Pandangan Kashkari tentang Dinamika Kebijakan Moneter dan Ekonomi AS
Pandangan Kashkari tentang Dinamika Kebijakan Moneter dan Ekonomi AS
Neel Kashkari, Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, secara konsisten menjadi salah satu suara yang paling blak-blakan dalam Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), menawarkan perspektif yang sering kali menyoroti kompleksitas dan tantangan dalam mengelola kebijakan moneter. Pernyataan terbarunya, seperti yang dilaporkan oleh New York Times, memberikan gambaran mendalam tentang pemikirannya mengenai intervensi politik, arah suku bunga, ketahanan ekonomi, dan prospek inflasi jangka panjang.
Menjelajahi Tindakan Kebijakan Moneter Trump
Salah satu pernyataan Kashkari yang menarik perhatian adalah pandangannya bahwa tindakan yang dilakukan oleh mantan Presiden Donald Trump terkait Federal Reserve pada dasarnya "tentang kebijakan moneter." Pernyataan ini menyiratkan pengakuan atas upaya yang dilakukan oleh administrasi sebelumnya untuk memengaruhi arah kebijakan bank sentral. Dalam sejarah Amerika Serikat, independensi Federal Reserve dari tekanan politik telah menjadi pilar penting untuk memastikan keputusan kebijakan moneter dibuat berdasarkan data ekonomi dan mandat ganda Fed – yaitu mencapai lapangan kerja maksimum dan stabilitas harga – bukan kepentingan politik jangka pendek.
Intervensi politik terhadap bank sentral dapat memiliki konsekuensi serius, berpotensi mengikis kepercayaan pasar dan efektivitas kebijakan moneter itu sendiri. Pernyataan Kashkari, yang mengidentifikasi motivasi di balik tindakan Trump sebagai upaya memengaruhi kebijakan moneter, menegaskan kembali pentingnya menjaga otonomi institusi ini. Diskusi seputar independensi Fed sering kali muncul dalam periode ketidakpastian ekonomi atau ketika ada perbedaan pandangan antara pemerintah dan bank sentral mengenai arah yang tepat untuk perekonomian. Kashkari, dengan mengartikulasikan pandangan ini, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam memahami dinamika hubungan antara cabang eksekutif dan Federal Reserve.
Afirmasi Penjelasan Akurat Ketua Powell
Dalam perkembangan yang menunjukkan kohesi internal di antara para pembuat kebijakan Fed, Kashkari juga menyatakan bahwa ia mengafirmasi penjelasan akurat Ketua Jerome Powell. Meskipun detail spesifik dari penjelasan Powell tidak disebutkan secara eksplisit dalam laporan, dukungan Kashkari menandakan adanya keselarasan atau setidaknya pemahaman yang sama mengenai analisis dan strategi kebijakan moneter yang sedang diusung oleh pimpinan Fed.
Ini adalah hal yang krusial bagi pasar dan publik untuk melihat adanya konsensus di antara para anggota FOMC, terutama dalam menghadapi lingkungan ekonomi yang tidak pasti. Ketika Ketua Fed menjelaskan pandangan bank sentral mengenai inflasi, lapangan kerja, dan prospek ekonomi, dukungan dari anggota-anggota terkemuka lainnya seperti Kashkari dapat memperkuat pesan tersebut, mengurangi ambiguitas, dan membantu menstabilkan ekspektasi pasar. Penjelasan yang akurat dari Ketua Powell, yang kemudian dikonfirmasi oleh Kashkari, kemungkinan besar mencakup penilaian mengenai jalur inflasi, kondisi pasar tenaga kerja yang masih kuat, dan perlunya sikap hati-hati dalam menyesuaikan suku bunga untuk mencapai tujuan stabilitas harga.
Tidak Ada Dorongan untuk Penurunan Suku Bunga pada Bulan Januari
Salah satu pernyataan yang paling dinantikan dan paling berpengaruh dari Kashkari adalah prediksinya mengenai arah suku bunga. Ia secara tegas menyatakan bahwa ia "tidak melihat dorongan untuk melakukan pemotongan suku bunga pada bulan Januari." Pernyataan ini mengindikasikan sikap hawkish yang terus-menerus dari Kashkari dan mencerminkan pandangan bahwa data ekonomi saat itu tidak mendukung pelonggaran kebijakan moneter.
Pasar sering kali mencoba untuk memprediksi pergerakan suku bunga Fed, dan ekspektasi pemotongan suku bunga di awal tahun sering kali didorong oleh sinyal-sinyal perlambatan ekonomi atau penurunan inflasi yang signifikan. Namun, pernyataan Kashkari menunjukkan bahwa, dari perspektifnya, kondisi-kondisi tersebut belum sepenuhnya terwujud. Keputusan FOMC untuk mempertahankan suku bunga atau memotongnya sangat bergantung pada data yang masuk, termasuk laporan inflasi bulanan, data pasar tenaga kerja, dan indikator pertumbuhan ekonomi lainnya. Pandangan Kashkari ini memperkuat kemungkinan bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga pada level yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, sebuah strategi yang dikenal sebagai "higher for longer," untuk memastikan inflasi benar-benar terkendali dan kembali ke target 2% secara berkelanjutan.
Paradoks Kebijakan Moneter Ketat dan Ketahanan Ekonomi
Kashkari juga menyampaikan sebuah observasi menarik yang menantang persepsi umum tentang kebijakan moneter: "Jika kebijakan moneter benar-benar ketat, kita seharusnya tidak melihat ekonomi yang menunjukkan ketahanan seperti itu." Pernyataan ini menyoroti sebuah paradoks yang tengah dihadapi para pembuat kebijakan. Biasanya, ketika bank sentral menaikkan suku bunga secara agresif—seperti yang telah dilakukan The Fed—diharapkan akan terjadi pendinginan ekonomi yang signifikan, bahkan mungkin resesi ringan. Namun, ekonomi AS telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dengan pasar tenaga kerja yang tetap kuat, pengeluaran konsumen yang tangguh, dan pertumbuhan PDB yang melebihi ekspektasi banyak analis.
Pernyataan Kashkari ini bisa diinterpretasikan dalam beberapa cara. Pertama, ini mungkin menunjukkan bahwa dampak penuh dari pengetatan kebijakan moneter belum sepenuhnya terasa, dan ada jeda waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan. Kedua, ini bisa berarti bahwa "tingkat netral" suku bunga—yaitu tingkat suku bunga yang tidak merangsang maupun mengerem ekonomi—mungkin lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, sehingga kebijakan saat ini, meskipun tinggi secara nominal, mungkin tidak "seketat" yang dibayangkan secara riil. Ketiga, ketahanan ini bisa didorong oleh faktor-faktor lain seperti surplus tabungan rumah tangga dari pandemi, belanja pemerintah yang terus-menerus, atau peningkatan produktivitas yang tidak sepenuhnya ditangkap oleh indikator standar. Kashkari mendorong kita untuk mempertanyakan sejauh mana kebijakan moneter saat ini benar-benar membatasi aktivitas ekonomi, mengingat kekuatan yang terus-menerus ditunjukkan oleh perekonomian.
Proyeksi Suku Bunga dan Inflasi Jangka Panjang
Mungkin pernyataan yang paling menggugah pikiran dari Kashkari berkaitan dengan prospek jangka panjang suku bunga dan inflasi. Ia menyatakan bahwa "sangat masuk akal bahwa kita akan berada di sini jauh di atas target kita untuk dua hingga tiga tahun lagi." Proyeksi ini jauh lebih panjang dari ekspektasi pasar yang sering kali berharap inflasi akan kembali ke target 2% dalam waktu singkat, diikuti dengan pemotongan suku bunga yang cepat.
Pernyataan ini memiliki implikasi yang signifikan. Jika inflasi dan suku bunga tetap tinggi selama dua hingga tiga tahun ke depan, ini akan mempengaruhi berbagai aspek ekonomi. Bagi konsumen, biaya pinjaman untuk hipotek, pinjaman mobil, dan kartu kredit akan tetap tinggi. Bagi bisnis, biaya modal akan meningkat, yang dapat mengerem investasi dan ekspansi. Bagi pemerintah, biaya pembayaran utang akan membengkak.
Kashkari mungkin mendasarkan proyeksi ini pada beberapa faktor. Pertama, inflasi mungkin telah berakar lebih dalam di beberapa sektor ekonomi, atau mungkin ada perubahan struktural dalam dinamika pasokan dan permintaan global yang membuatnya lebih sulit untuk turun kembali ke target. Kedua, pasar tenaga kerja yang sangat ketat masih dapat memberikan tekanan ke atas pada upah, yang dapat memicu spiral harga-upah. Ketiga, ia mungkin percaya bahwa ada faktor-faktor di luar kendali Fed yang akan mempertahankan tekanan inflasi, seperti ketegangan geopolitik atau transisi energi. Pandangan "tinggi lebih lama" ini menyoroti tantangan berat yang dihadapi Fed dalam menyeimbangkan mandat ganda mereka, sekaligus menyiratkan bahwa jalan menuju stabilitas harga yang langgeng mungkin akan lebih berliku dan memakan waktu daripada yang diinginkan banyak orang. Ini menegaskan kembali bahwa kesabaran dan ketekunan dalam kebijakan moneter akan menjadi kunci dalam tahun-tahun mendatang.