Swiss Franc Menguat di Tengah Dolar Lemah, Ada Apa di Balik Penguatan CHF?

Swiss Franc Menguat di Tengah Dolar Lemah, Ada Apa di Balik Penguatan CHF?

Swiss Franc Menguat di Tengah Dolar Lemah, Ada Apa di Balik Penguatan CHF?

Para trader di pasar valuta asing mungkin sedang menganalisis pergerakan mata uang yang menarik belakangan ini. Di satu sisi, kita melihat dolar AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan, namun di sisi lain, Swiss franc (CHF) justru terlihat kokoh, bahkan menguat terhadap Euro hingga menyentuh level terendah baru pasca-2015. Fenomena ini mungkin sedikit membingungkan, terutama ketika kondisi pasar secara umum sedang dalam mode risk-on atau sentimen positif terhadap aset berisiko. Jadi, apa sebenarnya yang terjadi di balik penguatan CHF yang tak terduga ini?

Apa yang Terjadi?

Seperti yang dilaporkan oleh analis Societe Generale, pasangan mata uang EUR/CHF memang tercatat jatuh ke level 0.91237 per Euro di awal sesi perdagangan. Angka ini merupakan titik terendah baru sejak tahun 2015. Yang membuat pergerakan ini menarik adalah terjadinya di tengah sentimen pasar yang seharusnya mendukung pelemahan mata uang safe haven seperti CHF, atau setidaknya tidak mendorong penguatannya. Biasanya, ketika pasar sedang risk-on, investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih berisiko namun menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi, sehingga aset safe haven seperti CHF akan tertekan.

Namun, kali ini ceritanya sedikit berbeda. Penguatan franc Swiss ini ternyata lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor spesifik di pasar pendanaan franc Swiss (Swiss franc funding market) daripada sentimen risiko global yang lebih luas. Analis menyebutkan salah satu pemicu utamanya adalah penerbitan obligasi lima bagian oleh raksasa teknologi Alphabet (induk perusahaan Google) dalam denominasi franc Swiss.

Bayangkan begini: ketika sebuah perusahaan besar seperti Alphabet menerbitkan obligasi dalam mata uang tertentu, mereka membutuhkan mata uang tersebut untuk membayar berbagai keperluan operasional, bunga, hingga pokok pinjaman di masa depan. Untuk mendapatkan franc Swiss ini, Alphabet harus membelinya di pasar. Nah, tingginya permintaan dari perusahaan sebesar Alphabet untuk membeli franc Swiss ini secara alami akan mendorong nilai tukarnya naik, atau setidaknya menahan pelemahannya, meskipun sentimen pasar global sedang positif.

Penerbitan obligasi multi-tranche oleh perusahaan besar seperti Alphabet ini memang bukan hal baru. Namun, ketika dilakukan dalam denominasi mata uang yang cenderung menjadi safe haven dan di saat yang sama pasar sedang mengamati pergerakan suku bunga global serta inflasi yang mulai mereda di beberapa negara, hal ini menjadi titik krusial. Volume penerbitan yang besar dari pemain besar dapat menciptakan tekanan beli yang signifikan di pasar valas, sehingga mengesampingkan faktor sentimen risiko global.

Dampak ke Market

Pergerakan EUR/CHF yang menembus level support penting ini tentu memberikan implikasi pada pasangan mata uang lainnya. Pertama, pelemahan Euro yang terjadi di hadapan Franc Swiss, secara tidak langsung bisa menambah tekanan pada Euro secara umum. Mata uang lain yang memiliki korelasi positif dengan Euro, seperti GBP, mungkin juga akan merasakan dampaknya, meskipun tidak secara langsung. Pasangan EUR/USD bisa saja terus bergerak turun jika sentimen terhadap Euro melemah lebih lanjut.

Menariknya, pelemahan dolar AS yang kita amati belakangan ini, yang seringkali dikaitkan dengan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed, bisa jadi terimbas oleh penguatan CHF ini. Logikanya, ketika ada mata uang safe haven lain yang menguat kuat tanpa adanya tekanan dari sentimen risiko global, ini bisa mengindikasikan adanya pergeseran preferensi investor yang lebih luas, meskipun belum sepenuhnya beralih dari dolar.

Sementara itu, untuk aset komoditas seperti emas (XAU/USD), pelemahan dolar AS biasanya menjadi katalis positif. Namun, jika penguatan CHF ini diikuti oleh penguatan mata uang safe haven lainnya, atau jika ini menandakan adanya kekhawatiran tersembunyi di pasar global yang belum terungkap, emas mungkin akan mengalami pergerakan yang lebih kompleks. Investor perlu memantau apakah penguatan CHF ini hanya fenomena teknis dari pasar pendanaan, ataukah sinyal awal dari rotasi aset yang lebih besar.

Peluang untuk Trader

Bagi para trader, situasi seperti ini menawarkan berbagai peluang sekaligus tantangan. Penembusan level support di EUR/CHF pada 0.91237 membuka potensi kelanjutan tren turun. Trader yang berani mengambil posisi jual (short) pada EUR/CHF bisa memperhatikan level-level support berikutnya atau menunggu konfirmasi tren yang lebih kuat setelah penembusan tersebut. Penting untuk diingat bahwa level 0.91 ini telah menjadi pijakan penting sebelumnya, sehingga penembusannya bisa menjadi sinyal pembalikan tren jangka menengah.

Pasangan GBP/CHF juga patut dilirik. Jika franc Swiss terus menguat, pasangan ini berpotensi turun. Pergerakan GBP/CHF seringkali mencerminkan perpaduan sentimen terhadap Poundsterling dan Franc Swiss. Dengan penguatan CHF yang sedang terjadi, potensi pelemahan GBP/CHF cukup tinggi, terutama jika data ekonomi Inggris tidak memberikan sentimen positif yang kuat.

Untuk pasangan USD/JPY, dinamikanya bisa menjadi lebih kompleks. Dolar AS yang cenderung melemah dan Yen Jepang yang juga sering dianggap sebagai safe haven, namun terkadang bergerak berlawanan tergantung pada kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ). Jika penguatan CHF ini berlanjut dan menjadi tren, ini bisa menjadi petunjuk bahwa pelaku pasar global sedang mencari aset yang lebih aman tanpa memandang mata uang negara maju tertentu.

Yang perlu dicatat adalah, meskipun sentimen pasar secara umum risk-on, pergerakan mata uangCHF ini menunjukkan bahwa ada faktor fundamental yang lebih kuat yang bekerja di balik layar. Trader harus selalu waspada terhadap anomali seperti ini dan tidak hanya bergantung pada sentimen risiko umum. Menetapkan level stop-loss yang ketat sangat penting untuk mengelola risiko, mengingat volatilitas yang mungkin terjadi.

Kesimpulan

Penguatan franc Swiss baru-baru ini, yang ditandai dengan pelemahan EUR/CHF ke level terendah pasca-2015, adalah contoh menarik bagaimana faktor pasar pendanaan spesifik dapat mengalahkan sentimen risiko global yang luas. Penerbitan obligasi besar oleh Alphabet dalam denominasi CHF menjadi pemicu utama, menciptakan permintaan mata uang tersebut yang mengesampingkan aliran dana ke aset berisiko.

Fenomena ini memberikan sinyal penting bagi trader. Mata uang safe haven tidak selalu bergerak searah dengan sentimen pasar, dan kadang-kadang ada kekuatan internal yang lebih dominan. Penting untuk terus memantau pasar pendanaan valas dan berita korporat besar yang dapat memengaruhi aliran modal.

Ke depan, volatilitas di pasar valas kemungkinan akan tetap ada. Trader perlu cermat dalam mengidentifikasi pasangan mata uang mana yang paling terpengaruh dan bagaimana faktor-faktor global seperti kebijakan bank sentral utama, inflasi, dan data ekonomi dapat berinteraksi dengan anomali pergerakan mata uang seperti yang terjadi pada franc Swiss kali ini. Tetap teredukasi dan fleksibel adalah kunci untuk navigasi yang sukses di pasar yang dinamis ini.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`