Yen Jepang Tetap Rendah Dekat Rekor Terendah Terhadap Dolar AS

Yen Jepang Tetap Rendah Dekat Rekor Terendah Terhadap Dolar AS

Nilai Yen Melemah, Dipengaruhi Kebijakan Bank Sentral Jepang

Nilai mata uang Jepang (Yen) mengalami penurunan karena sikap hati-hati Bank Sentral Jepang (BoJ) dan sentimen positif terhadap pengambilan risiko. Bank Sentral Jepang menyatakan bahwa kenaikan suku bunga masih jauh, yang membuat mata uang Yen sebagai aset aman menjadi kurang menarik.

Meskipun begitu, ada kekhawatiran akan intervensi oleh pemerintah Jepang untuk mencegah penurunan mata uang Yen yang berlebihan. Selain itu, penurunan tajam nilai Dolar AS baru-baru ini juga mengurangi kemungkinan penguatan USD/JPY (nilai mata uang Yen terhadap Dolar AS). Namun, kesenjangan suku bunga antara AS dan Jepang diperkirakan akan tetap besar, sehingga nilai Yen diperkirakan akan terus melemah.

Tren Pasar Harian: Nilai Yen Masih Melemah Meski Ada Peringatan Intervensi

Pemerintah Jepang terus memberikan peringatan untuk mempertahankan nilai mata uang Yen, yang memberikan sedikit dukungan. Mantan Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Internasional Jepang menyatakan kesiapan pemerintah untuk melakukan intervensi jika Yen melemah melewati kisaran tertentu. Sementara itu, data penggajian sektor swasta AS yang kuat dan penurunan indeks Layanan PMI meningkatkan selera investor terhadap aset berisiko. Hal ini, ditambah dengan sikap dovish BoJ, membuat nilai Yen tetap melemah.

Analisis Teknikal: USD/JPY Menunggu Pecahnya Tren untuk Bertaruh

Secara teknis, USD/JPY bergerak dalam kisaran selama dua minggu terakhir. Tren naik yang kuat menunjukkan konsolidasi yang masih bullish. Indikator pada grafik harian masih berada di wilayah positif dan belum memasuki zona overbought, menunjukkan bahwa tren naik masih berpotensi berlanjut. Prudent untuk menunggu penembusan berkelanjutan di atas level 152,00 sebelum bertaruh untuk kenaikan lebih lanjut. Sebaliknya, penurunan signifikan mungkin akan mendapat dukungan di sekitar level 151,00. Penurunan di bawah level tersebut dapat membuka jalan bagi penurunan yang lebih dalam.

Pertanyaan mengenai Yen Jepang Tetap Rendah Dekat Rekor Terendah Terhadap Dolar AS :

Q: Apa faktor utama yang menyebabkan pelemahan nilai Yen?

A: Sikap hati-hati Bank Sentral Jepang (BoJ) dalam menaikkan suku bunga, yang membuat Yen kurang menarik sebagai aset aman.

Q: Apakah ada upaya untuk menghentikan pelemahan Yen?

A: Pemerintah Jepang telah mengeluarkan peringatan untuk mempertahankan nilai Yen dan bersiap untuk melakukan intervensi jika diperlukan.

Q: Apa tren pasar harian mempengaruhi nilai Yen?

A: Sentimen positif terhadap pengambilan risiko, data penggajian sektor swasta AS yang kuat, dan sikap dovish BoJ membuat Yen tetap melemah meskipun ada peringatan intervensi.

Q: Bagaimana situasi teknis USD/JPY?

A: USD/JPY bergerak dalam kisaran selama dua minggu terakhir, dengan tren naik yang kuat menunjukkan konsolidasi yang bullish.

Q: Apa level teknis penting untuk USD/JPY?

A: Level support di sekitar 151,00 dan level resistance di 152,00.

Q: Bagaimana Federal Reserve memengaruhi ekonomi AS?

A: Federal Reserve mengendalikan kebijakan moneter AS, menyesuaikan suku bunga untuk mencapai stabilitas harga dan mendorong lapangan kerja penuh. Menaikkan suku bunga memperkuat Dolar AS, sementara menurunkan suku bunga melemahkannya.

Q: Seberapa sering Federal Reserve mengadakan rapat kebijakan moneter?

A: Federal Reserve mengadakan delapan rapat kebijakan per tahun, di mana Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengevaluasi kondisi ekonomi dan mengambil keputusan kebijakan moneter.

Q: Apa itu pelonggaran kuantitatif (QE) dan bagaimana pengaruhnya terhadap USD?

A: QE adalah ketika Federal Reserve meningkatkan aliran kredit secara signifikan dalam sistem keuangan yang macet. Ini melemahkan Dolar AS karena mengarah pada pencetakan lebih banyak Dolar.

Q: Apa itu pengetatan kuantitatif (QT) dan bagaimana pengaruhnya terhadap Dolar AS?

A: QT adalah ketika Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali pokok dari obligasi yang jatuh tempo. Ini memperkuat nilai Dolar AS.

WhatsApp
`