Nilai Dolar Australia Naik karena Kebijakan Bank Sentral Hawk-ish Menjelang Keputusan
Ringkasan Pasar Forex Hari Ini
Dolar Australia Tertekan, Dolar AS Melemah
Dolar Australia (AUD) melemah setelah Bank Sentral Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada 4,35%, sesuai ekspektasi. Sementara itu, Dolar AS (USD) tetap melemah karena peningkatan selera risiko akibat ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed).
RBA Bertahan Sikap Hawkish, Inflasi Australia Melambat
Meskipun RBA mempertahankan suku bunga, pasar sebelumnya memperkirakan sikap yang lebih hawkish karena data inflasi minggu lalu melampaui ekspektasi. Namun, inflasi Australia justru mengalami penurunan pada kuartal pertama, menandai penurunan kelima berturut-turut meski masih di atas perkiraan awal.
Harga Dolar AS Tertekan, Australia Diuntungkan Perdagangan China
Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kinerja USD terhadap enam mata uang utama terus tertekan setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah pada hari Jumat. Hal ini memicu harapan akan potensi pemotongan suku bunga oleh Fed pada tahun 2024. Presiden Fed Richmond, Thomas Barkin, menyatakan bahwa suku bunga yang tinggi akan meredam pertumbuhan ekonomi AS dan membantu mengurangi tekanan inflasi. Namun, ia juga memperingatkan bahwa inflasi yang terus berlanjut di sektor perumahan dan jasa dapat meningkatkan harga. Di sisi lain, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa Caixin di China mengalami sedikit penurunan pada bulan April, tetapi tetap menunjukkan ekspansi aktivitas jasa selama 16 bulan berturut-turut. Hal ini berpotensi mengangkat pasar Australia karena China merupakan salah satu eksportir terbesarnya.
Prospek AUD/USD: Rentan Melemah, Potensi Breakout
Pada Selasa, AUD/USD diperdagangkan di kisaran 0,6610. Pasangan mata uang ini berkonsolidasi dalam pola segitiga simetris, dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari di atas level 50, menunjukkan bias bullish. AUD/USD berpotensi menguji kembali batas atas di dekat level support utama 0,6650. Penembusan di atas level ini dapat mendorong pasangan ini untuk mengunjungi kembali titik tertinggi Maret di 0,6667, diikuti oleh level psikologis 0,6700. Di sisi lain, AUD/USD dapat menemui support langsung pada level psikologis 0,6600, diikuti oleh Exponential Moving Average (EMA) 9 hari di 0,6569. Jika pasangan ini menembus di bawah EMA, ia dapat menghadapi tekanan lebih lanjut, menguji support pada level 0,6480. Batas bawah segitiga simetris di sekitar level 0,6465 juga dapat memberikan support tambahan.
Pertanyaan mengenai Nilai Dolar Australia Naik karena Kebijakan Bank Sentral Hawk-ish Menjelang Keputusan :
Q: Mengapa Dolar Australia melemah?
A: Karena RBA mempertahankan suku bunga, meskipun ada ekspektasi sikap yang lebih hawkish.
Q: Apa yang menyebabkan Dolar AS melemah?
A: Peningkatan selera risiko karena ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Fed.
Q: Bagaimana inflasi Australia memengaruhi keputusan RBA?
A: Meskipun inflasi melampaui ekspektasi, RBA tetap mempertahankan suku bunga karena terjadi penurunan pada kuartal pertama.
Q: Apa relevansi data ketenagakerjaan AS yang lemah bagi USD?
A: Data yang lemah memicu harapan akan potensi pemotongan suku bunga oleh Fed, menekan indeks Dolar AS.
Q: Bagaimana kinerja indeks PMI Jasa Caixin China memengaruhi prospek AUD/USD?
A: Meskipun mengalami sedikit penurunan, indeks PMI Jasa Caixin China masih menunjukkan ekspansi, berpotensi menguntungkan pasar Australia karena China merupakan eksportir besarnya.
Q: Apa prospek AUD/USD dalam jangka pendek?
A: AUD/USD berpotensi menguji kembali batas atas segitiga simetris, tetapi juga berisiko melemah dan menguji support pada level 0,6480.
Q: Apa saja faktor utama yang memengaruhi nilai Dolar Australia?
A: Faktor yang memengaruhi nilai Dolar Australia antara lain: tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh Reserve Bank of Australia, harga bijih besi sebagai ekspor utama, kesehatan ekonomi Tiongkok, tingkat inflasi di Australia, pertumbuhan ekonomi Australia, Neraca Perdagangan, dan sentimen pasar.
Q: Bagaimana keputusan Reserve Bank of Australia memengaruhi Dolar Australia?
A: Reserve Bank of Australia memengaruhi Dolar Australia dengan menetapkan tingkat suku bunga yang dapat dipinjamkan oleh bank-bank Australia satu sama lain. Tingkat suku bunga ini memengaruhi tingkat suku bunga di seluruh perekonomian. Jika tingkat suku bunga di Australia relatif tinggi dibandingkan dengan bank sentral besar lainnya, Dolar Australia akan menguat. Sebaliknya, jika tingkat suku bunga di Australia relatif rendah, Dolar Australia akan melemah.
Q: Bagaimana kesehatan Ekonomi Tiongkok memengaruhi Dolar Australia?
A: Tiongkok adalah mitra dagang terbesar Australia, sehingga kesehatan ekonomi Tiongkok merupakan pengaruh utama terhadap nilai Dolar Australia. Ketika ekonomi Tiongkok tumbuh dengan baik, permintaan terhadap bahan mentah, barang, dan jasa dari Australia meningkat, yang menyebabkan peningkatan permintaan terhadap Dolar Australia dan mendorong naik nilainya. Sebaliknya, ketika ekonomi Tiongkok tidak tumbuh secepat yang diharapkan, nilai Dolar Australia cenderung melemah.
Q: Bagaimana harga bijih besi memengaruhi Dolar Australia?
A: Bijih besi adalah ekspor terbesar Australia, bernilai $118 miliar per tahun menurut data tahun 2021, dengan Tiongkok sebagai tujuan utamanya. Oleh karena itu, harga bijih besi dapat menjadi pendorong Dolar Australia. Secara umum, jika harga bijih besi naik, Dolar Australia juga akan naik karena permintaan agregat terhadap mata uang tersebut meningkat. Sebaliknya, jika harga bijih besi turun, Dolar Australia cenderung melemah.
Q: Bagaimana Neraca Perdagangan memengaruhi Dolar Australia?
A: Neraca Perdagangan, yaitu selisih antara pendapatan ekspor suatu negara dengan pengeluaran impornya, merupakan faktor lain yang dapat memengaruhi nilai Dolar Australia. Jika Australia menghasilkan ekspor yang sangat diminati, mata uangnya akan menguat semata-mata karena permintaan berlebih yang diciptakan oleh pembeli asing yang berusaha membeli ekspornya dibandingkan dengan apa yang dibelanjakannya untuk membeli impor. Oleh karena itu, Neraca Perdagangan bersih yang positif akan memperkuat Dolar Australia, sedangkan efek sebaliknya akan terjadi jika Neraca Perdagangan negatif.