Putusan Mahkamah Agung AS Menghantam Tarif Trump: Peluang atau Ancaman Baru di Pasar?

Putusan Mahkamah Agung AS Menghantam Tarif Trump: Peluang atau Ancaman Baru di Pasar?

Putusan Mahkamah Agung AS Menghantam Tarif Trump: Peluang atau Ancaman Baru di Pasar?

Kabar mengejutkan datang dari Amerika Serikat, yang bisa jadi akan mengguncang pasar keuangan global, termasuk yang kita pantau setiap hari. Mahkamah Agung AS baru saja memutuskan bahwa Presiden Donald Trump telah melampaui kewenangannya dalam memberlakukan tarif melalui International Emergency Economic Powers Act (IEEPA). Keputusan ini ibarat tamparan di wajah agenda ekonomi Trump, sekaligus membuka lembaran baru yang penuh ketidakpastian bagi para trader. Apa artinya ini bagi portofolio Anda? Mari kita bedah bersama.

Apa yang Terjadi?

Jadi begini ceritanya, para trader sekalian. Sejak lama, Presiden Trump memang dikenal dengan kebijakan proteksionisme dan penggunaan tarif sebagai senjata dagangnya. Salah satu landasan hukum yang sering ia gunakan adalah IEEPA, sebuah undang-undang dari tahun 1977 yang memberikannya kekuasaan luas untuk bertindak dalam situasi darurat nasional. Nah, banyak tarif yang diberlakukan Trump, terutama yang berkaitan dengan perselisihan dagang dengan negara lain, diklaim didasarkan pada undang-undang ini.

Namun, Mahkamah Agung AS, melalui suara mayoritas yang ditulis oleh Ketua Mahkamah Agung John Roberts, memutuskan lain. Mereka berargumen bahwa undang-undang IEEPA tahun 1977 ini memiliki daftar kewenangan yang sangat spesifik, dan apa yang dilakukan Trump—memberlakukan tarif secara luas dan strategis untuk tujuan yang lebih besar daripada sekadar keadaan darurat sesaat—ternyata melampaui batasan yang ada. Ibaratnya, Anda dikasih kunci rumah untuk masuk, tapi malah dipakai untuk membongkar lemari baju. Mahkamah Agung bilang, "Hei, ini bukan tujuan awal undang-undang ini dibuat."

Keputusan ini jelas merupakan pukulan telak bagi strategi Trump yang mengandalkan tarif sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi perdagangan internasional. Ini bukan pertama kalinya kebijakan Trump diuji, namun kali ini datang dari lembaga tertinggi peradilan AS, yang memiliki kekuatan mutlak dalam menafsirkan undang-undang. Yang menarik, meskipun putusan ini 'menghantam' kebijakan Trump, sang presiden dikabarkan sudah menyiapkan langkah lain, kemungkinan besar mencari celah hukum baru atau bahkan mengeluarkan tarif baru dengan dasar yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa tarik-ulur kebijakan dagang AS masih akan terus berlanjut.

Dampak ke Market

Lalu, apa dampaknya ke pasar yang kita cintai? Keputusan Mahkamah Agung ini bisa memicu volatilitas di berbagai currency pairs dan aset lainnya.

Pertama, mari kita lihat EUR/USD. Tarif AS yang dinilai ilegal oleh Mahkamah Agung seringkali ditujukan untuk negara-negara mitra dagang utama, dan Uni Eropa adalah salah satunya. Jika tarif tersebut memang dibatalkan atau dibatasi, ini bisa mengurangi ketegangan perdagangan antara AS dan UE. Secara teori, ini bisa memberi angin segar bagi ekonomi Eropa, sehingga Euro berpotensi menguat terhadap Dolar AS. Namun, perlu dicatat, sentimen global secara keseluruhan juga sangat mempengaruhi EUR/USD. Jika ada kekhawatiran resesi global yang lebih besar, Dolar AS yang sering dianggap sebagai safe haven bisa saja tetap kokoh.

Selanjutnya, GBP/USD. Inggris, meskipun sudah keluar dari Uni Eropa, tetap memiliki hubungan dagang yang erat dengan AS. Kebijakan tarif AS yang tidak pasti bisa mempengaruhi sentimen investor terhadap aset Inggris. Jika pembatalan tarif ini dianggap mengurangi ketidakpastian global, ini bisa positif bagi Sterling. Namun, Brexit yang masih menyisakan masalah dan ketidakstabilan politik internal Inggris juga menjadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan.

Bagaimana dengan USD/JPY? Jepang juga merupakan target tarif Trump sebelumnya. Jika tarif tersebut tidak berlaku lagi, ini bisa meringankan beban ekspor Jepang, yang pada gilirannya bisa mendukung Yen. Namun, JPY seringkali bergerak seiring dengan sentimen risiko global. Jika pasar global menjadi lebih tenang karena ketidakpastian tarif berkurang, investor mungkin akan beralih dari aset safe haven seperti Yen.

Dan yang tidak kalah penting, XAU/USD (Emas). Emas seringkali menjadi aset pilihan saat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik meningkat. Keputusan Mahkamah Agung ini, meskipun membatalkan sebagian tarif, justru bisa menciptakan gelombang ketidakpastian baru. Di satu sisi, pembatalan tarif bisa mengurangi ketegangan perdagangan, yang seharusnya menekan permintaan emas sebagai safe haven. Di sisi lain, jika langkah Trump selanjutnya menciptakan gejolak baru, atau jika ada kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi AS akibat putusan ini, emas bisa saja mendapatkan dorongan. Yang perlu dicatat, emas juga dipengaruhi oleh kekuatan Dolar AS. Jika Dolar menguat karena sentimen negatif global, emas bisa tertekan, begitu pula sebaliknya.

Peluang untuk Trader

Nah, dengan adanya pergerakan seperti ini, tentu ada peluang yang bisa kita manati.

Pertama, perhatikan pasangan mata uang yang paling terkena dampak langsung oleh kebijakan tarif AS, terutama yang terkait dengan mitra dagang utama seperti Uni Eropa dan Jepang. Jika putusan ini benar-benar membatalkan tarif yang memberatkan, perhatikan potensi penguatan mata uang negara-negara tersebut terhadap Dolar AS, setidaknya dalam jangka pendek. Ini bisa menjadi setup short pada USD/XXX.

Kedua, amati volatilitas. Keputusan ini pasti akan memicu pergerakan harga yang cukup signifikan. Trader yang memiliki strategi swing trading atau bahkan day trading bisa memanfaatkan range pergerakan ini. Namun, ingat, volatilitas juga berarti peningkatan risiko. Pastikan Anda selalu menggunakan stop-loss yang ketat untuk membatasi kerugian.

Ketiga, jangan lupakan aset safe haven seperti emas dan juga USD/JPY. Jika pasar global justru menjadi lebih cemas karena ketidakpastian baru yang diciptakan oleh langkah balasan Trump atau dampak dari putusan ini, aset-aset tersebut bisa menunjukkan tren yang jelas. Perhatikan level-level teknikal penting seperti support dan resistance untuk mencari titik masuk yang strategis.

Yang perlu dicatat, pasar seringkali bereaksi terhadap berita dengan cepat, namun pergerakan jangka panjang akan sangat bergantung pada bagaimana AS merespons keputusan ini dan bagaimana dampaknya terhadap perekonomian global secara keseluruhan. Apakah ini akan memicu perang tarif baru? Atau justru menjadi awal dari normalisasi kebijakan perdagangan?

Kesimpulan

Keputusan Mahkamah Agung AS mengenai tarif Trump ini jelas merupakan sebuah peristiwa penting. Ini bukan sekadar berita hukum, melainkan sesuatu yang memiliki implikasi luas bagi stabilitas ekonomi global dan tentu saja, bagi aktivitas trading kita. Putusan ini menunjukkan adanya upaya untuk mengontrol kekuasaan eksekutif dan menjaga keseimbangan dalam sistem pemerintahan AS.

Bagi kita para trader, ini adalah pengingat bahwa pasar keuangan selalu dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari keputusan politik, kebijakan ekonomi, hingga sentimen global. Analisis mendalam terhadap berita seperti ini, dikombinasikan dengan pemahaman teknikal, adalah kunci untuk dapat mengambil keputusan trading yang lebih bijak. Tetaplah waspada, terus belajar, dan yang terpenting, kelola risiko Anda dengan baik.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`