Pergerakan Yen Jepang Melawan USD: Apa yang Terjadi?

Pergerakan Yen Jepang Melawan USD: Apa yang Terjadi?

Pada hari Senin, Yen Jepang (JPY) mengalami penurunan untuk hari ketiga berturut-turut terhadap dolar AS (USD). Data PMI Jepang yang lebih lemah dan sentimen risiko yang positif tampaknya memengaruhi JPY yang dikenal sebagai safe-haven. Harapan pasar akan kebijakan yang berbeda antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve (Fed) juga dapat membatasai potensi kenaikan lebih lanjut pada pasangan USD/JPY.

Selama sesi Asia, Yen Jepang terlihat lesu setelah angka Purchasing Managers' Index (PMI) Jepang yang dirilis hari ini menunjukkan penurunan. PMI untuk sektor manufaktur Jepang turun dari 49.0 pada bulan lalu menjadi 48.3 pada Maret 2025. Ini adalah angka terendah sejak Maret 2024 dan menunjukkan kontraksi untuk bulan kesembilan berturut-turut. Bahkan sektor jasa yang sebelumnya tumbuh baik juga kehilangan momentum dan mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam lima bulan terakhir.

Berita lainnya menunjukkan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana untuk menerapkan tarif yang lebih terfokus dan tidak seketat yang sebelumnya dikhawatirkan. Ini meningkatkan harapan untuk tarif yang lebih sedikit mengganggu dan memberikan kepercayaan lebih pada investor, yang semakin melemahkan Yen Jepang sebagai safe-haven.