Harga Bitcoin Akan Naik 20%, Lebih Banyak Keuntungan Diperkirakan pada 2024
Prospek Cerah Bitcoin dengan Kemenangan Trump
Menurut Standard Chartered, harga Bitcoin (BTC) diprediksi akan melonjak signifikan jika Partai Republik kembali memimpin Amerika Serikat. Bank multinasional itu menilai pemerintahan Donald Trump yang berhaluan Republik akan membawa dampak positif bagi BTC dan aset digital. Alasannya, pemerintahan Trump diperkirakan akan menerapkan regulasi yang lebih longgar dan menyetujui lebih banyak dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) untuk BTC. Dengan kemungkinan kembalinya Trump semakin besar, Standard Chartered menaikkan target harga BTC menjadi antara $150K hingga $200K pada akhir 2025.
Perkembangan ETF di Asia
Sementara itu, setelah Hong Kong meluncurkan ETF BTC dan ETH, penerbit ETF tersebut mengungkap adanya larangan dari pemerintah untuk menjual produk yang terkait dengan aset virtual kepada warga Tiongkok daratan. Hal ini membatalkan spekulasi bahwa perjanjian perdagangan antara Tiongkok dan Hong Kong akan memungkinkan investor daratan mengakses ETF BTC di Hong Kong. Di sisi lain, Asia tengah gencar menyambut Bitcoin melalui ETF. Partai Demokrat Korea Selatan, yang memenangkan pemilu, akan mengizinkan ETF BTC mulai Juni. Selain itu, Jepang dan Singapura kemungkinan akan mengikuti jejak Hong Kong dan menyetujui ETF BTC, sehingga Asia semakin menyusul pasar AS dalam hal adopsi ETF Bitcoin.
Pertanyaan mengenai Harga Bitcoin Akan Naik 20%, Lebih Banyak Keuntungan Diperkirakan pada 2024 :
Q: Apa dampak prediksi Partai Republik memimpin Amerika Serikat terhadap harga Bitcoin?
A: Harga Bitcoin diprediksi melonjak signifikan.
Q: Alasan prediksi kenaikan harga Bitcoin?
A: Pemerintah Trump diharapkan menerapkan regulasi lebih longgar dan menyetujui lebih banyak dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) untuk BTC.
Q: Berapa kisaran target harga BTC yang diperkirakan oleh Standard Chartered?
A: Antara $150K hingga $200K pada akhir 2025.
Q: Negara mana di Asia yang telah meluncurkan ETF Bitcoin dan Ethereum?
A: Hong Kong.
Q: Apa pembatasan yang diterapkan pemerintah Tiongkok terkait ETF BTC di Hong Kong?
A: Larangan penjualan produk terkait aset virtual kepada warga Tiongkok daratan.
Q: Negara mana di Asia yang akan mengizinkan ETF BTC?
A: Korea Selatan mulai Juni.
Q: Negara mana di Asia yang berpotensi mengikuti jejak Hong Kong dalam menyetujui ETF BTC?
A: Jepang dan Singapura.