Trump Sindir Kanada Soal Perdagangan: Siap-siap Dolar AS Bergolak?

Trump Sindir Kanada Soal Perdagangan: Siap-siap Dolar AS Bergolak?

Trump Sindir Kanada Soal Perdagangan: Siap-siap Dolar AS Bergolak?

Para trader retail Indonesia, siap-siaplah memantau pergerakan pasar dengan lebih jeli! Belakangan ini, dunia keuangan global kembali diramaikan oleh komentar pedas dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kali ini, sasaran kritiknya adalah Kanada, dengan tudingan bahwa Negeri Maple telah "memanfaatkan" Amerika Serikat dalam urusan perdagangan selama bertahun-tahun. Pernyataan yang dilontarkan melalui platform Truth Social ini, meski datang dari tokoh politik, memiliki potensi besar untuk mengguncang pasar mata uang dan aset lainnya, terutama yang memiliki korelasi erat dengan kebijakan perdagangan AS.

Nah, pertanyaannya sekarang, apa sebenarnya yang mendasari pernyataan Trump ini, dan bagaimana dampaknya terhadap portofolio trading kita? Mari kita bedah lebih dalam.

Apa yang Terjadi?

Secara garis besar, Trump kembali mengangkat isu lama mengenai ketidakseimbangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada. Dalam tweetnya, ia secara eksplisit menyatakan bahwa Kanada "telah memanfaatkan Amerika Serikat dalam perdagangan selama bertahun-tahun." Ia bahkan menyebut bahwa negara tersebut adalah salah satu yang "terburuk di dunia untuk diajak berurusan," khususnya terkait dengan perbatasan utara mereka.

Pernyataan ini bukan tanpa konteks. Selama masa kepresidenannya, Trump memang dikenal dengan pendekatan "America First" yang sangat proteksionis dalam kebijakan perdagangan. Ia kerap mengkritik perjanjian dagang multilateral, seperti North American Free Trade Agreement (NAFTA), yang kemudian digantikan dengan United States-Mexico-Canada Agreement (USMCA). Trump menganggap perjanjian-perjanjian ini merugikan AS dan mendorong untuk memberlakukan tarif yang lebih tinggi demi "memenangkan" kesepakatan dagang.

Menariknya, ia juga secara spesifik menekankan bahwa "TARIF membuat KEMENANGAN bagi kita, MUDAH." Ini adalah sindiran langsung terhadap penggunaan tarif sebagai alat negosiasi dan kebijakan ekonomi. Ia juga menyerukan agar Partai Republik tetap mempertahankan pendekatan ini, yang menunjukkan bahwa isu proteksionisme dan tarif masih menjadi agenda penting baginya dan sebagian pendukungnya.

Penting untuk dicatat bahwa komentar ini muncul di tengah dinamika politik AS yang terus berkembang. Dengan potensi kembalinya Trump ke gelanggang politik, isu-isu kebijakan perdagangan yang ia angkat kembali menjadi sorotan, karena kebijakan-kebijakan tersebut memiliki dampak riil pada perekonomian AS dan global.

Dampak ke Market

Lalu, bagaimana pernyataan Trump ini bisa berdampak pada mata uang dan aset lain yang kita perdagangkan? Simpelnya, ketika seorang tokoh berpengaruh seperti Trump menyuarakan potensi perubahan kebijakan, pasar cenderung bereaksi.

  1. Dolar AS (USD): Pernyataan Trump yang mendukung tarif dan "kemenangan" AS dalam perdagangan bisa ditafsirkan sebagai sinyal potensi kebijakan proteksionis yang lebih ketat jika ia kembali berkuasa. Kebijakan semacam ini, pada awalnya, bisa meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS karena investor mencari aset yang dianggap aman di tengah ketidakpastian global, atau karena ekspektasi bahwa tarif akan menguntungkan neraca perdagangan AS. Namun, seiring waktu, kebijakan tarif yang agresif juga bisa memicu perang dagang, yang justru merugikan pertumbuhan ekonomi AS dan bisa menekan Dolar AS. Jadi, dampaknya bisa bersifat dua arah dalam jangka pendek hingga menengah.

  2. Dolar Kanada (CAD): Jelas, Kanada adalah pihak yang paling disindir. Jika AS benar-benar menerapkan tarif baru atau meningkatkan tekanan perdagangan terhadap Kanada, ini bisa melemahkan ekonomi Kanada dan, akibatnya, mata uang Dolar Kanada (CAD). Para trader yang memantau pasangan mata uang seperti USD/CAD perlu waspada terhadap potensi volatilitas.

  3. EUR/USD dan GBP/USD: Pasangan mata uang utama ini juga bisa terpengaruh, meskipun dampaknya lebih tidak langsung. Ketegangan perdagangan AS-Kanada bisa menjadi bagian dari gambaran yang lebih besar dari ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Jika ini memicu kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global atau eskalasi konflik perdagangan, investor bisa mencari aset-aset safe-haven seperti Dolar AS, yang berpotensi menekan EUR/USD dan GBP/USD. Sebaliknya, jika pasar menafsirkan ini sebagai masalah bilateral yang terbatas, dampaknya mungkin tidak signifikan pada pasangan mata uang ini.

  4. XAU/USD (Emas): Emas seringkali menjadi aset safe-haven yang dicari ketika ada ketidakpastian ekonomi atau geopolitik. Jika komentar Trump memicu kekhawatiran tentang stabilitas perdagangan global dan berpotensi mengarah pada konflik yang lebih luas, ini bisa meningkatkan daya tarik emas sebagai tempat berlindung. Jadi, kita mungkin melihat permintaan emas meningkat, mendorong harga XAU/USD naik.

Yang perlu dicatat, sentimen pasar sangat berperan di sini. Pernyataan politik seringkali memicu reaksi emosional sebelum analisis fundamental yang lebih dalam dilakukan.

Peluang untuk Trader

Dengan adanya sentimen seperti ini, ada beberapa peluang yang bisa dipertimbangkan oleh para trader, tentu saja dengan manajemen risiko yang ketat.

  1. Perhatikan USD/CAD: Pasangan ini menjadi sorotan utama. Jika ada indikasi nyata dari peningkatan ketegangan perdagangan AS-Kanada, Anda bisa mempertimbangkan posisi short pada CAD (long pada USD/CAD). Namun, perlu diingat bahwa Trump seringkali melontarkan pernyataan yang belum tentu langsung diterjemahkan menjadi kebijakan konkret. Pantau berita dan respons dari pemerintah Kanada. Level support dan resistance penting seperti area 1.3500-1.3600 bisa menjadi area perhatian.

  2. Emas sebagai Safe-Haven: Jika sentimen global memburuk akibat isu perdagangan ini, memicu kekhawatiran akan resesi atau konflik yang lebih luas, emas bisa menjadi pilihan aset untuk dicermati. Level support di sekitar 1800 USD per ons dan resistance di area 1900-1950 USD per ons bisa menjadi area penting untuk dipantau jika harga emas mulai bergerak naik.

  3. Analisis Kebijakan AS: Lebih luas lagi, setiap kali Trump atau tokoh politik AS lainnya membicarakan kebijakan perdagangan, selalu ada baiknya untuk mengamati data-data ekonomi AS yang akan dirilis. Data inflasi, data tenaga kerja, dan indikator manufaktur bisa memberikan gambaran apakah kebijakan proteksionis yang dikemukakan benar-benar berdampak pada fundamental ekonomi AS.

Yang terpenting, jangan terbawa emosi. Gunakan analisis teknikal untuk mengidentifikasi level-level penting, dan selalu gunakan stop-loss untuk membatasi potensi kerugian. Ingat analogi membuat rumah: Anda perlu fondasi yang kuat (analisis fundamental) dan kerangka yang kokoh (analisis teknikal) sebelum mulai menghias (membuka posisi).

Kesimpulan

Komentar Donald Trump mengenai Kanada adalah pengingat bahwa isu perdagangan dan geopolitik tetap menjadi faktor penting yang mempengaruhi pasar keuangan global. Meskipun ia bukan lagi presiden, pengaruhnya terhadap narasi kebijakan AS, terutama di kalangan pendukungnya, tetap signifikan. Pernyataan ini berpotensi meningkatkan volatilitas pada Dolar AS dan Dolar Kanada, serta bisa memicu pergerakan pada aset safe-haven seperti emas.

Sebagai trader retail, penting untuk tetap terinformasi, melakukan analisis mendalam, dan mengelola risiko dengan bijak. Jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya berdasarkan satu pernyataan. Pantau perkembangan berita, perhatikan data ekonomi, dan gunakan alat analisis teknikal Anda. Siap-siaplah untuk menyesuaikan strategi Anda seiring dengan perkembangan situasi. Pasar finansial selalu dinamis, dan berita seperti ini adalah salah satu bumbu yang membuatnya semakin menarik untuk diikuti.


Disclaimer: Artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi trading.

WhatsApp
`