Pound Sterling Melemah di Minggu yang Singkat Karena Fokus pada Kebijakan Bank of England
Pergerakan Pound Sterling Dipengaruhi Keputusan Bank Sentral
Pound Sterling (GBP) bergerak menguat terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ke level 1,2570 pada perdagangan Senin di London. Namun, nilai tukar GBP/USD masih berada dalam kisaran Jumat lalu. Pasangan ini diperkirakan akan tetap kurang bergejolak dan akan dipandu oleh sentimen pasar karena pasar Inggris tutup pada awal Mei. Secara umum, GBP/USD masih kesulitan menemukan arah karena Dolar AS berkonsolidasi setelah data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat dan Indeks Pembelian Manajer (PMI) Jasa ISM untuk April. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Dolar AS terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan secara sideways di atas 105,00.
Keputusan Suku Bunga Bank Inggris Jadi Sorotan
Pound Sterling kembali bergerak di sekitar 1,2550 karena investor mengalihkan fokus ke keputusan suku bunga Bank of England (BoE), yang akan diumumkan pada hari Kamis. BoE secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level 5,25% untuk keenam kalinya berturut-turut. Karenanya, investor akan fokus pada panduan BoE mengenai suku bunga. Komentar terbaru dari Gubernur BoE Andrew Bailey menunjukkan bahwa ia yakin inflasi akan kembali ke tingkat yang diinginkan sebesar 2% pada bulan April. Ini menunjukkan bahwa bank sentral dapat memberikan komentar yang agak dovish (lebih lunak) mengenai prospek suku bunga dan memberikan kerangka waktu yang pasti untuk mulai menurunkan suku bunga.
Pertanyaan mengenai Pound Sterling Melemah di Minggu yang Singkat Karena Fokus pada Kebijakan Bank of England :
Q: Pada level berapa nilai tukar GBP/USD bergerak menguat terhadap USD pada hari Senin?
A: 1,2570.
Q: Mengapa pasangan GBP/USD diperkirakan akan kurang bergejolak?
A: Karena pasar Inggris tutup pada awal Mei.
Q: Apa yang akan menjadi sorotan setelah data NFP AS dan PMI Jasa ISM untuk April?
A: Keputusan suku bunga Bank of England (BoE).
Q: Apa yang diharapkan dari BoE dalam hal suku bunga?
A: Mempertahankan suku bunga pada level 5,25% untuk keenam kalinya berturut-turut.
Q: Apa yang dikatakan Gubernur BoE Andrew Bailey tentang inflasi?
A: Ia yakin inflasi akan kembali ke tingkat yang diinginkan sebesar 2% pada bulan April.
Q: Apa tugas Bank of England, dan bagaimana dampaknya terhadap Pound?
A: Bank of England (BoE) menentukan kebijakan moneter untuk Inggris. Tujuan utamanya adalah mencapai 'stabilitas harga', atau tingkat inflasi stabil sebesar 2%. Bank ini menggunakan penyesuaian suku bunga dasar sebagai alatnya untuk mencapai tujuan ini.
Q: Bagaimana kebijakan moneter Bank of England memengaruhi nilai Pound Sterling?
A: Ketika inflasi di atas target Bank of England, mereka merespons dengan menaikkan suku bunga, sehingga biaya kredit bagi masyarakat dan bisnis menjadi lebih mahal. Hal ini positif bagi Pound Sterling karena suku bunga yang lebih tinggi membuat Inggris menjadi tempat yang lebih menarik bagi investor global untuk menyimpan dana mereka. Ketika inflasi turun di bawah target, ini merupakan tanda pertumbuhan ekonomi melambat, dan BoE akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga untuk memudahkan kredit dengan harapan bisnis akan meminjam untuk berinvestasi dalam proyek yang menghasilkan pertumbuhan, yang berdampak negatif terhadap Pound Sterling.
Q: Apa itu pelonggaran kuantitatif (QE), dan bagaimana pengaruhnya terhadap Pound Sterling?
A: Dalam situasi ekstrem, Bank of England dapat menerapkan kebijakan yang disebut pelonggaran kuantitatif (QE). QE adalah proses di mana BoE secara substansial meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang terjebak. QE adalah kebijakan terakhir ketika menurunkan suku bunga tidak akan mencapai hasil yang diinginkan. Proses QE melibatkan BoE yang mencetak uang untuk membeli aset, biasanya obligasi pemerintah atau obligasi korporat berperingkat AAA, dari bank dan lembaga keuangan lainnya. QE biasanya menghasilkan Pound Sterling yang lebih lemah.
Q: Apa itu pengetatan kuantitatif (QT), dan bagaimana pengaruhnya terhadap Pound Sterling?
A: Pengetatan kuantitatif (QT) adalah kebalikan dari QE, yang diberlakukan ketika ekonomi menguat dan inflasi mulai naik. Sementara dalam QE Bank of England (BoE) membeli obligasi pemerintah dan korporasi dari lembaga keuangan untuk mendorong mereka memberikan pinjaman; dalam QT, BoE berhenti membeli lebih banyak obligasi, dan berhenti menginvestasikan kembali pokok yang jatuh tempo pada obligasi yang sudah dimilikinya. Hal ini biasanya positif bagi Pound Sterling.