Pasar Properti Inggris Mulai 'Healing', Apa Dampaknya ke Duit Kita di Market Forex?

Pasar Properti Inggris Mulai 'Healing', Apa Dampaknya ke Duit Kita di Market Forex?

Pasar Properti Inggris Mulai 'Healing', Apa Dampaknya ke Duit Kita di Market Forex?

Bro and sis trader! Pernah nggak sih ngerasa kayak lagi lari di treadmill yang mentok, gitu-gitu aja geraknya? Nah, mungkin ini analogi yang pas buat menggambarkan kondisi pasar properti Inggris beberapa waktu belakangan. Tapi nih, ada kabar baik yang lagi santer beredar dari RICS (Royal Institution of Chartered Surveyors) soal survei pasar properti mereka di Januari 2026. Katanya, kayaknya sih, lantai treadmill-nya mulai agak miring ke bawah, pertanda siap-siap lari kenceng lagi nih! Ini penting banget buat kita para pelaku pasar, lho, karena pergerakan di pasar properti negara adidaya macam Inggris itu seringkali jadi sinyal buat pasar finansial global, termasuk mata uang yang kita pegang. Yuk, kita kupas tuntas!

Apa yang Terjadi?

Jadi gini ceritanya, teman-teman trader. RICS ini kan lembaga yang tiap bulan ngumpulin data dari para agen properti dan surveyor di seluruh Inggris. Mereka nanya macem-macem, mulai dari seberapa banyak rumah yang dijual, permintaan pembeli, sampai ekspektasi harga ke depan. Nah, hasil survei terbarunya untuk Januari 2026 ini nih yang bikin mata melek.

Mereka melihat ada beberapa indikator yang terkait aktivitas pasar, seperti new buyer enquiries (permintaan dari calon pembeli baru) dan sales instructions (rumah yang siap dijual), itu mencatat angka yang "paling tidak negatif" dalam beberapa bulan terakhir. Simpelnya, kalau kemarin itu semua serba minus, sekarang minusnya nggak sedalam kemarin. Ibaratnya, dari jatuh terjerembab, sekarang baru nyium tanah, belum sampai mental. Ini sinyal positif awal yang patut dicermati.

Lebih menarik lagi, meskipun ekspektasi untuk jangka pendek (sekitar 3 bulan ke depan) masih dibilang hati-hati, ada keyakinan yang berkembang di kalangan responden survei. Mereka merasa ada potensi pemulihan dalam volume penjualan. Ini penting. Kenapa? Karena kalau para pelaku di lapangan udah mulai yakin, itu bisa jadi self-fulfilling prophecy, yang artinya keyakinan itu sendiri yang mendorong terjadinya pemulihan. Kayak kita yakin bisa profit, eh beneran kejadian!

Latar belakangnya sendiri, pasar properti Inggris memang lagi nggak dalam kondisi prima belakangan ini. Inflasi yang tinggi, kenaikan suku bunga yang agresif dari Bank of England (BoE), ketidakpastian ekonomi global, sampai isu Brexit yang masih membayangi, semuanya berkontribusi bikin para calon pembeli mikir dua kali. Ditambah lagi, biaya pinjaman (KPR) yang makin mahal, bikin cicilan rumah jadi beban berat. Jadi, angka yang mulai membaik ini ibarat napas lega setelah dicekik lumayan lama.

Dampak ke Market

Nah, terus apa hubungannya sama duit kita di pasar forex? Banyak! Negara-negara maju seperti Inggris itu punya peran besar dalam perekonomian global. Kalau pasar propertinya mulai membaik, itu bisa jadi indikator bahwa ekonomi Inggris secara keseluruhan juga sedang dalam jalur pemulihan.

Untuk pasangan mata uang GBP/USD (Poundsterling terhadap Dolar Amerika Serikat), berita ini jelas positif. Kalau ekonomi Inggris membaik, Bank of England mungkin punya ruang lebih untuk mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi atau bahkan menahannya. Suku bunga yang menarik biasanya bikin mata uangnya jadi lebih disukai investor. Ini bisa mendorong penguatan GBP terhadap USD. Perlu dicatat, Dolar AS sendiri juga punya sentimennya sendiri, jadi gerakannya tetap akan dipengaruhi data-data dari AS juga.

Bagaimana dengan EUR/GBP? Kalau GBP menguat, maka EUR/GBP kemungkinan akan cenderung turun. Trader yang punya pandangan bahwa pound akan menguat berbanding euro bisa mencari peluang short di EUR/GBP.

Untuk mata uang lain seperti EUR/USD, dampaknya mungkin lebih tidak langsung. Pemulihan di Inggris bisa sedikit meredakan kekhawatiran global tentang perlambatan ekonomi di Eropa, yang pada gilirannya bisa memberikan sedikit dorongan bagi Euro. Namun, ini perlu dilihat bersamaan dengan kondisi ekonomi di Zona Euro sendiri.

Bagaimana dengan aset safe haven seperti XAU/USD (Emas terhadap Dolar Amerika Serikat)? Pasar properti yang membaik di negara maju seringkali berkorelasi dengan sentimen risiko yang meningkat. Artinya, investor mungkin jadi lebih berani ambil risiko dan memindahkan dananya dari aset aman seperti emas ke aset yang lebih berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi, seperti saham atau mata uang. Kalau ini terjadi, emas bisa saja mengalami tekanan jual. Namun, perlu diingat, emas juga sensitif terhadap pergerakan Dolar AS dan ekspektasi inflasi global.

Peluang untuk Trader

Teman-teman trader, kabar baik dari RICS ini bisa jadi sinyal buat kita untuk lebih memantau pergerakan mata uang GBP. GBP/USD jelas jadi salah satu pair yang paling menarik perhatian. Jika data-data ekonomi Inggris lainnya menyusul positif (misalnya data inflasi, data ketenagakerjaan, atau kebijakan BoE yang cenderung hawkish), potensi penguatan GBP bisa jadi lebih nyata.

Secara teknikal, jika kita melihat chart GBP/USD, perhatikan level-level penting. Misalnya, jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas resistance kuat yang sudah terbentuk beberapa waktu lalu, ini bisa jadi konfirmasi awal potensi tren naik. Sebaliknya, jika pasar merespons berita ini dengan hati-hati dan harga masih tertahan di bawah level psikologis atau resistance, kita perlu waspada terhadap kemungkinan false breakout atau pembalikan arah.

Perhatikan juga pasar UK 100 (indeks saham Inggris). Jika pasar properti membaik, biasanya ini juga berdampak positif pada saham-saham properti dan sektor terkait di Inggris. Jika indeks ini menunjukkan penguatan yang signifikan, itu bisa jadi konfirmasi tambahan untuk prospek ekonomi Inggris yang lebih baik.

Yang perlu dicatat, pergerakan di pasar properti itu sifatnya agak lebih lambat dibandingkan pasar forex atau saham. Jadi, dampak penuh dari kabar baik ini mungkin tidak akan terjadi seketika. Penting untuk bersabar dan menunggu konfirmasi dari data-data lain serta pergerakan harga di pasar. Jangan sampai FOMO (Fear Of Missing Out) ya!

Kesimpulan

Jadi, berita dari RICS mengenai indikator pasar properti Inggris yang mulai membaik di Januari 2026 ini adalah sinyal yang patut disambut baik oleh para pelaku pasar, termasuk kita para trader retail di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa ekonomi Inggris mungkin sedang berada di titik balik dan mulai bangkit dari perlambatan.

Ini memberikan potensi peluang trading, terutama pada pasangan mata uang GBP/USD. Namun, seperti biasa, jangan terburu-buru. Analisis data-data pendukung lainnya, perhatikan level-level teknikal penting, dan jangan lupakan manajemen risiko. Dunia trading selalu penuh kejutan, tapi dengan informasi yang tepat dan analisis yang matang, kita bisa navigasi pasar dengan lebih percaya diri.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`