset mereka untuk menutup posisi pendanaan.

Namun, euforia kemenangan LDP ini terpotong oleh aroma ketidakpastian yang lebih besar. Kabar beredar bahwa para pejabat Tiongkok tengah mendorong institusi finansial lokal untuk melakukan sesuatu—detailnya belum sepenuhnya jelas, namun instruksi semacam ini seringkali mengisyaratkan langkah-langkah untuk menstabilkan pasar domestik atau bahkan mempengaruhi aliran modal global. Di tengah ketidakjelasan ini, sorotan utama beralih ke Amerika Serikat.

Keputusan SCOTUS yang akan datang menjadi wild card potensial. Meskipun excerpt berita tidak merinci secara spesifik kasus tarif apa yang akan diputuskan, namun isu tarif di AS sendiri sudah menjadi topik panas selama beberapa waktu. Kebijakan tarif, terutama yang diberlakukan oleh negara adidaya seperti AS, memiliki kekuatan untuk mengubah lanskap perdagangan global, mempengaruhi biaya produksi, rantai pasok, dan pada akhirnya sentimen investor. Jika keputusan SCOTUS mendukung kebijakan tarif yang lebih agresif atau kontroversial, ini bisa memicu gelombang ketidakpastian baru, memicu aksi defensif di pasar, dan tentu saja, menggerakkan mata uang utama.

Sementara itu, narasi penurunan suku bunga oleh The Fed terus mengemuka. Pasar seolah yakin bahwa The Fed akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya, tercermin dari diskon 65 bps dari ekspektasi penurunan suku bunga. Ini terjadi di tengah tanda-tanda inflasi yang mulai mereda namun masih ada kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global. Pernyataan dari delapan pejabat The Fed minggu ini menjadi momen krusial untuk mengkonfirmasi atau justru membantah keyakinan pasar ini. Jika nada bicara mereka cenderung hawkish (cenderung menaikkan atau mempertahankan suku bunga tinggi), ini bisa mengguncang ekspektasi pasar dan memicu volatilitas.

Dampak ke Market: Koin Rp Goncang, Emas Bergoyang

Bagaimana semua ini akan berimbas pada portofolio kita?

  • EUR/USD: Dolar AS (USD) sebagai mata uang safe haven cenderung menguat ketika ketidakpastian global meningkat. Jika keputusan SCOTUS soal tarif memicu kekhawatiran, USD bisa saja menguat terhadap Euro (EUR). Namun, jika The Fed memberikan sinyal hawkish yang lebih kuat dari perkiraan, ini juga akan mendukung USD. Sebaliknya, jika pasar melihat tanda-tanda perlambatan ekonomi AS yang memaksa The Fed harus segera memangkas suku bunga, ini bisa menekan USD dan mendorong EUR/USD naik.

  • GBP/USD: Sterling (GBP) biasanya sensitif terhadap data ekonomi Inggris dan sentimen global. Jika ketegangan tarif AS-Tiongkok meningkat, ini bisa membebani ekonomi global secara umum, yang tentu tidak baik untuk GBP. Namun, jika USD melemah karena ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, GBP/USD berpotensi menguat. Kita perlu cermati data inflasi dan kebijakan Bank of England (BoE) minggu ini.

  • USD/JPY: Ini adalah pair yang menarik. Kemenangan LDP di Jepang sudah membuat Yen menguat, meskipun tidak separah yang diduga. Jika keputusan SCOTUS meningkatkan ketidakpastian global, Yen yang notabene safe haven bisa saja kembali menguat, menekan USD/JPY. Namun, jika The Fed tetap mempertahankan nada hawkishnya, ini bisa memberikan perlawanan terhadap penguatan Yen. Perlu dicatat, Bank of Japan (BoJ) masih memiliki kebijakan yang sangat longgar, dan perbedaan suku bunga yang lebar dengan AS masih menjadi faktor pendukung pelemahan Yen dalam jangka panjang.

  • XAU/USD (Emas): Emas seringkali menjadi aset safe haven pilihan ketika ketidakpastian meningkat dan inflasi masih menjadi perhatian. Jika keputusan SCOTUS memicu ketegangan perdagangan, ini bisa menjadi katalis positif untuk emas, mendorong harganya naik. Selain itu, jika pasar mulai meragukan narasi penurunan suku bunga The Fed karena sinyal hawkish dari para pejabatnya, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi akan membuat memegang emas (yang tidak memberikan bunga) menjadi kurang menarik. Namun, sentimen risk-on yang kuat akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga justru bisa menekan harga emas. Jadi, emas akan sangat bergantung pada keseimbangan antara sentimen risk-on vs risk-off.

  • Pasar Komoditas Lainnya: Ketegangan tarif bisa mempengaruhi harga komoditas seperti minyak mentah dan logam industri. Jika tarif dikenakan pada barang-barang manufaktur, permintaan global bisa tertekan, berdampak pada harga komoditas tersebut.

Peluang untuk Trader: Siap-siap Kencangkan Sabuk Pengaman

Minggu ini menawarkan banyak peluang namun juga risiko yang signifikan.

  • Perhatikan EUR/USD dan GBP/USD: Jika pasar bereaksi negatif terhadap keputusan SCOTUS atau sinyal hawkish dari The Fed, pasangan mata uang ini bisa menunjukkan volatilitas signifikan. Trader bisa mencari setup breakout atau reversal jika level teknikal kunci ditembus.

  • USD/JPY Tetap Jadi Sorotan: Pergerakan USD/JPY akan sangat menarik untuk diamati. Jika terjadi panic selling global, Yen bisa menguat tajam. Sebaliknya, jika sentimen risk-on mendominasi, USD/JPY bisa menanjak. Pantau level support dan resistance penting seperti area 150-152 untuk USD/JPY.

  • Emas Bisa Jadi Pilihan Main Aman (dengan Risiko): Jika Anda mencari aset yang bereaksi terhadap ketidakpastian, emas bisa jadi pilihan. Namun, perlu diingat, emas juga rentan terhadap pergerakan USD dan ekspektasi suku bunga. Trader bisa mempertimbangkan strategi range trading jika emas bergerak sideways, atau mencari setup breakout jika ada katalis kuat.

  • Manajemen Risiko Adalah Kunci: Di tengah potensi volatilitas tinggi, manajemen risiko menjadi lebih krusial. Gunakan stop-loss yang ketat, jangan memaksakan posisi, dan selalu sesuaikan ukuran lot dengan toleransi risiko Anda. Ingat, pasar selalu punya cara untuk mengejutkan kita.

Kesimpulan: Menunggu Keputusan yang Mengubah Arah

Minggu ini jelas bukan minggu yang membosankan bagi trader retail Indonesia. Keputusan SCOTUS mengenai tarif, ditambah dengan rentetan pernyataan dari pejabat The Fed, menjadi dua keping teka-teki besar yang akan menentukan arah pasar dalam jangka pendek. Ekspektasi pasar yang sudah membanderol penurunan suku bunga yang cukup agresif juga menambah potensi kejutan jika The Fed memberikan sinyal yang berbeda.

Sejarah telah menunjukkan bahwa isu tarif dan kebijakan moneter The Fed adalah dua pilar utama yang mampu menggerakkan pasar global. Perang dagang antara AS dan Tiongkok di era sebelumnya telah menciptakan volatilitas yang luar biasa, dan keputusan terkait tarif kali ini bisa memicu kembali sentimen tersebut. Begitu pula dengan The Fed, setiap ucapan pejabatnya selalu ditunggu-tunggu sebagai petunjuk arah ekonomi AS, yang berdampak domino ke seluruh dunia.

Sebagai trader, yang terpenting adalah tetap terinformasi, bersiap untuk skenario yang berbeda, dan yang paling utama, jangan pernah lupakan pentingnya manajemen risiko. Dengan informasi yang tepat dan strategi yang matang, volatilitas yang tinggi justru bisa menjadi ladang peluang.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`