Nilai Tukar Poundsterling Melesu di Bawah 1,2450 Jelang Data Penjualan Ritel Inggris
Pelemahan GBP/USD Akibat Dolar AS yang Menguat
Pengaruh Kenaikan Suku Bunga Fed
Pasangan mata uang GBP/USD melemah terhadap dolar AS pada Jumat pagi. Pelemahan ini terjadi karena dolar AS menguat akibat data ekonomi AS yang kuat dan komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve (Fed). Data menunjukkan inflasi di AS masih tinggi, sehingga Fed merasa perlu untuk melanjutkan kenaikan suku bunga. Ketua Fed Atlanta, Raphael Bostic, menyatakan bahwa bank sentral masih harus bekerja keras untuk mengendalikan inflasi. Bostic juga mengatakan bahwa ia merasa nyaman menunggu hingga akhir tahun sebelum menurunkan suku bunga. Sementara itu, Presiden Fed New York, John Williams, menekankan bahwa Fed tetap bergantung pada data dan belum merasa perlu untuk menurunkan suku bunga. Investor memperkirakan ada kemungkinan 66% bahwa Fed akan menurunkan suku bunga pada September.
Data Ekonomi AS dan GBP
Data ekonomi AS yang dirilis pada Kamis menunjukkan bahwa klaim pengangguran meningkat di atas ekspektasi pasar, sementara indeks manufaktur Philadelphia Fed meningkat pesat. Di sisi lain, penjualan rumah yang sudah ada di AS turun, yang menunjukkan perlambatan di sektor perumahan. Sementara itu, di sisi GBP, ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan menurunkan suku bunga lebih cepat daripada Fed telah memberikan tekanan jual pada pound sterling. Namun, pembuat kebijakan BoE, Megan Greene, mengatakan bahwa pemotongan suku bunga belum akan segera dilakukan karena inflasi masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi lemah. Komentar Greene gagal mengangkat GBP dari level terendah dalam hampir enam bulan.
Pertanyaan mengenai Nilai Tukar Poundsterling Melesu di Bawah 1,2450 Jelang Data Penjualan Ritel Inggris :
Q: Mengapa GBP/USD melemah terhadap dolar AS?
A: Pelemahan GBP/USD disebabkan oleh penguatan dolar AS akibat data ekonomi AS yang kuat dan komentar hawkish pejabat Federal Reserve (Fed).
Q: Apa komentar pejabat Fed yang memicu penguatan dolar AS?
A: Ketua Fed Atlanta, Raphael Bostic, menyatakan bahwa bank sentral harus bekerja keras mengendalikan inflasi, sementara Presiden Fed New York, John Williams, menekankan bahwa Fed masih bergantung pada data dan belum akan menurunkan suku bunga.
Q: Data ekonomi AS apa yang menunjukkan inflasi masih tinggi?
A: Data menunjukkan klaim pengangguran meningkat dan indeks manufaktur Philadelphia Fed meningkat pesat, mengindikasikan tekanan inflasi.
Q: Mengapa pound sterling mengalami tekanan jual?
A: Ada ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) akan menurunkan suku bunga lebih cepat daripada Fed, yang menyebabkan tekanan jual pada pound sterling.
Q: Apa komentar pembuat kebijakan BoE yang memberikan sedikit dukungan pada pound sterling?
A: Pembuat kebijakan BoE, Megan Greene, mengatakan bahwa pemotongan suku bunga belum akan dilakukan segera karena inflasi masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi lemah.