Sentimen Pasar Berubah Drastis: RBA, BoE, dan ECB Siap Guncang Awal Februari!

Sentimen Pasar Berubah Drastis: RBA, BoE, dan ECB Siap Guncang Awal Februari!

Sentimen Pasar Berubah Drastis: RBA, BoE, dan ECB Siap Guncang Awal Februari!

Minggu pertama bulan Februari ini benar-benar akan jadi ajang pamer kekuatan bagi para bank sentral besar! Kita akan kedatangan RBA (Australia), BoE (Inggris), dan ECB (Eropa). Satu di antaranya diprediksi bakal "gas pol" menaikkan suku bunga, sementara dua lainnya kemungkinan besar bakal menahan diri. Tapi jangan salah, keputusan "menahan" ini pun punya "nuansa" yang bakal bikin para trader kepo setengah mati. So, mari kita bedah satu per satu!

Apa yang Terjadi?

Awal tahun 2024 ini memang terasa berbeda. Inflasi yang sempat jadi momok menakutkan di berbagai negara, kini mulai menunjukkan tanda-tanda melunak. Hal ini membuat para bank sentral dihadapkan pada dilema klasik: apakah harus terus menekan inflasi dengan menaikkan suku bunga, atau mulai melonggarkan kebijakan untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang mulai goyah?

Dalam konteks ini, kita lihat perbandingan kebijakan dari beberapa bank sentral. RBA (Reserve Bank of Australia) misalnya, tercatat lebih " kalem " dalam mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter sejak awal tahun 2024 dibandingkan dengan bank sentral lain. Coba bandingkan: RBNZ (Reserve Bank of New Zealand) sudah memangkas suku bunga hingga 325 basis poin, Riksbank (Swedia) memangkas 225 basis poin, ECB (Bank Sentral Eropa) memangkas 200 basis poin, dan SNB (Swiss National Bank) juga sudah memangkas 175 basis poin. Nah, RBA ternyata masih terbilang pelit kalau soal memotong suku bunga. Ini memberikan sinyal bahwa RBA mungkin masih lebih berhati-hati dalam melonggarkan kebijakannya, atau bahkan mungkin punya alasan kuat untuk tidak memangkas suku bunga dalam waktu dekat, tidak seperti mayoritas bank sentral lain yang sudah duluan bergerak ke arah pelonggaran.

Hal ini menjadi sangat krusial karena suku bunga adalah "pompa bensin" bagi ekonomi. Ketika suku bunga naik, biaya pinjaman jadi mahal, orang cenderung menahan pengeluaran, dan ini membantu mendinginkan inflasi. Sebaliknya, ketika suku bunga turun, biaya pinjaman jadi murah, orang jadi lebih berani belanja dan berinvestasi, yang bisa memicu pertumbuhan ekonomi. Nah, ketika sebagian besar bank sentral sudah "menginjak rem" dengan memangkas suku bunga, sementara RBA terlihat masih "jinak", ini menimbulkan pertanyaan besar: ada apa dengan ekonomi Australia?

Perbedaan agresivitas dalam kebijakan suku bunga ini tentu saja bukan tanpa alasan. Ada berbagai faktor yang bisa jadi pertimbangan, mulai dari tingkat inflasi domestik yang mungkin masih sedikit lebih tinggi, kondisi pasar tenaga kerja yang masih kuat, hingga sentimen konsumen yang mungkin masih sedikit optimis. Apapun alasannya, perbedaan "ritme" ini akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar, terutama para trader forex dan komoditas.

Dampak ke Market

Oke, sekarang kita masuk ke bagian yang paling bikin deg-degan para trader: dampaknya ke pasar! Tiga bank sentral yang akan rilis kebijakan suku bunganya minggu ini (RBA, BoE, dan ECB) ini punya bobot yang sangat besar dalam menggerakkan pasar, terutama untuk pasangan mata uang yang melibatkan Dolar Australia (AUD), Poundsterling Inggris (GBP), dan Euro (EUR).

Untuk RBA: Mengingat RBA terkesan lebih "tahan banting" dibandingkan bank sentral lain yang sudah agresif memangkas suku bunga, jika nanti RBA memutuskan untuk mempertahankan suku bunga atau bahkan memberi sinyal potensi kenaikan (meskipun kecil kemungkinannya dalam waktu dekat), ini bisa menjadi "angin segar" bagi Dolar Australia. Kenapa? Simpelnya, suku bunga yang relatif lebih tinggi atau kebijakan yang lebih ketat dibandingkan negara lain akan membuat aset dalam mata uang tersebut menjadi lebih menarik bagi investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi. Jadi, AUD/USD dan AUD/JPY bisa saja menunjukkan pergerakan positif. Sebaliknya, jika RBA ternyata mengejutkan pasar dengan pemotongan suku bunga yang lebih dalam dari perkiraan, siap-siap saja AUD tertekan.

Untuk BoE dan ECB: Nah, kedua bank sentral ini posisinya agak berbeda. Pasar umumnya berekspektasi mereka akan menahan suku bunga di level saat ini. Namun, "nuansa" yang perlu dicermati adalah komunikasi mereka. Apakah ada petunjuk halus yang mengarah ke potensi pemotongan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan? Jika nada bicara mereka cenderung "dovish" (mengindikasikan potensi pelonggaran kebijakan), maka GBP/USD dan EUR/USD bisa saja mengalami tekanan. Terutama jika inflasi di Inggris dan Eropa menunjukkan tren penurunan yang lebih meyakinkan, ini akan semakin memperkuat spekulasi pemotongan suku bunga.

Menariknya lagi, pergerakan ketiga mata uang ini (AUD, GBP, EUR) akan berpengaruh terhadap pergerakan Dolar AS (USD). Jika AUD menguat, biasanya akan ada korelasi negatif dengan USD, artinya USD/AUD akan turun. Begitu juga sebaliknya. Untuk USD/JPY, pergerakan ini lebih dipengaruhi oleh kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang masih mempertahankan kebijakan super longgarnya, namun spekulasi perubahan kebijakan BoJ juga selalu jadi "angin lain" yang bisa meniup pergerakan USD/JPY.

Kemudian, bagaimana dengan emas (XAU/USD)? Emas seringkali menjadi "safe haven" saat ketidakpastian ekonomi global meningkat atau ketika suku bunga rendah. Jika bank sentral Eropa dan Inggris menunjukkan sinyal pelonggaran kebijakan yang kuat, yang bisa jadi dipicu oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi, ini bisa memberikan dorongan positif bagi emas karena biaya oportunitas memegang emas (yang tidak memberikan bunga) menjadi lebih rendah. Namun, jika Dolar AS menguat tajam karena kebijakan yang berbeda dari negara lain, ini bisa menahan kenaikan emas.

Peluang untuk Trader

Dengan potensi pergerakan yang bakal seru ini, tentu ada peluang yang bisa dilirik oleh para trader.

Pertama, perhatikan AUD. Jika Anda melihat ada data ekonomi Australia yang kuat atau pernyataan dari RBA yang cenderung "hawkish" (mengindikasikan pengetatan kebijakan atau penundaan pelonggaran), maka pasangan seperti AUD/USD atau AUD/JPY bisa jadi pilihan menarik untuk dipantau. Target level teknikal penting di sini bisa jadi level resistance yang sudah teruji sebelumnya jika kita ingin mencari posisi buy, atau level support yang kuat jika kita melihat ada potensi pelemahan AUD.

Kedua, pantau GBP dan EUR dengan cermat. Jika pernyataan dari BoE dan ECB lebih "dovish" dari perkiraan, perhatikan pasangan GBP/USD dan EUR/USD. Untuk skenario pelemahan, kita bisa mencari setup entry untuk posisi sell di dekat level resistance penting. Sebaliknya, jika mereka memberikan kejutan "hawkish" (sangat tidak mungkin tapi selalu ada kemungkinan), ini bisa menjadi peluang buy.

Ketiga, Emas (XAU/USD). Seperti yang dibahas sebelumnya, jika sentimen global cenderung berisiko karena perlambatan ekonomi yang diindikasikan oleh bank sentral Eropa dan Inggris, emas bisa jadi pilihan untuk dicari setup buy. Level support psikologis seperti 1800 atau bahkan 1750 (tergantung pergerakan sebelumnya) bisa jadi area menarik untuk dipertimbangkan.

Yang perlu dicatat, selalu pasang stop loss! Volatilitas di pasar bisa sangat tinggi saat pengumuman kebijakan bank sentral. Jangan sampai keuntungan yang sudah di depan mata malah hilang begitu saja karena tidak siap menghadapi kemungkinan terburuk. Analisis teknikal, seperti identifikasi level support dan resistance kunci, Fibonacci retracement, atau indikator momentum, akan sangat membantu dalam menentukan titik masuk dan keluar yang optimal.

Kesimpulan

Minggu pertama Februari ini benar-benar menandai momen krusial dalam navigasi kebijakan moneter global. Perbedaan sikap antara RBA yang terkesan lebih "tahan banting" dengan BoE dan ECB yang mungkin akan memberikan sinyal pelonggaran, menciptakan sebuah dinamika pasar yang menarik dan penuh potensi. Ini bukan sekadar angka-angka di berita, tapi cerminan dari bagaimana para pengambil kebijakan berusaha menyeimbangkan antara mengerem inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Bagi kita sebagai trader retail Indonesia, memahami konteks makroekonomi ini sangat penting. Ini bukan tentang menebak-nebak, tapi tentang membaca arah "angin" yang ditiupkan oleh bank sentral-bank sentral besar tersebut. Dengan pemahaman yang baik tentang latar belakang, potensi dampak, serta peluang yang ada, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan trading yang lebih bijak dan terukur. Ingat, pasar selalu punya cerita, dan tugas kita adalah memahami cerita tersebut agar bisa ikut "menari" bersamanya.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`