Tarif Baru ala Trump: Siap-Siap Guncangan di Pasar Forex dan Komoditas!

Tarif Baru ala Trump: Siap-Siap Guncangan di Pasar Forex dan Komoditas!

Tarif Baru ala Trump: Siap-Siap Guncangan di Pasar Forex dan Komoditas!

Para trader di tanah air, kabar dari Washington baru saja berembus kencang, dan kali ini datang dari sosok yang selalu punya cara unik untuk membuat pasar bergerak: Donald Trump. Laporan terbaru mengindikasikan bahwa mantan Presiden Amerika Serikat ini sedang mempertimbangkan penerapan tarif baru yang bersifat "across-the-board" atau menyeluruh terhadap negara-negara mitra dagang AS. Ini bukan sekadar isu angin lalu, lho. Potensi kebijakan ini bisa saja memicu gelombang volatilitas yang signifikan di berbagai aset, mulai dari mata uang utama hingga komoditas emas. Yuk, kita bedah lebih dalam apa artinya ini bagi portofolio trading kita.

Apa yang Terjadi?

Inti dari beritanya adalah, Donald Trump, yang tampaknya akan kembali menjadi kekuatan besar dalam lanskap politik AS, sedang menjajaki penggunaan "otoritas perdagangan baru" yang dimilikinya. Otoritas ini akan memungkinkan dia untuk memberlakukan tarif yang lebih luas, tidak hanya menargetkan negara atau produk tertentu seperti yang sering kita lihat sebelumnya, tetapi bisa jadi mencakup hampir semua produk yang diimpor dari negara-negara yang dianggap sebagai mitra dagang utama AS.

Latar belakangnya cukup jelas. Selama masa kepresidenannya yang pertama, Trump dikenal dengan pendekatan "America First" yang sering kali diwujudkan melalui perang dagang dan penerapan tarif. Tujuannya? Tentu saja, untuk melindungi industri dalam negeri AS dan mengurangi defisit perdagangan. Namun, kebijakan semacam ini seringkali memicu reaksi balasan dari negara lain, yang berujung pada ketidakpastian dan gangguan pada rantai pasok global.

Nah, apa yang membuatnya berbeda kali ini adalah kata "across-the-board" itu. Simpelnya, ini seperti ancaman yang lebih besar dan lebih luas. Bukan lagi soal tarif spesifik pada baja atau mobil, tapi potensi tarif yang mencakup berbagai macam barang. Jika ini benar-benar terjadi, dampaknya bisa jauh lebih masif dan sulit diprediksi dibandingkan perang dagang sebelumnya yang lebih terfokus. Ini juga menyiratkan bahwa Trump mungkin tidak terlalu peduli dengan potensi kerusakan hubungan dagang jangka panjang, atau ia yakin bisa menekan negara lain untuk menerima syaratnya.

Menariknya, isu ini muncul ketika perekonomian global masih dalam proses pemulihan pasca-pandemi dan dibayangi oleh inflasi serta ketegangan geopolitik lainnya. Penambahan elemen ketidakpastian dari sisi kebijakan perdagangan AS bisa menjadi "bahan bakar" tambahan untuk volatilitas yang sudah ada.

Dampak ke Market

Jadi, apa artinya ini buat kita yang ngoprek chart setiap hari? Tentu saja, market akan bereaksi. Mari kita lihat beberapa currency pairs dan aset yang paling mungkin terpengaruh:

  • EUR/USD: Dolar AS (USD) kemungkinan akan menguat di awal, setidaknya sebagai aset safe haven sementara jika ketidakpastian meningkat. Namun, euro (EUR) juga bisa tertekan jika Eropa menjadi salah satu target utama tarif baru ini. Jika Eropa membalas dengan tarifnya sendiri, potensi penurunan EUR/USD bisa lebih dalam. Perlu dicatat, kekuatan USD juga akan sangat bergantung pada kebijakan suku bunga Federal Reserve yang sejatinya masih menjadi penggerak utama nilai tukar.
  • GBP/USD: Mirip dengan EUR, poundsterling (GBP) juga akan sensitif terhadap sentimen perdagangan. Inggris, sebagai mitra dagang utama AS, bisa saja terkena dampak langsung. Jika Inggris dan AS berselisih dalam hal tarif, GBP/USD bisa mengalami tekanan jual. Namun, jika pasar melihat AS sebagai "pemain kuat" yang bisa memaksakan kehendaknya, USD akan cenderung menguat terhadap GBP.
  • USD/JPY: Yen Jepang (JPY) seringkali dianggap sebagai safe haven juga, tapi pergerakannya bisa lebih kompleks. Jika terjadi gejolak global, investor bisa lari ke JPY. Namun, jika tarif Trump menargetkan Jepang, atau jika AS menekan Jepang untuk membuka pasarnya lebih lebar, USD/JPY bisa bergerak naik. Yang perlu dicatat, Bank of Japan (BOJ) masih menerapkan kebijakan moneter yang longgar, yang secara inheren menekan nilai tukar JPY, jadi dinamika ini akan menarik untuk diamati.
  • XAU/USD (Emas): Emas biasanya menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan ketika terjadi ketidakpastian ekonomi atau geopolitik. Jika kebijakan tarif Trump memicu kekhawatiran akan resesi global atau perang dagang yang meluas, kita bisa melihat lonjakan permintaan emas sebagai safe haven. Pergerakan harga emas akan sangat berkorelasi dengan tingkat ketakutan di pasar.

Secara umum, sentimen pasar bisa berubah dari "risk-on" (investor berani mengambil risiko) menjadi "risk-off" (investor mencari aset aman). Ini berarti, aset-aset berisiko seperti saham mungkin akan tertekan, sementara aset safe haven seperti emas dan, dalam kasus tertentu, dolar AS dan yen Jepang, bisa menguat.

Peluang untuk Trader

Situasi seperti ini, meskipun menakutkan, seringkali membuka peluang bagi trader yang lihai membaca pasar.

Pertama, volatilitas akan meningkat. Ini bisa berarti pergerakan harga yang lebih besar dalam jangka waktu yang lebih pendek, yang ideal untuk strategi scalping atau day trading. Pair mata uang yang terkait langsung dengan negara-negara yang kemungkinan besar menjadi target tarif, seperti EUR/USD dan GBP/USD, patut menjadi perhatian utama.

Kedua, perhatikan reaksi berantai. Jika satu negara membalas tarif AS, negara lain mungkin akan ikut bereaksi, menciptakan efek domino. Ini bisa membuka peluang pada pair mata uang negara-negara yang terlibat secara langsung atau tidak langsung. Misalnya, jika tarif AS berdampak pada ekspor China, mata uang negara-negara yang menjadi pemasok bahan baku ke China juga bisa terpengaruh.

Ketiga, emas adalah aset klasik yang perlu dipantau. Jika ketidakpastian global meningkat secara dramatis, emas berpotensi menawarkan peluang long (beli) yang signifikan. Trader perlu mengamati level-level teknikal penting pada grafik emas, seperti area support dan resistance yang kuat, serta pola grafik yang terbentuk saat pasar bereaksi. Misalnya, jika emas berhasil menembus level resistensi historis di tengah berita negatif, itu bisa menjadi sinyal bullish yang kuat.

Namun, penting untuk diingat: manajemen risiko harus menjadi prioritas utama. Dengan volatilitas yang tinggi, pergerakan harga bisa sangat cepat dan tajam. Pastikan Anda menggunakan stop-loss yang ketat dan tidak membuka posisi terlalu besar yang bisa menghabiskan modal Anda dalam sekejap. Hindari mengambil posisi impulsif yang didorong oleh emosi.

Kesimpulan

Kabar mengenai potensi tarif baru ala Trump ini jelas menjadi salah satu "bab" penting dalam narasi pasar finansial global saat ini. Ini bukan hanya soal politik AS, tapi punya implikasi langsung ke ekonomi global dan pergerakan aset yang kita tradingkan. Dengan latar belakang kebijakan "America First" yang sudah teruji, ancaman tarif "across-the-board" ini bisa menjadi pemicu ketidakpastian baru, mengerek volatilitas, dan mengubah sentimen pasar secara signifikan.

Bagi kita para trader, penting untuk tetap terinformasi, menganalisis potensi dampaknya pada berbagai aset, dan terutama, menjaga disiplin dalam manajemen risiko. Pasar akan terus bergerak, dan peluang selalu ada bagi mereka yang siap menghadapinya dengan strategi yang matang. Pantau terus berita, pelajari level-level teknikal, dan jangan lupa, tradinglah dengan kepala dingin.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`