Perang Dagang Memanas? Putusan Mahkamah Agung AS Bikin Tiongkok Makin Pede Hadapi Trump!

Perang Dagang Memanas? Putusan Mahkamah Agung AS Bikin Tiongkok Makin Pede Hadapi Trump!

Perang Dagang Memanas? Putusan Mahkamah Agung AS Bikin Tiongkok Makin Pede Hadapi Trump!

Investor global lagi deg-degan nih minggu ini, dan ada satu berita yang lagi jadi omongan hangat di kalangan trader: keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang menganulir tarif impor baru ala Donald Trump. Kok bisa sih, putusan pengadilan begini jadi penting buat portofolio kita? Ternyata, dampaknya luas banget, bukan cuma soal barang impor jadi lebih murah atau mahal, tapi juga bisa ngaruhin pergerakan mata uang dunia sampai ke emas. Nah, yuk kita bedah tuntas apa artinya buat trading kita.

Apa yang Terjadi?

Jadi gini, beberapa waktu lalu Presiden AS Donald Trump mencoba menerapkan kebijakan tarif impor yang cukup agresif, termasuk pada barang-barang dari Tiongkok. Tujuannya jelas, biar industri dalam negeri AS lebih kuat dan menekan defisit perdagangan. Namun, cara Trump melakukan ini, yang katanya memicu keadaan darurat ekonomi untuk membenarkan tarif tersebut, digugat ke Mahkamah Agung AS.

Dan benar saja, di akhir pekan kemarin, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Trump salah langkah. Mereka menyatakan bahwa invokasi Trump terhadap Undang-Undang Darurat Ekonomi Internasional untuk memberlakukan tarif tersebut tidak sah. Simpelnya, pengadilan bilang Trump "ngasal" pakai dasar hukumnya.

Putusan ini jadi pukulan telak buat strategi "America First" ala Trump yang sangat bergantung pada kebijakan tarif. Kenapa begitu? Karena ini menunjukkan ada batasan hukum dan kelembagaan terhadap tindakan sepihak yang bisa diambil oleh eksekutif AS, terutama yang berpotensi merusak hubungan dagang dengan negara lain.

Menariknya lagi, putusan ini datang tepat sebelum pertemuan penting antara Presiden AS dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Analis melihat, ini memberikan "amunisi" tambahan buat Tiongkok. Dengan tarif yang potensi diterapkannya jadi lemah, Tiongkok bisa jadi lebih pede untuk menekan AS soal dukungannya terhadap Taiwan. Ini bukan isu sepele, guys. Dukungan AS ke Taiwan adalah salah satu titik sensitif utama dalam hubungan AS-Tiongkok. Kalau Tiongkok merasa AS "terdesak" atau "kelemahan", mereka mungkin akan lebih agresif menyuarakan tuntutan terkait Taiwan.

Latar belakangnya sendiri memang sudah panas. Perang dagang antara AS dan Tiongkok ini sudah berlangsung cukup lama, dengan berbagai gelombang tarif dan balasan yang bikin pasar global tegang. Putusan Mahkamah Agung ini seperti "mendinginkan" sedikit potensi eskalasi tarif dari sisi AS, tapi di sisi lain justru bisa memanaskan isu geopolitik lain, yaitu Taiwan.

Dampak ke Market

Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting buat para trader: dampaknya ke pasar. Keputusan ini punya efek domino ke beberapa aset yang cukup signifikan:

  • Mata Uang Tiongkok (CNY/USD): Dengan posisi tawar yang menguat, Yuan Tiongkok berpotensi mendapatkan dorongan. Jika Tiongkok berhasil menekan AS dalam negosiasi soal isu-isu dagang atau bahkan geopolitik, ini bisa membuat investor lebih percaya diri menaruh dana di Tiongkok, yang ujungnya menopang penguatan CNY. Namun, perlu diingat juga bahwa Tiongkok punya kebijakan kontrol mata uangnya sendiri, jadi pergerakan CNY bisa jadi tidak se-fleksibel mata uang mayor lainnya.
  • Dolar AS (USD): Ini agak abu-abu. Di satu sisi, anulir tarif berarti potensi AS meraih "kemenangan dagang" jadi berkurang, yang secara teori bisa sedikit melemahkan Dolar AS. Namun, Dolar AS seringkali bertindak sebagai safe haven. Jika ketegangan geopolitik (misal terkait Taiwan) meningkat akibat putusan ini, ada potensi investor lari ke Dolar AS sebagai tempat berlindung yang aman, yang justru bisa menguatkan USD. Jadi, kita perlu pantau sentimen secara keseluruhan.
  • EUR/USD: Mata uang Euro bisa terpengaruh secara tidak langsung. Jika ketegangan AS-Tiongkok mereda sedikit dari sisi tarif, ini bisa sedikit meredakan kekhawatiran global dan memberikan sedikit ruang bagi EUR untuk bergerak naik terhadap USD. Namun, sentimen terhadap Euro juga sangat bergantung pada kondisi ekonomi di Zona Euro sendiri.
  • GBP/USD: Sama seperti EUR, Pound Sterling juga akan terpengaruh oleh sentimen risiko global. Jika pasar menjadi lebih tenang karena potensi perang dagang mereda, GBP bisa mendapatkan keuntungan. Namun, masalah Brexit dan ekonomi domestik Inggris tetap menjadi faktor utama yang perlu dicermati.
  • XAU/USD (Emas): Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar dan sebagai aset safe haven. Jika ketegangan geopolitik antara AS dan Tiongkok meningkat tajam gara-gara isu Taiwan, emas berpotensi naik karena dianggap sebagai aset aman di tengah ketidakpastian. Namun, jika pelaku pasar justru melihat ini sebagai tanda bahwa isu dagang AS-Tiongkok mereda secara keseluruhan, permintaan emas sebagai safe haven bisa sedikit berkurang.

Yang perlu dicatat, pasar forex dan komoditas itu sangat kompleks. Pergerakan satu aset tidak hanya dipengaruhi oleh satu berita, tapi gabungan dari banyak faktor ekonomi, politik, dan sentimen pasar.

Peluang untuk Trader

Nah, buat kita sebagai trader, berita ini bukan cuma tontonan, tapi bisa jadi peluang. Ada beberapa hal yang bisa kita perhatikan:

  • Perhatikan EUR/USD dan GBP/USD: Dengan potensi meredanya ketegangan tarif, kedua pasangan mata uang ini bisa jadi menarik. Cari setup teknikal yang mengkonfirmasi tren naik, terutama jika data ekonomi dari Eropa dan Inggris juga mendukung. Level support dan resistance penting akan jadi patokan kita. Misalnya, jika EUR/USD berhasil menembus level resistance psikologis 1.0800, ini bisa jadi sinyal awal penguatan.
  • Waspadai USD/JPY: Pasangan ini sensitif terhadap sentimen risiko global. Jika isu Taiwan memanas, USD/JPY bisa tertekan (yen menguat). Sebaliknya, jika pasar melihat AS berhasil mengendalikan situasi, USD/JPY bisa beranjak naik. Kita perlu perhatikan level support kuat di area 145.00 jika ada potensi penguatan USD, dan level resistance jika yen menguat.
  • Emas (XAU/USD): Ini adalah aset yang paling jelas bisa merespons ketegangan geopolitik. Jika narasi "isu Taiwan memanas" menguat, emas bisa jadi pilihan menarik untuk dibeli. Target teknikal yang perlu diwaspadai adalah level resistance di sekitar $2350 per ons jika tren penguatan berlanjut. Namun, jangan lupa risikonya. Jika justru sentimen global membaik, emas bisa terkoreksi.
  • Risiko: Yang paling penting, selalu kelola risiko. Jangan pernah ambil posisi tanpa stop loss. Berita geopolitik itu sangat volatile, dan pergerakan bisa sangat cepat dan tak terduga. Peristiwa seperti ini seringkali menciptakan volatilitas yang tinggi, yang bisa memberikan keuntungan besar tapi juga kerugian yang sama besarnya jika tidak hati-hati.

Historisnya, ketegangan dagang AS-Tiongkok sudah pernah membuat pasar global bergejolak. Ingat saat pemerintahan Trump dulu sempat mengancam akan mengenakan tarif besar-besaran ke hampir semua barang Tiongkok? Itu bikin pasar saham dunia anjlok dan mata uang emerging market melemah. Putusan Mahkamah Agung ini bisa dibilang jadi momen "restart" narasi ketegangan tersebut, tapi dengan fokus yang mungkin bergeser ke isu geopolitik lain.

Kesimpulan

Jadi, intinya, putusan Mahkamah Agung AS soal tarif Trump ini bukan sekadar berita hukum, tapi sebuah peristiwa yang punya implikasi finansial signifikan. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada dorongan untuk kebijakan proteksionisme, ada batasan hukum yang harus dipatuhi.

Bagi kita para trader, ini adalah waktu yang tepat untuk tetap waspada, memantau berita secara cermat, dan menganalisis pergerakan pasar dengan hati-hati. Peluang memang ada, tapi risiko juga perlu diperhitungkan secara matang. Fokus pada pasangan mata uang dan komoditas yang paling sensitif terhadap isu ini, dan jangan lupa disiplin dalam manajemen risiko. Pasar finansial selalu menawarkan dinamika menarik, dan berita seperti ini adalah salah satu alasan kenapa dunia trading itu seru!


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`