Perkiraan Pertumbuhan Pekerjaan di AS Melambat Setelah Awal Tahun yang Kuat
Nonfarm Payrolls AS
Laporan Tenaga Kerja AS Siap Dirilis
Pada hari Jumat, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat akan merilis laporan tenaga kerja bulanan pada pukul 12:30 EST. Laporan ini merupakan indikator penting kesehatan ekonomi AS, dan investor menantikannya untuk melihat apakah pasar tenaga kerja terus membaik.
Ekonom Memperkirakan Peningkatan Pekerjaan
Ekonom memperkirakan bahwa Nonfarm Payrolls, yang mengukur jumlah pekerjaan yang diciptakan di luar sektor pertanian, akan meningkat sebesar 200.000 pada bulan Maret setelah mengalami peningkatan sebesar 275.000 pada bulan Februari. Peningkatan ini akan menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat dan peluang kerja terus bertambah. Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap pada level 3,6%, mendekati tingkat terendah dalam beberapa dekade.
Implikasi bagi Pasar
Laporan Nonfarm Payrolls dapat memiliki dampak signifikan pada pasar keuangan. Jika laporan lebih baik dari perkiraan, hal ini dapat mendorong nilai dolar AS menguat dan mendorong imbal hasil obligasi meningkat karena investor mengantisipasi kenaikan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve. Sebaliknya, laporan yang lebih lemah dapat menyebabkan penurunan nilai dolar AS dan imbal hasil obligasi karena investor memperkirakan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan kebijakan moneter yang lebih mudah.
Pertanyaan mengenai Perkiraan Pertumbuhan Pekerjaan di AS Melambat Setelah Awal Tahun yang Kuat :
Q: Kapan laporan Nonfarm Payrolls AS akan dirilis?
A: Pada hari Jumat pukul 12:30 EST.
Q: Apa yang diukur oleh Nonfarm Payrolls?
A: Jumlah pekerjaan yang diciptakan di luar sektor pertanian.
Q: Berapa perkiraan peningkatan Nonfarm Payrolls untuk bulan Maret?
A: 200.000.
Q: Bagaimana tingkat pengangguran diperkirakan akan berubah?
A: Diperkirakan tetap pada level 3,6%.
Q: Apa dampak potensial laporan Nonfarm Payrolls pada pasar keuangan?
A: Laporan yang lebih baik dari perkiraan dapat memperkuat dolar AS dan menaikkan imbal hasil obligasi, sementara laporan yang lebih lemah dapat melemahkan dolar AS dan menurunkan imbal hasil obligasi.