Nilai Dolar AS Tidak Berubah Signifikan Jelang Pengumuman Data Inflasi dan Penurunan Hasil Obligasi Pemerintah

Nilai Dolar AS Tidak Berubah Signifikan Jelang Pengumuman Data Inflasi dan Penurunan Hasil Obligasi Pemerintah

Indeks Dolar AS Menanti Data Inflasi

Indeks Dolar AS (DXY) saat ini berada di level 104,12, relatif stabil. Pasalnya, seluruh perhatian tertuju pada data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk Maret yang akan dirilis pada hari Rabu. Menjelang rilis data ini, imbal hasil Treasury AS yang menurun melemahkan Dolar AS, sementara rilis data ekonomi lainnya tidak memberikan dampak yang signifikan. Data IHK diharapkan semakin menguatkan prediksi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memperketat kebijakan moneternya mulai Juni. Meskipun Fed telah menaikkan proyeksi inflasinya karena kenaikan inflasi selama dua bulan terakhir, Ketua Fed Jerome Powell menunjukkan sikap santai terhadap angka-angka ini. Akibatnya, Dolar AS masih dalam posisi menggantung, menanti perubahan kebijakan yang mungkin terjadi seiring dengan masuknya data baru. Angka pasar tenaga kerja yang kuat minggu lalu dapat mendorong Fed untuk bersikap lebih agresif jika inflasi ternyata lebih tinggi dari perkiraan.

Data Ekonomi dan Pasar Obligasi

Laporan dari National Federation of Independent Business (NFIB) menunjukkan penurunan optimisme bisnis kecil, terutama karena inflasi dan kekhawatiran pasar tenaga kerja. Meskipun laporan pekerjaan Maret kuat, ada indikasi bahwa pengetatan kebijakan moneter dapat menyebabkan peningkatan tingkat pengangguran jika dilanjutkan. Pejabat Fed tampaknya telah mengurangi nada hawkish mereka, mengindikasikan sikap yang lebih dovish atau netral dalam kebijakan moneter. Pasar memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga berkurang, dengan peluang penurunan pada Juni turun menjadi hampir 50%, dan penurunan pada Juli di bawah 90%. Kedua kemungkinan penurunan tersebut merupakan yang terendah sejak Oktober lalu. Imbal hasil Treasury AS mengalami penurunan. Secara khusus, imbal hasil 2 tahun turun ke 4,74%, sementara imbal hasil 5 tahun dan 10 tahun diperdagangkan pada 4,37% dan 4,36%.

Analisis Teknis

Secara teknis, DXY menunjukkan tendensi bullish meskipun ada kendala jangka pendek. Pada grafik harian, posisi statis Relative Strength Index (RSI) menunjukkan momentum netral, sementara munculnya batang merah baru pada histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) menandakan potensi pergeseran ke momentum bearish dalam jangka pendek. Namun, DXY menunjukkan ketahanan bullish, dibuktikan dengan posisinya di atas Simple Moving Average (SMA) 20, 100, dan 200 hari. Posisi DXY saat ini menunjukkan bahwa kekuatan beli masih mendominasi dengan garis pertahanan yang dipegang oleh para pelaku pasar bullish, menjaga DXY di atas SMA yang signifikan ini.

Pertanyaan mengenai Nilai Dolar AS Tidak Berubah Signifikan Jelang Pengumuman Data Inflasi dan Penurunan Hasil Obligasi Pemerintah :

Q: Mengapa Indeks Dolar AS saat ini relatif stabil?

A: Karena seluruh perhatian tertuju pada data IHK AS untuk Maret.

Q: Apa dampak penurunan imbal hasil Treasury AS terhadap Dolar AS?

A: Melemahkan Dolar AS.

Q: Apa yang diperkirakan akan dilakukan Fed setelah rilis data IHK?

A: Memperketat kebijakan moneter mulai Juni.

Q: Bagaimana laporan NFIB menunjukkan keadaan bisnis kecil?

A: Menunjukkan penurunan optimisme karena inflasi dan kekhawatiran pasar tenaga kerja.

Q: Apa dampak pengetatan kebijakan moneter pada tingkat pengangguran?

A: Dapat menyebabkan peningkatan tingkat pengangguran.

Q: Bagaimana sikap pejabat Fed terhadap kebijakan moneter?

A: Lebih netral atau dovish.

Q: Apakah pasar memperkirakan penurunan suku bunga?

A: Peluang penurunan berkurang, dengan kemungkinan pada Juni menjadi 50% dan pada Juli di bawah 90%.

Q: Bagaimana tren teknis DXY saat ini?

A: Bullish, meski ada kendala jangka pendek.

Q: Mengapa DXY menunjukkan ketahanan bullish?

A: Posisinya di atas SMA 20, 100, dan 200 hari, menunjukkan kekuatan beli yang mendominasi.

Q: Apa itu inflasi?

A: Inflasi mengukur kenaikan harga dari sekumpulan barang dan jasa yang mewakili.

Q: Apa itu Indeks Harga Konsumen (IHK)?

A: IHK mengukur perubahan harga dari sekumpulan barang dan jasa selama periode waktu tertentu.

Q: Apa dampak inflasi pada valuta asing?

A: Inflasi yang tinggi di suatu negara mendorong nilai mata uangnya naik, dan sebaliknya untuk inflasi yang rendah.

Q: Bagaimana inflasi memengaruhi harga emas?

A: Saat inflasi tinggi, bank sentral akan menaikkan suku bunga untuk melawannya. Suku bunga yang lebih tinggi berdampak negatif pada emas karena meningkatkan biaya peluang untuk menahan emas dibandingkan dengan aset yang menghasilkan bunga atau menaruh uang di rekening deposito tunai.

WhatsApp
`