Yen Jepang Naik dari Titik Rendah Terendah dalam Puluhan Tahun terhadap Dolar AS, Belum Berlanjut
Yen Jepang Menguat Sementara
Faktor Pendukung dan Penahan Yen
Yen Jepang (JPY) sempat menguat terhadap Dolar AS pada Selasa pagi. Penguatan ini didukung oleh spekulasi bahwa pemerintah Jepang akan segera melakukan intervensi di pasar. Intervensi ini bertujuan untuk menopang Yen yang telah mencapai titik terendah 34 tahun dalam beberapa hari sebelumnya. Namun, kenaikan Yen ini masih terbatas karena faktor lain yang menahannya. Faktor penahan Yen adalah perbedaan kebijakan antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat. BoJ yang tidak terburu-buru menaikkan suku bunga berlawanan dengan Fed yang diperkirakan akan menunda pemotongan. Hal ini menyebabkan kesenjangan suku bunga antara AS dan Jepang tetap lebar, yang menguntungkan Dolar AS.
Dampak Berita Ekonomi dan Rapat Bank Sentral
Selain faktor kebijakan moneter, Yen juga dipengaruhi oleh berita ekonomi dan keputusan bank sentral. Data ekonomi Jepang pada Selasa menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis pada awal kuartal kedua. Meski demikian, laporan ini tidak berdampak signifikan pada penguatan Yen. Rapat BoJ yang akan diadakan pada Jumat nanti juga menjadi fokus perhatian. BoJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendeknya dan mengambil pendekatan berbasis data dalam memutuskan kenaikan suku bunga berikutnya. Sementara itu, investor menunda ekspektasi mereka tentang pemotongan suku bunga pertama oleh Fed hingga September dan mengurangi jumlah pemotongan yang diperkirakan. Tanda-tanda hawkish (mendukung kenaikan suku bunga) dari anggota FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) membuat Dolar AS tetap kuat dan menghambat penguatan Yen. Pergerakan Yen selanjutnya akan dipengaruhi oleh data ekonomi AS, seperti PDB dan indeks harga, yang akan dirilis pada akhir minggu ini.
Pertanyaan mengenai Yen Jepang Naik dari Titik Rendah Terendah dalam Puluhan Tahun terhadap Dolar AS, Belum Berlanjut :
Q: Mengapa Yen Jepang menguat?
A: Didukung oleh spekulasi intervensi pemerintah Jepang di pasar.
Q: Apa faktor yang menahan penguatan Yen?
A: Perbedaan kebijakan moneter antara Bank of Japan (BoJ) dan Federal Reserve (Fed) AS.
Q: Apa dampak berita ekonomi terhadap Yen?
A: Data ekonomi Jepang yang menunjukkan peningkatan aktivitas bisnis tidak berdampak signifikan pada penguatan Yen.
Q: Apa yang diharapkan dari Rapat BoJ pada Jumat nanti?
A: BoJ diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendeknya dan mengambil pendekatan berbasis data dalam memutuskan kenaikan suku bunga berikutnya.
Q: Apa yang mempengaruhi pergerakan Yen selanjutnya?
A: Data ekonomi AS, seperti PDB dan indeks harga, yang akan dirilis pada akhir minggu ini.
Q: Apa peran Federal Reserve dan bagaimana pengaruhnya terhadap Dolar AS?
A: Federal Reserve (Fed) bertugas mengatur kebijakan moneter AS dengan tujuan menjaga stabilitas harga dan mendorong lapangan kerja penuh. Untuk mencapai tujuan ini, Fed terutama menyesuaikan suku bunga. Ketika inflasi tinggi, Fed akan menaikkan suku bunga untuk memperkuat Dolar AS, sehingga menarik investor internasional.
Q: Seberapa sering Fed mengadakan rapat kebijakan moneter?
A: Fed mengadakan delapan rapat kebijakan setahun, di mana Federal Open Market Committee (FOMC) mengevaluasi kondisi ekonomi dan membuat keputusan kebijakan moneter.
Q: Apa itu Pelonggaran Kuantitatif (QE) dan bagaimana pengaruhnya terhadap Dolar AS?
A: Pelonggaran Kuantitatif (QE) adalah kebijakan di mana Fed meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang macet. Ini melemahkan Dolar AS karena melibatkan pencetakan lebih banyak Dolar untuk membeli obligasi dari institusi keuangan.
Q: Apa itu Pengetatan Kuantitatif (QT) dan bagaimana pengaruhnya terhadap Dolar AS?
A: Pengetatan Kuantitatif (QT) adalah kebalikan dari QE, di mana Fed berhenti membeli obligasi dan tidak menginvestasikan kembali dana dari obligasi yang jatuh tempo. Ini biasanya memperkuat Dolar AS karena mengurangi jumlah Dolar yang beredar.