Tarif AS: Siapa yang Sebenarnya Bayar? Fed Kasih Sinyal Mengejutkan!

Tarif AS: Siapa yang Sebenarnya Bayar? Fed Kasih Sinyal Mengejutkan!

Tarif AS: Siapa yang Sebenarnya Bayar? Fed Kasih Sinyal Mengejutkan!

Para trader di pasar valas dan komoditas, siap-siap! Ada komentar dari petinggi Federal Reserve yang bisa bikin kaget dan mengubah arah pergerakan aset kesayangan kita. Dilansir dari Reuters, Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, baru-baru ini melontarkan pandangan yang cukup kontroversial mengenai dampak tarif perdagangan Amerika Serikat. Ia berpendapat bahwa data yang ada menunjukkan warga Amerika justru tidak terlalu terbebani oleh tarif tersebut, bahkan lebih dari itu, justru pihak luar negeri dan perusahaan-perusahaan mereka yang memikul beban biaya kenaikan pajak ini. Wah, ini bisa jadi pemantik pergerakan yang menarik, nih!

Apa yang Terjadi?

Jadi begini ceritanya, para sobat trader. Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump memang cukup agresif dalam menerapkan kebijakan tarif impor. Tujuannya jelas, yaitu untuk melindungi industri dalam negeri dan mendorong ekspor. Namun, banyak ekonom dan pengamat pasar yang khawatir kebijakan ini akan memukul konsumen Amerika Serikat karena biaya barang-barang impor yang naik. Ibaratnya, kalau kita beli baju dari luar negeri jadi lebih mahal, ya otomatis dompet kita yang tergerus, kan?

Nah, Stephen Miran, yang ditunjuk oleh Presiden Trump sendiri ke dalam Dewan Gubernur The Fed, punya pandangan yang berbeda. Ia melihat data dan menyimpulkan bahwa kekhawatiran tersebut ternyata berlebihan. Menurut analisisnya, beban utama dari tarif perdagangan ini lebih banyak ditanggung oleh pihak asing dan perusahaan mereka. Simpelnya, kalau ada barang impor yang dikenakan tarif, bukan konsumen Amerika yang langsung disuruh bayar selisihnya. Tapi, para eksportir dari negara lain atau perusahaan yang mengimpor barang tersebut yang harus merelakan margin keuntungan mereka tergerus untuk menutupi biaya tambahan ini.

Mengapa Miran bisa berpendapat demikian? Sayangnya, excerpt berita ini tidak menjelaskan secara rinci metodologi analisisnya. Namun, umumnya, analisis semacam ini bisa didasarkan pada berbagai indikator ekonomi. Misalnya, pergerakan harga barang impor di pasar domestik, profitabilitas perusahaan-perusahaan multinasional, atau bahkan data neraca perdagangan. Jika memang benar asumsi Miran ini valid, ini bisa menjadi sinyal positif bagi perekonomian AS, karena inflasi yang diakibatkan oleh tarif bisa diredam, dan daya beli konsumen tetap terjaga.

Menariknya, pandangan Miran ini sedikit berbeda dengan narasi yang umum beredar sebelumnya. Banyak analis yang berpendapat bahwa perang dagang, dengan segala tarifnya, pada akhirnya akan membebani semua pihak, termasuk konsumen di negara yang memberlakukan tarif. Tapi, jika ada pejabat The Fed yang menyatakan sebaliknya, ini tentu memberikan sudut pandang baru yang perlu kita cermati.

Dampak ke Market

Komentar dari petinggi The Fed seperti Stephen Miran ini punya bobot yang sangat besar di pasar finansial. Mengapa? Karena The Fed adalah bank sentral Amerika Serikat, dan keputusannya seringkali menjadi rujukan bagi kebijakan moneter global.

Jika interpretasi Miran tentang tarif ini benar, ini bisa memberikan sentimen positif bagi USD (Dolar AS). Kenapa? Kalau ekonomi AS dinilai lebih tangguh dan tidak terlalu terbebani tarif, ini bisa meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset-aset berdenominasi Dolar. Dolar yang kuat biasanya berbanding terbalik dengan mata uang mayor lainnya seperti EUR/USD. Jadi, ada potensi EUR/USD bergerak turun. Begitu pula dengan GBP/USD, potensi pelemahan Dolar bisa menahan laju kenaikan GBP/USD, atau bahkan mendorongnya naik jika sentimen terhadap Poundsterling juga membaik.

Untuk USD/JPY, dinamikanya bisa sedikit berbeda. JPY seringkali bertindak sebagai aset safe-haven. Jika sentimen global membaik karena AS terlihat tangguh menghadapi tarif, ini bisa mengurangi permintaan terhadap JPY. Artinya, USD/JPY berpotensi naik.

Nah, yang tak kalah penting, bagaimana dampaknya ke XAU/USD (Emas)? Emas seringkali menjadi pilihan saat ada ketidakpastian ekonomi atau inflasi yang tinggi. Jika tarif dianggap tidak terlalu memukul ekonomi AS dan tidak menyebabkan lonjakan inflasi yang signifikan, ini bisa mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe-haven atau pelindung nilai inflasi. Jadi, ada potensi harga emas bergerak sideways atau bahkan sedikit melemah jika sentimen positif terhadap Dolar menguat.

Hubungan dengan kondisi ekonomi global saat ini juga sangat erat. Pandemi COVID-19 memang sempat mengguncang rantai pasok global dan memicu inflasi. Kebijakan tarif yang diterapkan AS, terlepas dari dampaknya, menambah kompleksitas dalam pemulihan ekonomi. Jika pernyataan Miran ini membuka celah bahwa AS bisa menavigasi tantangan tarif ini dengan lebih baik, ini bisa memberikan dorongan positif bagi sentimen risiko global, yang artinya aset-aset berisiko seperti saham bisa diuntungkan, sementara aset safe-haven seperti emas mungkin kurang dilirik.

Peluang untuk Trader

Dengan adanya sinyal dari The Fed ini, para trader perlu cermat membaca pergerakan pasar. Jika Anda adalah trader EUR/USD, perhatikan level-level support dan resistance kunci. Jika EUR/USD mulai menembus support penting, ini bisa jadi indikasi awal penguatan Dolar yang dipicu oleh komentar tersebut. Anda bisa memantau bagaimana Dolar bereaksi terhadap data-data ekonomi AS berikutnya.

Untuk pasangan GBP/USD, fokus pada bagaimana Poundsterling merespons. Jika Dolar mulai menguat, dan di sisi lain ada sentimen negatif yang muncul terkait Brexit atau data ekonomi Inggris, maka potensi pelemahan GBP/USD akan semakin besar.

Bagi Anda yang memperdagangkan USD/JPY, perhatikan apakah Dolar mampu menembus level-level resistance penting yang sudah terbentuk sebelumnya. Jika pasar menafsirkan komentar Miran ini sebagai sinyal bullish untuk Dolar, maka USD/JPY bisa saja mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan.

Dan jangan lupakan XAU/USD. Jika Anda melihat emas mulai kesulitan menembus level resistance atau bahkan mulai membentuk pola bearish, ini bisa menjadi sinyal untuk berhati-hati dengan posisi buy emas, atau bahkan mempertimbangkan potensi short jika konfirmasi teknikal lainnya muncul. Level support emas seperti di area $1700-an atau bahkan lebih rendah perlu dicermati sebagai area potensial pembalikan jika sentimen terhadap Dolar terus menguat.

Yang perlu dicatat, ini baru komentar awal. Pasar akan terus mencerna dan bereaksi terhadap data-data ekonomi selanjutnya yang akan dirilis oleh AS. Selain itu, kebijakan perdagangan AS juga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dinamika politiknya. Jadi, tetaplah fleksibel dan gunakan manajemen risiko yang ketat.

Kesimpulan

Pandangan Gubernur The Fed, Stephen Miran, bahwa warga Amerika tidak terlalu terbebani oleh tarif perdagangan adalah sebuah poin yang sangat penting dan bisa menjadi pengubah permainan di pasar finansial. Jika pandangan ini terbukti benar dan terefleksi dalam data ekonomi AS, kita bisa melihat potensi penguatan Dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.

Ini membuka peluang bagi para trader untuk mengeksplorasi setup trading yang sejalan dengan penguatan Dolar, seperti short di EUR/USD atau GBP/USD, atau long di USD/JPY. Namun, pasar finansial itu dinamis. Komentar ini perlu dikonfirmasi oleh data-data ekonomi selanjutnya dan bagaimana kebijakan luar negeri AS berkembang. Selalu gunakan analisis fundamental dan teknikal secara bersamaan, serta jangan pernah lupakan pentingnya manajemen risiko. Perjalanan pasar masih panjang, mari kita nikmati permainannya dengan bijak!


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`