Kurs Dolar AS terhadap Yen Jepang Capai Tertinggi dalam Sebulan, Siap Lampaui Batas
Nilai Tukar USD/JPY Mendekati Tertinggi April
Nilai tukar USD/JPY kembali menguat mendekati level tertinggi pada April lalu di 154,79 pada hari Senin. Hal ini terjadi setelah meredanya ketegangan di Timur Tengah, sehingga mengurangi arus dana ke mata uang yen Jepang (JPY) yang dianggap sebagai aset aman. Penurunan permintaan terhadap JPY ini berdampak lebih besar dibandingkan dengan dolar AS (USD), meskipun keduanya memiliki status aset aman.
Risiko Geopolitik Membayangi
Meskipun konflik di Timur Tengah telah mereda untuk sementara, risiko permusuhan di masa depan tetap ada. Risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang, dan dunia tampak terbagi antara Barat dan apa yang disebut Gideon Rachman, Kepala Komentator Urusan Luar Negeri untuk Financial Times, sebagai "poros negara musuh". Negara-negara ini mencakup Rusia, Iran, Korea Utara, dan Tiongkok.
Hari Penting untuk USD/JPY
Hari Jumat tanggal 26 April akan menjadi hari yang penting bagi USD/JPY. Bank of Japan (BoJ) akan mengadakan pertemuan kebijakan April pada hari itu, dan AS akan menerbitkan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Maret, termasuk Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi yang menjadi ukuran inflasi pilihan Federal Reserve (Fed). Jika inflasi PCE di AS lebih tinggi dari perkiraan, nilai tukar USD/JPY akan meningkat, karena menunjukkan penundaan yang lebih lama sebelum Fed menurunkan suku bunga. Sebaliknya, jika BoJ menaikkan suku bunga atau memberikan sinyal akan melakukannya dalam waktu dekat, nilai tukar JPY akan menguat, sehingga mendorong pelemahan USD/JPY.
Pertanyaan mengenai Kurs Dolar AS terhadap Yen Jepang Capai Tertinggi dalam Sebulan, Siap Lampaui Batas :
Q: Mengapa nilai tukar USD/JPY menguat mendekati level tertinggi April?
A: Meredanya ketegangan Timur Tengah telah mengurangi permintaan terhadap JPY (aset aman), sehingga berdampak lebih besar daripada USD, yang juga memiliki status aset aman.
Q: Risiko apa yang masih membayangi nilai tukar USD/JPY?
A: Risiko geopolitik yang belum sepenuhnya reda, dengan terbaginya dunia antara Barat dan "poros negara musuh" (Rusia, Iran, Korea Utara, dan Tiongkok).
Q: Hari penting apa yang akan terjadi pada tanggal 26 April?
A: Bank of Japan (BoJ) akan mengadakan pertemuan kebijakan April, dan AS akan merilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Maret, termasuk ukuran inflasi pilihan Federal Reserve (Fed).
Q: Bagaimana inflasi PCE AS dapat memengaruhi nilai tukar USD/JPY?
A: Jika inflasi PCE lebih tinggi dari perkiraan, USD/JPY akan menguat karena menunjukkan penundaan penurunan suku bunga Fed. Sebaliknya, jika BoJ menaikkan suku bunga, JPY akan menguat dan USD/JPY akan melemah.