Penilaian Kebijakan Moneter dan Kondisi Pasar Keuangan di Akhir Tahun 2025

Penilaian Kebijakan Moneter dan Kondisi Pasar Keuangan di Akhir Tahun 2025

Penilaian Kebijakan Moneter dan Kondisi Pasar Keuangan di Akhir Tahun 2025

Pertemuan Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) yang diselenggarakan pada hari Rabu dan Kamis, 17-18 Desember 2025, menjadi forum penting untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi dan keuangan terkini di kawasan euro. Fokus utama pembahasan adalah tinjauan terhadap kondisi pasar keuangan sejak pertemuan kebijakan moneter sebelumnya pada 29-30 Oktober 2025, serta proyeksi inflasi dan pertumbuhan ekonomi jangka menengah.

Konsolidasi Narasi Pasar dan Ekspektasi Suku Bunga

Pembukaan presentasi oleh Ms. Schnabel menyoroti bagaimana narasi di pasar keuangan, yang menyatakan bahwa suku bunga ECB berada pada posisi yang tepat, semakin terkonsolidasi. Perkembangan ini didukung oleh data-data terbaru yang masuk, yang secara konsisten memperkuat ekspektasi bahwa inflasi akan tetap mendekati target 2% dalam jangka menengah. Bersamaan dengan itu, perekonomian zona euro diperkirakan akan tumbuh pada tingkat yang mendekati potensi, menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah berbagai tantangan global.

Ketahanan ekonomi ini, ditambah dengan inflasi sektor jasa yang lebih lengket dari perkiraan, secara signifikan mengubah ekspektasi pasar mengenai kebijakan suku bunga. Harapan akan adanya penurunan suku bunga lebih lanjut telah sirna, baik di kalangan pelaku pasar maupun peserta survei. Konsensus yang muncul adalah bahwa suku bunga kebijakan akan tetap pada level saat ini untuk periode yang diperpanjang, mencerminkan keyakinan akan stabilitas ekonomi dan prospek inflasi yang terkendali.

Dinamika Suku Bunga Bebas Risiko Jangka Panjang dan Kondisi Pasar Lainnya

Selain ekspektasi suku bunga kebijakan, data makroekonomi yang lebih baik dari perkiraan dan evaluasi ulang ekspektasi kebijakan moneter juga telah mendorong suku bunga bebas risiko jangka panjang menjadi lebih tinggi. Perkembangan ini terutama didorong oleh suku bunga riil, yang mengindikasikan bahwa investor mengharapkan pengembalian yang lebih tinggi setelah disesuaikan dengan inflasi. Fenomena ini menunjukkan adanya penyesuaian pasar terhadap kondisi ekonomi yang membaik dan ekspektasi kebijakan yang lebih jelas.

Di sisi lain, nilai tukar euro relatif stabil, bergerak dalam kisaran sempit. Ini mengindikasikan tidak adanya tekanan signifikan terhadap mata uang tunggal Eropa, yang mungkin mencerminkan keseimbangan antara faktor-faktor domestik dan global. Sentimen risiko global yang kuat telah menjaga pasar ekuitas tetap berada pada level tinggi, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek keuntungan korporasi. Sementara itu, spread obligasi pemerintah dan korporasi tetap terkompresi, menandakan risiko kredit yang rendah dan permintaan yang kuat untuk aset-aset berpendapatan tetap. Volatilitas di pasar uang zona euro juga tetap terbatas, mencerminkan kondisi likuiditas yang stabil.

Secara keseluruhan, kondisi keuangan di zona euro mengalami pengetatan ringan sejak Oktober 2025. Namun, penting untuk dicatat bahwa kondisi ini telah berfluktuasi dalam kisaran sempit sejak pemotongan suku bunga terakhir oleh ECB pada Juni 2025, dan tetap sangat selaras dengan suku bunga kebijakan utamanya. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter ECB masih memiliki pengaruh kuat dalam membentuk kondisi keuangan yang lebih luas.

Kepercayaan pada Proyeksi Staf Desember dan Ketahanan Ekonomi

Dalam pertemuan tersebut, pandangan yang kuat diungkapkan bahwa menjaga suku bunga pada level saat ini merupakan jalur yang cukup solid di bawah prospek dasar. Keyakinan ini diperkuat oleh proyeksi staf ECB pada bulan Desember, yang meningkatkan kepercayaan terhadap prospek jangka menengah. Proyeksi ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi zona euro terbukti lebih tangguh daripada yang diantisipasi sebelumnya. Faktor-faktor seperti permintaan domestik yang stabil, pasar tenaga kerja yang kuat, dan potensi pemulihan investasi, berkontribusi pada ketahanan ini.

Prospek inflasi juga terus berada pada posisi yang baik, dengan indikator-indikator menunjukkan bahwa tekanan harga akan mereda secara bertahap menuju target dalam jangka waktu yang relevan. Meskipun inflasi sektor jasa menunjukkan sifat yang lebih persisten, proyeksi keseluruhan tetap optimis bahwa target stabilitas harga akan tercapai tanpa memerlukan penyesuaian kebijakan yang drastis. Ini memberikan landasan kuat bagi Dewan Gubernur untuk mempertahankan arah kebijakan moneter saat ini.

Risiko Terhadap Prospek Inflasi: Perspektif Berbeda

Meskipun terdapat kepercayaan yang kuat terhadap prospek dasar, anggota Dewan Gubernur juga membahas risiko-risiko yang mengelilingi prospek inflasi. Mayoritas anggota memandang risiko-risiko ini sebagai dua sisi, artinya ada potensi inflasi bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari perkiraan. Namun, beberapa anggota berpendapat bahwa distribusi risiko telah bergeser ke atas, mengisyaratkan kekhawatiran yang meningkat terhadap potensi inflasi yang lebih persisten atau bangkit kembali.

Pergeseran pandangan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ketegangan geopolitik yang berpotensi mempengaruhi harga energi dan rantai pasokan, tekanan upah yang lebih kuat dari perkiraan, atau stimulus fiskal yang berlebihan di beberapa negara anggota. Diskusi mengenai risiko dua sisi, dengan sebagian pandangan yang mengarah ke risiko inflasi yang lebih tinggi, menggarisbawahi kehati-hatian yang tetap dipegang oleh ECB dalam memantau perkembangan ekonomi dan keuangan, meskipun prospek dasar tampak stabil. Hal ini menegaskan komitmen ECB untuk siap menyesuaikan kebijakan jika kondisi berubah secara signifikan.

WhatsApp
`