Sterling Keok di Cengkeraman Dolar? Prediksi Citi: GBP/USD Meluncur ke 1.24 di 2027!

Sterling Keok di Cengkeraman Dolar? Prediksi Citi: GBP/USD Meluncur ke 1.24 di 2027!

Sterling Keok di Cengkeraman Dolar? Prediksi Citi: GBP/USD Meluncur ke 1.24 di 2027!

Hai, para trader Indonesia! Ada kabar penting nih dari jagat finansial yang patut kita cermati, terutama buat kamu yang doyan main di pasar forex. Baru saja beredar analisis dari raksasa bank asal Amerika, Citi, yang punya prediksi cukup "wow" untuk pasangan mata uang favorit kita, GBP/USD. Mereka memproyeksikan cable alias GBP/USD ini bakal meluncur turun ke level 1.24 di tahun 2027. Angka ini cukup jauh dari posisi saat ini yang masih nyaman di atas 1.35, bahkan sempat mencicipi puncak 4 tahunan di atas 1.3850 akhir Januari lalu sebelum sedikit "ngos-ngosan" kembali. Nah, kok bisa sih bank sebesar Citi punya pandangan begitu bearish (pesimis) terhadap Poundsterling? Yuk, kita bedah bareng!

Apa yang Terjadi?

Begini ceritanya, para trader. Prediksi dari Citi ini bukan keluar begitu saja tanpa dasar, lho. Mereka melihat adanya kombinasi dua kekuatan besar yang akan membentuk dinamika pasar valas dalam beberapa tahun ke depan. Pertama, Citi memprediksi Dolar Amerika Serikat (USD) akan mengalami penguatan secara bersih di sepanjang tahun 2026. Ini artinya, permintaan terhadap dolar akan cenderung meningkat, membuatnya lebih "mahal" dibandingkan mata uang utama lainnya.

Kenapa Dolar bisa menguat? Ada beberapa faktor yang biasanya jadi "bahan bakar" penguatan dolar. Salah satunya adalah kebijakan moneter dari The Fed (Bank Sentral Amerika). Jika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga atau mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan, ini akan membuat aset dolar lebih menarik bagi investor global. Imbal hasil yang lebih tinggi membuat investor rela menukarkan mata uang lain menjadi dolar untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu, status dolar sebagai mata uang cadangan dunia juga selalu memberikan daya tarik tersendiri, apalagi di tengah ketidakpastian global. Dolar sering dianggap sebagai "safe haven" atau aset aman di saat dunia sedang gonjang-ganjing.

Kedua, dan ini yang jadi kunci utama prediksi turunnya GBP/USD, Citi juga memperkirakan Poundsterling (GBP) akan kehilangan posisinya di pasar global. Simpelnya, Pound akan melemah dibandingkan mata uang-mata uang utama lainnya. Ada beberapa alasan kenapa Pound bisa tertatih-tatih. Salah satunya adalah isu ekonomi domestik Inggris yang masih bergulir. Performa ekonomi Inggris pasca-Brexit memang masih jadi sorotan. Tantangan seperti inflasi yang membandel, pertumbuhan ekonomi yang lambat, dan ketidakpastian kebijakan di masa depan bisa jadi beban buat Pound.

Ketika kedua faktor ini bersatu – Dolar menguat dan Pound melemah – maka konsekuensinya jelas terlihat pada pasangan GBP/USD. Ibaratnya, dua mesin ini bekerja berlawanan arah. Mesin Dolar makin kencang menarik ke atas (menguat), sementara mesin Pound makin loyo ditarik ke bawah (melemah). Akibatnya, perbandingan nilainya, yaitu kurs GBP/USD, akan terus merosot. Citi memperkirakan penurunan ini akan cukup signifikan, membawa GBP/USD dari level di atas 1.35 saat ini, bahkan pernah menyentuh 1.3850, menuju angka 1.24 di tahun 2027. Ini bukan lompatan kecil, ya, tapi sebuah tren penurunan yang cukup panjang.

Dampak ke Market

Nah, kalau GBP/USD diprediksi meluncur, ini jelas punya efek domino ke berbagai pasangan mata uang lain dan aset lainnya, lho. Buat kamu yang bermain di pasangan major seperti EUR/USD atau GBP/JPY, pergerakan GBP/USD ini akan sangat relevan.

Jika Dolar menguat secara umum di pasar global, ini berarti tidak hanya GBP yang akan tertekan, tapi mata uang lain seperti Euro (EUR) dan Yen Jepang (JPY) juga berpotensi ikut melemah terhadap Dolar. Jadi, kita mungkin akan melihat pasangan seperti EUR/USD juga mengalami tren penurunan, meski mungkin tidak sedrastis GBP/USD karena kondisi ekonomi Uni Eropa dan Amerika punya dinamika tersendiri. Sementara untuk GBP/JPY, penguatan Dolar bisa membuat pasangan ini makin menarik untuk diperhatikan, di mana GBP yang lemah dan JPY yang juga mungkin tertekan Dolar akan saling tarik menarik.

Yang menariknya lagi, dampak ini tidak hanya berhenti di pasar forex. Emas (XAU/USD) juga punya korelasi terbalik dengan Dolar. Ketika Dolar menguat, biasanya harga emas cenderung tertekan. Emas yang dihargai dalam Dolar akan menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan bisa menurun. Sebaliknya, jika Dolar melemah, emas seringkali jadi pilihan aman dan harganya meroket. Jadi, jika prediksi Citi tentang penguatan Dolar terwujud, kita mungkin akan melihat tekanan pada harga emas.

Perlu dicatat, pasar finansial itu seperti jaring laba-laba. Satu pergerakan besar di satu tempat bisa merambat ke bagian lain. Prediksi Citi ini menciptakan sentimen umum bahwa Dolar akan menjadi raja di beberapa tahun ke depan. Ini bisa mempengaruhi keputusan investasi para pelaku pasar global, dari institusi besar sampai kita-kita para trader ritel.

Peluang untuk Trader

Oke, sekarang yang paling penting buat kita: bagaimana potensi dampaknya bagi strategi trading kita? Prediksi penurunan GBP/USD ini bukan sekadar angka, tapi bisa jadi petunjuk arah pergerakan pasar yang patut dipertimbangkan.

Buat para trader yang punya pandangan searah dengan Citi, atau yang melihat sinyal penurunan dari sisi teknikal, pasangan GBP/USD tentu jadi fokus utama. Level-level teknikal penting yang perlu dicermati bisa jadi area support (penyangga) yang sudah ditembus dan kini berpotensi menjadi resistance (penghalang) baru saat harga naik. Jika harga gagal menembus ke atas level-level ini, potensi penurunan lebih lanjut akan semakin besar. Perhatikan area seperti 1.32, 1.30, bahkan sampai ke 1.27 sebagai target penurunan jangka menengah hingga panjang.

Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah short selling atau menjual GBP/USD saat ada pantulan harga ke atas, dengan target profit di level-level support yang lebih rendah. Tapi, ingat, trading itu seni mengelola risiko. Jangan lupa pasang stop loss yang ketat untuk membatasi kerugian jika pergerakan pasar berbalik arah secara tak terduga.

Pasangan lain yang perlu diawasi adalah EUR/USD. Jika Dolar memang menguat secara umum, EUR/USD juga berpotensi turun. Trader bisa mencari peluang short di EUR/USD, terutama jika level support kunci seperti 1.08 atau 1.07 ditembus.

Sedangkan untuk XAU/USD, jika kita melihat Dolar AS terus menguat, ini bisa menjadi sinyal untuk berhati-hati dalam mengambil posisi beli emas, atau bahkan mencari peluang short jika ada konfirmasi teknikal.

Namun, yang perlu dicatat, prediksi itu tetap prediksi. Pasar selalu punya caranya sendiri untuk mengejutkan kita. Kondisi ekonomi global bisa berubah sewaktu-waktu. Kebijakan bank sentral bisa berubah. Geopolitik bisa memanas. Oleh karena itu, selalu lakukan riset mandiri, analisis teknikal dan fundamental, serta yang paling penting, kelola risiko dengan bijak. Jangan hanya terpaku pada satu prediksi.

Kesimpulan

Prediksi Citi bahwa GBP/USD akan meluncur ke 1.24 di tahun 2027 adalah sebuah sinyal penting yang menunjukkan potensi penguatan Dolar AS dan pelemahan Poundsterling dalam beberapa tahun ke depan. Latar belakangnya adalah perkiraan kebijakan moneter yang ketat dari The Fed dan potensi tantangan ekonomi domestik Inggris. Dampaknya bisa meluas ke pasangan mata uang lain seperti EUR/USD dan bahkan aset seperti emas.

Bagi kita para trader, ini adalah kesempatan untuk mempelajari pola pergerakan pasar dan menyesuaikan strategi trading kita. Perhatikan level-level teknikal kunci, cari setup yang sesuai dengan pandangan kita, dan selalu ingat prinsip utama: kelola risiko dengan ketat. Apakah prediksi ini akan terwujud persis seperti yang dikatakan Citi? Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun, mempersiapkan diri dengan memahami potensi arah pasar adalah langkah bijak dalam perjalanan trading kita.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`