Keputusan Supreme Court Mengecewakan Trump, Ancaman Baru untuk Perdagangan Global?

Keputusan Supreme Court Mengecewakan Trump, Ancaman Baru untuk Perdagangan Global?

Keputusan Supreme Court Mengecewakan Trump, Ancaman Baru untuk Perdagangan Global?

Pasar finansial selalu dinamis, dan kali ini perhatian tertuju pada pernyataan terbaru dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Setelah keputusan Supreme Court yang dianggapnya "sangat mengecewakan", Trump mengisyaratkan akan mengambil langkah yang lebih agresif terkait kebijakan perdagangan, bahkan mengancam untuk "memotong semua perdagangan dengan sebuah negara" dan memberlakukan embargo. Apa sebenarnya yang terjadi, dan bagaimana dampaknya terhadap aset trading kita? Yuk, kita bedah bareng-bareng.

Apa yang Terjadi?

Konteksnya begini, rekan-rekan trader. Supreme Court Amerika Serikat baru saja mengeluarkan sebuah putusan. Detail spesifik putusan ini tidak langsung terpampang jelas dari kutipan berita yang beredar, namun yang pasti, Trump sangat tidak senang dengan hasilnya. Ia bahkan melontarkan kekecewaan mendalam, menyebut beberapa anggota Mahkamah Agung "kurang keberanian untuk melakukan hal yang benar." Ini bukan sekadar unek-unek pribadi Trump, tapi sinyal kuat bahwa ia merasa hak atau kewenangannya dibatasi oleh putusan tersebut.

Yang menarik, Trump langsung mengalihkan perhatiannya ke solusi alternatif. Ia menyebutkan adanya "metode yang lebih kuat dari IEEPA" (International Emergency Economic Powers Act). IEEPA ini adalah undang-undang yang memungkinkan Presiden AS untuk memberlakukan sanksi ekonomi terhadap negara atau individu tertentu dalam keadaan darurat nasional. Dengan mengatakan ada metode yang lebih kuat, Trump seolah memberi isyarat bahwa ia akan mencari cara yang lebih ekstrem untuk menerapkan kebijakan yang diinginkannya, terutama terkait tarif.

Lebih lanjut, ia bahkan secara eksplisit menyatakan, "Saya diizinkan untuk memotong semua perdagangan dengan sebuah negara" dan "Saya diizinkan untuk memberlakukan embargo." Ini adalah pernyataan yang sangat serius, menunjukkan kesiapannya untuk menggunakan kekuatan penuh dari otoritas kepresidenan AS (jika ia kembali menjabat) untuk mengubah lanskap perdagangan global. Trump juga mengindikasikan bahwa ia akan beralih ke "arah yang berbeda" dan "arah yang lebih kuat," bahkan mungkin arah yang seharusnya ia ambil sejak awal. Ini menyiratkan sebuah revisi total terhadap strategi perdagangan yang mungkin telah ia rencanakan.

Dampak ke Market

Oke, jadi ada mantan presiden yang lagi 'ngamuk' sama putusan pengadilan dan siap pakai jurus 'perang dagang' level dewa. Lalu, gimana dampaknya ke dompet kita?

Pertama, kita lihat potensi gejolak di EUR/USD. Jika Trump benar-benar berniat memutus perdagangan dengan negara tertentu, terutama negara-negara mitra dagang utama AS, ini bisa memicu ketidakpastian ekonomi global. Ketidakpastian ini biasanya membuat investor lari ke aset yang dianggap safe haven, dan salah satunya adalah Dolar AS. Jadi, ada kemungkinan Dolar AS akan menguat terhadap Euro. Namun, perlu diingat juga, jika kebijakan Trump ini juga berdampak negatif pada ekonomi AS sendiri (misalnya, membuat rantai pasok terganggu), maka penguatan Dolar bisa terbatas.

Selanjutnya, GBP/USD. Inggris, sebagai salah satu mitra dagang besar AS, juga bisa terdampak. Sentimen negatif terhadap perdagangan global bisa menekan Pound Sterling. Ditambah lagi, Inggris sendiri masih bergulat dengan tantangan ekonominya pasca-Brexit. Jadi, kombinasi keduanya bisa membuat GBP/USD cenderung melemah.

Nah, gimana dengan USD/JPY? Jepang adalah negara Asia yang sangat bergantung pada ekspor. Jika Trump benar-benar membatasi perdagangan, Jepang bisa jadi salah satu target. Ini bisa menekan Yen Jepang. Namun, seperti Euro, Dolar AS juga akan bermain peran di sini. Jika sentimen global memburuk secara umum, investor mungkin akan mencari tempat aman seperti Yen Jepang. Jadi, USD/JPY bisa bergerak fluktuatif tergantung mana yang lebih dominan: sentimen terhadap kebijakan Trump atau permintaan terhadap Yen sebagai safe haven.

Terakhir, tapi tidak kalah penting, XAU/USD (Emas). Emas adalah raja safe haven. Ketika ada ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang tinggi, harga emas biasanya meroket. Pernyataan Trump yang mengancam perang dagang baru adalah bensin yang sempurna untuk api ketidakpastian ini. Jadi, ada potensi besar emas akan menguat signifikan. Perlu dicatat juga, ancaman embargo dan pemutusan perdagangan bisa memicu kekhawatiran inflasi jika rantai pasok terganggu, dan emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Secara umum, pernyataan ini menciptakan sentimen ketidakpastian yang tinggi di pasar. Investor akan menjadi lebih waspada, dan volatilitas kemungkinan akan meningkat di berbagai pasangan mata uang dan komoditas.

Peluang untuk Trader

Meskipun pernyataan Trump terdengar mengancam, bagi trader, di mana ada risiko, di situ ada peluang.

Pertama, fokus pada pasangan mata uang yang melibatkan USD. Dengan potensi penguatan Dolar AS akibat sentimen risk-off, pasangan seperti EUR/USD, GBP/USD, dan AUD/USD bisa memberikan peluang short (jual) jika Anda yakin Dolar akan terus menguat. Perhatikan level-level teknikal penting seperti support dan resistance yang telah terbentuk sebelumnya. Jika EUR/USD menembus level support kuat, itu bisa menjadi konfirmasi awal untuk posisi jual. Sebaliknya, jika ada tanda-tanda pembalikan, kita bisa mencari peluang beli.

Kedua, emas (XAU/USD) adalah aset yang patut dicermati. Seperti yang kita bahas, ketidakpastian adalah teman baik emas. Cari momen pullback atau koreksi kecil pada grafik emas untuk mencari peluang beli, dengan target kenaikan yang potensial. Level teknikal seperti area konsolidasi sebelumnya atau level Fibonacci bisa menjadi acuan menarik. Tapi ingat, jangan sampai ketinggalan kereta; jika tren naik sudah terlalu kuat, masuk pun berisiko.

Ketiga, jangan lupakan mata uang safe haven lainnya seperti Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Jika ketidakpastian semakin merajalela dan Dolar AS mulai kehilangan kekuatannya karena dampak negatif kebijakan Trump terhadap ekonomi AS itu sendiri, JPY dan CHF bisa saja mendapatkan keuntungan. Perhatikan pasangan seperti USD/JPY dan USD/CHF untuk peluang short jika ada tanda-tanda Dolar melemah terhadap aset safe haven ini.

Yang perlu dicatat, volatilitas yang tinggi juga berarti risiko yang lebih tinggi. Gunakan manajemen risiko yang ketat, pasang stop loss di tempat yang tepat, dan jangan serakah. Perdagangan yang bijak adalah yang bisa menjaga modal Anda tetap aman.

Kesimpulan

Pernyataan Donald Trump pasca-keputusan Supreme Court ini membuka babak baru potensi ketegangan dalam kebijakan perdagangan global. Ancaman untuk memutus hubungan dagang dan memberlakukan embargo bukan sekadar retorika politik, melainkan dapat memiliki implikasi nyata bagi pergerakan pasar finansial. Kita bisa melihat adanya peningkatan volatilitas di berbagai currency pairs, terutama yang melibatkan Dolar AS, serta potensi lonjakan harga aset safe haven seperti emas.

Untuk para trader retail Indonesia, penting untuk tetap waspada dan memantau perkembangan berita ini dengan seksama. Memahami konteks ekonomi global, tren historis, dan tentunya, level-level teknikal yang relevan akan menjadi kunci dalam menavigasi potensi peluang dan risiko yang muncul. Ingat, pasar selalu memberi sinyal, tugas kita adalah membacanya dengan cerdas.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`