Pound Sterling Berfluktuasi Saat Investor Mencari Panduan Suku Bunga Terbaru dari BoE
Pound Sterling Melemah di Tengah Ketidakpastian Prospek Suku Bunga Bank Sentral Inggris (BoE)
Pengantar
Pound Sterling (GBP) mengalami aksi jual pada sesi London hari Senin karena ketidakpastian pasar. Investor belum kembali ke ranah valas setelah akhir pekan panjang libur Paskah. Secara umum, pasangan GBP/USD berkonsolidasi sedikit di atas level support 1,2600 karena investor menunggu arahan terbaru mengenai waktu Bank of England (BoE) dan Federal Reserve (Fed) akan mulai memotong suku bunga.
Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga BoE
Awal tahun ini, Fed diperkirakan akan mulai menurunkan suku bunga lebih cepat daripada BoE, sehingga mendukung valuasi Pound Sterling terhadap Dolar AS. Namun, BoE saat ini diprediksi akan mengikuti langkah Fed dan memulai pemotongan suku bunga mulai Juni. Dua pembuat kebijakan BoE, Catherine Mann dan Jonathan Haskel, yang sebelumnya dianggap sebagai pendukung suku bunga tinggi, melihat tidak perlu ada kenaikan suku bunga lebih lanjut karena suku bunga yang lebih tinggi berdampak pada kondisi pasar tenaga kerja dan belanja konsumen.
Dampak Pemotongan Suku Bunga BoE
Pound Sterling diperkirakan akan terdepresiasi jika BoE menurunkan suku bunga pinjaman utama lebih cepat dari yang diharapkan setelah menaikkannya secara konsisten selama lebih dari dua tahun. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) naik ke 104,60 karena investor menjadi cemas menjelang laporan penting Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk bulan Maret, yang akan diterbitkan pada hari Jumat. Data pasar tenaga kerja resmi adalah salah satu rilis data ekonomi utama yang memengaruhi ekspektasi pemotongan suku bunga Fed.
Analisis Teknis GBP/USD
Pound Sterling diperdagangkan sedikit mendatar di sekitar 1,2600 karena investor mencari petunjuk baru tentang kapan Bank of England akan mulai menurunkan suku bunga. Ekspektasi pasar untuk BoE yang beralih ke pemotongan suku bunga telah dimajukan ke pertemuan Juni karena bank sentral tersebut terlihat sedikit dovish dalam pernyataan kebijakan moneter terbarunya. BoE terdengar dovish karena tidak ada anggota pembuat kebijakan yang memilih kenaikan suku bunga. Hal ini menunjukkan bahwa pembuat kebijakan BoE melihat suku bunga saat ini sebagai restriktif.