Nilai Dolar AS Menguat Setelah Turun Tajam pada Senin
Mata Uang Dolar AS Menguat
Mata uang Dolar AS (USD) mengalami penguatan pada hari Selasa untuk hari kedua berturut-turut karena beberapa faktor yang mendukung. Pasar kembali memperhitungkan premi risiko karena Israel bersiap memulai invasi darat di Rafah, dan Mesir telah memperketat kontrol perbatasan di perbatasan utaranya dengan Gaza. Sementara itu, pelemahan signifikan dalam Dolar Australia (AUD/USD) dan Yen Jepang (USD/JPY) menambah dukungan bagi Greenback.
Penggerak Pasar
Pada hari Selasa, Indeks Buku Merah AS dan Optimisme Ekonomi yang diukur oleh TechnoMetrica Institute of Policy and Politics adalah dua data ekonomi utama yang akan dirilis. Dalam agenda pembicara Federal Reserve (Fed) AS yang padat minggu ini, hanya Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari yang dijadwalkan untuk berbicara. Sementara itu, pelaku pasar dapat mencerna rilis Survei Pendapat Petugas Pinjaman Senior (SLOOS) untuk kuartal pertama, yang menunjukkan pada hari Senin bahwa standar pinjaman yang diperketat masih menjadi norma sementara tunggakan konsumen meningkat.
Perkembangan Lainnya
Inggris ditutup untuk hari libur bank pada hari Senin dan dapat melihat beberapa pengejaran di beberapa kelas aset dengan pembukaan London pada hari Selasa.
Pertanyaan mengenai Nilai Dolar AS Menguat Setelah Turun Tajam pada Senin :
Q: Kenapa Mata Uang Dolar AS menguat?
A: Karena premi risiko meningkat akibat kekhawatiran invasi Israel dan pengetatan kontrol perbatasan Mesir, serta pelemahan Dolar Australia dan Yen Jepang.
Q: Data ekonomi apa saja yang akan dirilis hari Selasa?
A: Indeks Buku Merah AS dan Optimisme Ekonomi yang diukur oleh TechnoMetrica Institute of Policy and Politics.
Q: Siapa yang akan berbicara dari Federal Reserve AS hari Selasa?
A: Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari.
Q: Apa saja perkembangan lain yang berpotensi memengaruhi pasar?
A: Pembukaan London setelah hari libur bank dapat memicu pergerakan harga di beberapa kelas aset.