USD/CHF Bergerak Tertekan di Bawah 0.8850

Pasangan USD/CHF mengalami kesulitan untuk menembus level 0.8850 saat US Dollar menghadapi tekanan. Presiden AS, Donald Trump, mengindikasikan bahwa ia mungkin akan mengecualikan banyak negara dari tarif yang akan diumumkan pada 2 April mendatang. Bank Nasional Swiss (SNB) juga telah menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0.25% minggu lalu.
Selama jam perdagangan Eropa pada hari Selasa, pasangan USD/CHF berjuang untuk memperpanjang kenaikannya di atas resistensi penting 0.8850. Pasangan Swiss Franc ini sedikit menurun sementara US Dollar (USD) kesulitan untuk mendapatkan kembali kekuatannya, meskipun Presiden Trump telah memberi sinyal bahwa beberapa negara mungkin tidak akan dikenakan tarif. Indeks Dolar AS (DXY) yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, juga menghadapi tekanan meskipun sebelumnya mencatatkan kemenangan selama empat hari berturut-turut di atas 104.50.
Pada hari Senin, Presiden Trump menyatakan di Gedung Putih bahwa ia mungkin memberikan pelonggaran tarif kepada banyak negara. Ia mengulangi rencananya untuk mengumumkan tarif pada mobil, kayu, dan chip dalam beberapa hari ke depan. Terjadinya perang dagang antara AS dan lebih sedikit negara akan mengurangi dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi AS dibandingkan dengan kekhawatiran investor sebelumnya.
US Dollar mengalami penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir ketika investor khawatir bahwa kebijakan ekonomi Trump dapat membuat ekonomi AS berisiko tertekan. Sementara itu, Swiss Franc (CHF) diperkirakan akan tetap tertekan karena prospek ekonomi Swiss yang tidak pasti akibat tekanan eksternal. Minggu lalu, SNB mengurangi suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 0.25% pada hari Kamis.
Pasangan USD/CHF terlihat kembali ke level terendah empat bulan di 0.8736 yang terbentuk dari level terendah 6 Desember. Prospek pasangan ini secara umum bearish karena diperdagangkan di bawah 200-day Exponential Moving Average (EMA), yang berada di sekitar 0.8875. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) 14-hari naik di atas 40.00, menunjukkan bahwa momentum bearish mungkin akan berakhir, tetapi tren bearish masih tetap ada.
Aset ini dapat mengalami penurunan lebih lanjut menuju level terendah 8 November di 0.8700 dan level terendah 6 November di 0.8620 jika jatuh di bawah level terendah 6 Desember di 0.8736. Sebaliknya, jika terjadi pergerakan recovery di atas tingkat support psikologis 0.9000, maka aset ini dapat bergerak menuju level tertinggi 28 Februari di 0.9036 dan diikuti oleh resistensi tingkat bulat di 0.9100.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang US Dollar
Apa itu US Dollar?
US Dollar (USD) adalah mata uang resmi Amerika Serikat dan juga mata uang de facto di sejumlah negara lain yang beredar bersamaan dengan uang lokal. Ini adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% dari total omset pasar valuta asing global, atau rata-rata $6.6 triliun dalam transaksi setiap hari berdasarkan data 2022. Setelah Perang Dunia II, USD mengambil alih dari British Pound sebagai mata uang cadangan dunia. Sepanjang sebagian besar sejarahnya, US Dollar didukung oleh Emas, hingga Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1971 ketika Standard Emas dihapuskan.
Bagaimana keputusan Federal Reserve memengaruhi US Dollar?
Faktor yang paling penting yang mempengaruhi nilai US Dollar adalah kebijakan moneter yang dibentuk oleh Federal Reserve (Fed). Fed memiliki dua mandat: mencapai stabilitas harga (mengontrol inflasi) dan mendorong lapangan kerja penuh. Alat utama untuk mencapai kedua tujuan ini adalah dengan menyesuaikan suku bunga. Ketika harga meningkat terlalu cepat dan inflasi di atas target 2% Fed, maka Fed akan menaikkan suku bunga yang akan memperkuat nilai USD. Sebaliknya, ketika inflasi turun di bawah 2% atau tingkat pengangguran terlalu tinggi, Fed mungkin akan menurunkan suku bunga yang akan membebani Greenback.
Apa itu Quantitative Easing dan bagaimana pengaruhnya terhadap US Dollar?
Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve juga dapat mencetak lebih banyak Dollar dan melakukan quantitative easing (QE). QE adalah proses di mana Fed secara signifikan meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang terjebak. Ini adalah kebijakan non-standar yang digunakan ketika kredit sangat terbatas karena bank tidak mau meminjam satu sama lain karena takut gagal bayar. Ini adalah jalan terakhir saat penurunan suku bunga biasa tidak mungkin mencapai hasil yang diinginkan. QE biasanya menyebabkan penurunan nilai US Dollar.
Apa itu Quantitative Tightening dan bagaimana pengaruhnya terhadap US Dollar?
Quantitative tightening (QT) adalah proses kebalikan di mana Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali pokok dari obligasi yang jatuh tempo ke dalam pembelian baru. Proses ini biasanya bersifat positif bagi US Dollar.