Tariffs Trump Tak Berubah: Ancaman Baru di Pasar Global?

Tariffs Trump Tak Berubah: Ancaman Baru di Pasar Global?

Tariffs Trump Tak Berubah: Ancaman Baru di Pasar Global?

Dunia trading kembali diguncang oleh pernyataan terbaru dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui akun media sosialnya, Trump menegaskan bahwa tarif impor yang diberlakukan di bawah pemerintahannya kemungkinan besar akan tetap berlaku, bahkan ada gagasan untuk menggantikan pajak penghasilan dengan tarif ini di masa depan. Pernyataan ini sontak membuat pasar keuangan bergejolak. Apa sebenarnya di balik pernyataan ini dan bagaimana dampaknya bagi kita para trader retail di Indonesia? Yuk, kita bedah bareng!

Apa yang Terjadi?

Jadi begini, ceritanya bermula dari Trump yang merasa bahwa tindakan Kongres tidak diperlukan terkait penetapan tarif. Ia bahkan menyebut keputusan Mahkamah Agung yang "sangat disayangkan" terkait tarif. Nah, yang paling menarik adalah idenya untuk menjadikan tarif ini sebagai sumber pendapatan utama, menggantikan pajak penghasilan seiring berjalannya waktu. Ini bukan sekadar retorika kosong, lho. Selama masa jabatannya, Trump memang terkenal dengan kebijakan proteksionismenya, termasuk pengenaan tarif besar-besaran terhadap berbagai negara, seperti Tiongkok, Uni Eropa, dan lainnya.

Tujuan di balik kebijakan tarif ini, setidaknya menurut Trump dan para pendukungnya, adalah untuk melindungi industri domestik Amerika Serikat, mendorong lapangan kerja, serta mengurangi defisit perdagangan. Ia berargumen bahwa negara lain "memanfaatkan" Amerika Serikat dengan mengenakan tarif lebih tinggi pada produk Amerika dibandingkan tarif yang dikenakan Amerika pada produk mereka.

Namun, kenyataannya di lapangan seringkali lebih kompleks. Kebijakan tarif ini justru menimbulkan perang dagang yang berujung pada kenaikan harga barang-barang impor, biaya produksi yang lebih tinggi bagi perusahaan yang bergantung pada komponen impor, bahkan bisa memicu perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian. Pernyataan Trump kali ini menunjukkan bahwa sentimen proteksionisme ini masih sangat kuat dan berpotensi kembali diusung jika ia kembali memegang kekuasaan.

Yang perlu dicatat, ia juga menyebutkan "kabar baiknya adalah hampir semua negara ingin mempertahankan kesepakatan." Ini bisa diartikan ganda. Di satu sisi, ia mungkin melihat banyak negara ingin menjalin hubungan dagang baik dengan AS. Di sisi lain, bisa jadi ini sindiran bahwa negara lain sebenarnya "terpaksa" berbisnis dengan AS karena kekuatan ekonominya, meski kebijakan tarifnya memberatkan.

Dampak ke Market

Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting buat kita: dampaknya ke pasar. Pernyataan Trump soal tarif ini punya potensi besar menggoncang berbagai aset.

  • EUR/USD: Dolar AS berpotensi menguat jika tarif baru diterapkan atau diperluas, karena dapat mendorong aliran dana masuk ke aset-aset safe-haven seperti dolar. Namun, jika ketegangan dagang meningkat secara global, permintaan terhadap produk AS bisa menurun, yang pada gilirannya bisa melemahkan dolar dalam jangka panjang.
  • GBP/USD: Poundsterling bisa tertekan jika tarif tersebut memperlambat pertumbuhan ekonomi global, karena Inggris juga sangat bergantung pada perdagangan internasional. Kenaikan biaya impor akibat tarif bisa membebani konsumen dan bisnis di Inggris.
  • USD/JPY: Yen Jepang seringkali bertindak sebagai aset safe-haven. Jika ketegangan dagang meningkat, kita mungkin melihat penguatan yen karena investor mencari aset yang lebih aman. Namun, jika tarif tersebut berdampak negatif signifikan pada ekonomi global, termasuk Jepang, penguatan yen mungkin tidak sekuat yang diperkirakan.
  • XAU/USD (Emas): Emas, sebagai aset safe-haven klasik, biasanya akan bersinar ketika ketidakpastian ekonomi dan politik meningkat. Jika pernyataan Trump memicu kekhawatiran tentang perang dagang baru atau perlambatan ekonomi global, harga emas berpotensi naik. Investor akan mencari tempat berlindung yang aman dari volatilitas pasar saham dan mata uang.
  • Saham: Sektor-sektor yang bergantung pada impor, seperti manufaktur dan ritel, kemungkinan akan merasakan pukulan telak. Perusahaan yang beroperasi secara global juga bisa menghadapi tantangan baru. Sebaliknya, perusahaan domestik yang bersaing langsung dengan produk impor mungkin bisa mendapatkan keuntungan jika tarif diperketat.

Secara umum, sentimen pasar akan cenderung berhati-hati. Ketidakpastian mengenai kebijakan perdagangan AS adalah salah satu faktor utama yang membebani sentimen investor belakangan ini.

Peluang untuk Trader

Di tengah ketidakpastian, selalu ada peluang bagi trader yang jeli.

Pertama, perhatikan mata uang negara-negara yang paling rentan terhadap kebijakan dagang AS. Negara-negara yang banyak mengekspor ke AS, atau memiliki hubungan dagang yang erat, mungkin akan menunjukkan pelemahan.

Kedua, USD/JPY dan XAU/USD adalah pasangan yang patut diwaspadai. Jika ketegangan mereda, USD/JPY bisa menguat (dolar menguat terhadap yen). Namun, jika eskalasi perang dagang terjadi, USD/JPY bisa turun, dan XAU/USD (emas) bisa terbang tinggi. Ini seperti bermain catur, kita harus memprediksi langkah lawan dan dampaknya.

Ketiga, perhatikan sentimen pasar secara keseluruhan. Indikator seperti indeks VIX (indeks volatilitas) bisa memberikan gambaran tentang seberapa takut pasar. Jika VIX melonjak, itu pertanda volatilitas tinggi dan potensi pergerakan besar. Kita bisa mencari setup trading jangka pendek berdasarkan berita ini, namun harus sangat berhati-hati dengan manajemen risiko. Gunakan stop loss yang ketat dan jangan over-leverage.

Yang perlu diingat, pernyataan Trump ini bisa jadi hanya awal. Pasar akan terus memantau perkembangannya, terutama jika ia benar-benar mencalonkan diri lagi dan mulai mengimplementasikan kebijakan tersebut. Volatilitas kemungkinan akan menjadi teman kita untuk sementara waktu.

Kesimpulan

Pernyataan Donald Trump mengenai tarif impor yang akan tetap berlaku adalah pengingat bahwa isu-isu geopolitik dan kebijakan perdagangan masih menjadi penggerak utama pasar keuangan global. Ini bukan sekadar "omong kosong" dari politisi, melainkan isu yang memiliki dampak nyata pada portofolio kita.

Bagi kita sebagai trader retail, penting untuk tetap terinformasi, memahami konteks global, dan tidak terburu-buru membuat keputusan. Analisis teknikal tetap penting, namun pemahaman fundamental terhadap pergerakan kebijakan global seperti ini bisa menjadi pembeda antara sukses dan rugi. Teruslah belajar, pantau berita, dan yang terpenting, jaga modal trading Anda dengan manajemen risiko yang disiplin.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`