Yen Jepang Berada di Dekat Level Terendah dalam Beberapa Dekade Terhadap Dolar AS
Yen Jepang Terpuruk karena Perbedaan Ekspektasi Bank Sentral
Perbedaan Kebijakan Bank Sentral Jepang dan AS
Yen Jepang (JPY) terus melemah terhadap dolar AS, mendekati level terendah multi-dekade. Ini disebabkan oleh pendekatan hati-hati Bank Jepang (BoJ) yang mempertahankan kebijakan moneter longgar, berbeda dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) AS akan menunda pemotongan suku bunga. Perbedaan ini, ditambah sentimen risiko yang positif akibat meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, membuat yen Jepang yang dianggap sebagai aset aman menjadi kurang diminati.
Intervensi dan Data Ekonomi
Namun, pelaku pasar tetap waspada akan kemungkinan otoritas Jepang melakukan intervensi di pasar untuk menopang yen. Selain itu, dolar AS masih melemah mendekati level terendah dalam lebih dari seminggu setelah data Purchasing Managers Index (PMI) AS yang mengecewakan untuk bulan April, sehingga membatasi kenaikan nilai tukar USD/JPY. Pelaku pasar juga ragu-ragu menjelang keputusan penting BoJ dan data ekonomi AS yang penting, seperti laporan PDB kuartal pertama dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE).
Sentimen Risiko dan Analisis Teknis
Sikap hati-hati BoJ yang mengindikasikan kondisi keuangan yang akomodatif akan dipertahankan dalam waktu lama, gagal membantu yen Jepang pulih secara signifikan dari level terendah multi-dekade. Harapan bahwa konflik Iran-Israel tidak akan meningkat dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, memberikan dukungan pada sentimen risiko yang positif, sehingga melemahkan yen Jepang yang dianggap sebagai aset aman. Dari sisi teknis, pergerakan harga yang tertahan dalam kisaran selama seminggu terakhir dapat dikategorikan sebagai fase konsolidasi bullish. Namun, Relative Strength Index (RSI) pada grafik harian menunjukkan kondisi overbought, sehingga perlu hati-hati.
Pertanyaan mengenai Yen Jepang Berada di Dekat Level Terendah dalam Beberapa Dekade Terhadap Dolar AS :
Q: Mengapa yen Jepang melemah terhadap dolar AS?
A: Karena perbedaan kebijakan antara Bank Jepang yang mempertahankan kebijakan moneter longgar dengan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menunda pemotongan suku bunga.
Q: Apa faktor lain yang berkontribusi terhadap pelemahan yen Jepang?
A: Sentimen risiko yang positif akibat meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Q: Apakah ada kemungkinan pihak berwenang Jepang melakukan intervensi untuk menopang yen?
A: Ya, pelaku pasar waspada terhadap kemungkinan tersebut.
Q: Apa dampak data ekonomi AS terhadap yen Jepang?
A: Data PMI AS yang mengecewakan melemahkan dolar AS, sehingga membatasi kenaikan nilai tukar USD/JPY.
Q: Bagaimana sikap Bank Jepang memengaruhi yen Jepang?
A: Sikap hati-hati BoJ mengindikasikan kondisi keuangan yang akomodatif akan dipertahankan dalam waktu lama, menghambat pemulihan yen Jepang dari level terendah multi-dekade.
Q: Apa peran Federal Reserve dan bagaimana dampaknya terhadap Dolar AS?
A: Federal Reserve (Fed) membentuk kebijakan moneter di AS dan bertujuan untuk mencapai stabilitas harga dan mendorong lapangan kerja penuh. Fed menaikkan suku bunga untuk memperkuat Dolar AS ketika inflasi tinggi, dan menurunkan suku bunga untuk melemahkan Dolar AS ketika inflasi rendah atau pengangguran tinggi.
Q: Seberapa sering Fed mengadakan rapat kebijakan moneter?
A: Fed mengadakan delapan rapat kebijakan setahun, di mana Federal Open Market Committee (FOMC) mengevaluasi kondisi ekonomi dan membuat keputusan kebijakan moneter.
Q: Apa itu Quantitative Easing (QE) dan bagaimana dampaknya terhadap Dolar AS?
A: QE adalah kebijakan di mana Fed meningkatkan aliran kredit secara substansial dalam sistem keuangan yang mandek. QE melemahkan Dolar AS karena Fed mencetak lebih banyak dolar untuk membeli obligasi dari lembaga keuangan.
Q: Apa itu Quantitative Tightening (QT) dan bagaimana dampaknya terhadap Dolar AS?
A: QT adalah kebalikan dari QE, di mana Fed berhenti membeli obligasi dan tidak menginvestasikan kembali pokok dari obligasi yang jatuh tempo untuk membeli obligasi baru. QT biasanya memperkuat nilai Dolar AS.