Saham AS Naik Setelah Data Ekonomi Lemah Picu Harapan Pemotongan Suku Bunga
Dow Jones Melonjak di Tengah Pelemahan Ekonomi AS
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik pada Selasa lalu setelah data Indeks Manajer Pembelian (PMI) AS melemah secara tak terduga. Hal ini menghidupkan kembali harapan pelaku pasar akan penurunan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan oleh Bank Sentral AS (Fed).
Pelemahan PMI dan Data Ekonomi AS yang Dinanti
PMI Manufaktur AS turun ke level terendah empat bulan yaitu 49,9 pada Selasa, merosot dari 51,9 sebelumnya. PMI Jasa juga turun dari 51,7 menjadi 50,9. Padahal, kedua komponen PMI diperkirakan akan naik menjadi 52,0. Dengan prospek PMI yang melemah, investor akan mencermati data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang dijadwalkan rilis pada Kamis.
Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang menjadi alat ukur inflasi pilihan Fed, akan dirilis pada Jumat untuk mengakhiri pekan perdagangan. Pasar saham akan mencari tanda-tanda perlambatan lebih lanjut dalam perekonomian dalam negeri AS untuk mengukur kemungkinan Fed masuk ke siklus penurunan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
Pergerakan Dow Jones dan Prospek Teknis
Meskipun saham AS secara keseluruhan menguat, Dow Jones tetap lesu dibandingkan indeks mega lainnya, dengan DJIA naik sekitar tujuh per sepuluh persen. Dari 30 saham yang membentuk indeks Dow Jones, hampir sepertiganya masih merugi pada Selasa, dengan Walmart Inc. (WMT) sebagai yang paling rugi. WMT turun sekitar 2,5 persen pada hari itu, diperdagangkan di dekat $58,60 per saham.
Verizon Communications Inc. (VZ) menguat dari penurunan Senin, naik hampir 3,5% ke level $40,00 per saham. VZ diikuti oleh American Express Co. (AXP), yang naik 2,5% ke dekat $238,75 per saham.
Dow Jones sedang menguji level 38.500,00 pada Selasa, dengan level terendah hari itu di 38.206,51. Indeks ekuitas utama naik hampir delapan per sepuluh persen pada hari itu.
Kenaikan pada Selasa membuat Dow Jones berpotensi ditutup menguat selama tiga hari perdagangan berturut-turut karena indeks naik dari level terendah jangka pendek sekitar 37.600,00. Indeks masih turun dari level tertinggi Maret di bawah 40.000,00, tetapi indeks tetap bullish dalam jangka panjang. Dow Jones diperdagangkan jauh di atas support teknis utama dari Exponential Moving Average (EMA) 200 hari di 36.687,91.
Pertanyaan mengenai Saham AS Naik Setelah Data Ekonomi Lemah Picu Harapan Pemotongan Suku Bunga :
Q: Mengapa Dow Jones meningkat meski terjadi pelemahan ekonomi AS?
A: Karena data PMI yang lemah menghidupkan kembali harapan akan penurunan suku bunga yang lebih cepat oleh Fed.
Q: Apa yang ditunjukkan oleh data PMI AS?
A: PMI Manufaktur turun ke 49,9 dan PMI Jasa turun ke 50,9, menunjukkan pelemahan di kedua sektor.
Q: Data ekonomi AS apa yang akan dirilis minggu ini?
A: Produk Domestik Bruto (PDB) pada hari Kamis dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) pada hari Jumat.
Q: Bagaimana kinerja saham dalam indeks Dow Jones?
A: Beberapa saham mengalami kerugian, dengan Walmart sebagai yang paling rugi, sementara Verizon dan American Express menunjukkan kenaikan.
Q: Di level berapa Dow Jones diperdagangkan pada hari Selasa?
A: Sekitar 38.500,00.
Q: Bagaimana prospek jangka panjang Dow Jones?
A: Masih bullish, dengan indeks diperdagangkan di atas EMA 200 hari.
Q: Apa itu suku bunga?
A: Suku bunga adalah biaya yang dikenakan oleh lembaga keuangan atas pinjaman kepada peminjam dan dibayarkan sebagai bunga kepada penabung dan deposan. Mereka dipengaruhi oleh suku bunga dasar, yang ditetapkan oleh bank sentral sebagai respons terhadap perubahan dalam perekonomian.
Q: Bagaimana suku bunga memengaruhi mata uang?
A: Suku bunga yang lebih tinggi umumnya membantu memperkuat mata uang suatu negara karena menjadikan negara tersebut tempat yang lebih menarik bagi investor global untuk menaruh uang mereka.
Q: Bagaimana suku bunga memengaruhi harga emas?
A: Suku bunga yang lebih tinggi secara keseluruhan membebani harga emas karena meningkatkan biaya peluang untuk memiliki emas daripada berinvestasi pada aset yang menghasilkan bunga atau menempatkan uang di bank. Jika suku bunga tinggi, biasanya mendorong naik harga Dolar AS (USD), dan karena emas dibanderol dalam dolar, ini memiliki efek menurunkan harga emas.
Q: Apa itu suku bunga dana Fed?
A: Suku bunga dana Fed adalah suku bunga semalam di mana bank-bank AS saling meminjamkan uang. Ini adalah suku bunga utama yang sering dikutip yang ditetapkan oleh Federal Reserve pada pertemuan FOMC-nya. Hal ini ditetapkan sebagai kisaran, misalnya 4,75%-5,00%, meskipun batas atas (dalam hal ini 5,00%) merupakan angka yang dikutip. Ekspektasi pasar terhadap suku bunga dana Fed di masa mendatang dilacak oleh alat FedWatch CME, yang membentuk bagaimana banyak pasar keuangan berperilaku dalam mengantisipasi keputusan kebijakan moneter Federal Reserve di masa mendatang.